Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 32


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Tiba-tiba Nyonya Chen merasa Dinda berat dan bruk kini Nyonya Chen terjatuh karena tidak kuat menopang bobot anaknya.


"Dinda... Dinda... tolong!!" ucap Nyonya Chen panik.


Tuan Chen segera turun dari mobil dan melihat anaknya pingsan, dengan segera dia membopong anaknya yang di bantu oleh satpam rumah.


"Bi Lasmi segera selesaikan urusan di rumah itu" ucap Tuan Chen


"Baik Tuan" jawab bi Lasmi


...🌈🌈...


Di dalam ruang VIP restoran sudah ada Zack, Niko, dan Lin yang sedang mengadakan rapat.


"Maaf tuan, tuan Chen berhalangan hadir karena ada keperluan yang tidak bisa diwakilkan" ucap Lin membuka percakapan.


"Baiklah tidak apa-apa tuan, bisa mulai kita sekarang saja rapatnya" ucap Zack.


Mereka melakukan rapat selama dua jam lamanya, dan akhirnya mereka menyepakati hasilnya. Proyek tersebut akan dilakukan setelah urusan tuan Chen benar-benar selesai, karena biasanya tuan Chen yang akan meninjau langsung proyek-proyeknya.


Kini mobil mewah sudah berhenti didepan rumah sakit disusul dengan mobil mewah lainnya yang berjumlah 3 mobil yang berisi pria berbadan kekar memakai jas hitam langsung masuk dan mensterilkan jalan.


Setelah Dinda pingsan tuan Chen segera menelfun paman Dinda dia menceritakan bagaimana kehidupan ponakannya setelah menikah dan perlakuan yang didapatkan oleh Dinda selama ini, termasuk Aryo yang menikah secara diam-diam sejak mereka sah menjadi suami dan istri selama dua bulan.


Paman dan bibi Dinda sangat marah, dengan segera memberikan perintah kebada bodyguard mereka menuju Rumah Sakit X dengan kecepatan tinggi.


Paman Dinda sebelas dua belas seperti ayahnya mereka tempramental tetapi tidak pernah memukul istri dan anaknya. Mereka kejam terhadap orang lain yang berkhianat dan menyakiti keluarganya.


Dengan segera seorang suster membawa brangkar, dan Dinda di tidurkan di brangkar tersebut. Bahkan mereka melewati Aryo dan keluarganya, mereka hanya acuh yang terpenting keadaan Dinda saat ini.


Setelah Nanda dan bayinya dibawa ke ruang rawat inap, kini Aryo duduk disamping Nanda dan box bayinya.


"Haus" ucap Nanda setelah sadar dari obat bius.


"Sebentar honey" dengan segera Aryo mengambilkan minum.


Nanda meraba perutnya, perutnya sudah rata dengan panik "mas anak kita mas.. hikss... anak kita bagaimana mas" ucap Nanda yang sudah menangis.


"ssttt sttt... tenanglah honey putri kecil kita sedang tidur" ucap Aryo yang tengah memeluk Nanda untuk menenangkannya.

__ADS_1


"Anak kita selamat mas? apakah aku bisa menggendongnya?" jawab Nanda


"Tentu bisa sayang, apakah kamu mau memberi Asi?" ucap Aryo yang kini sudah melangkah di box bayi.


"Emm.. mas tapi tidak keluar Asi dari payudaraku, aku tidak mau nanti payudaraku menjadi kendor" cicit Nanda


Aryo terperangah bahkan dia mematung di tempat "tapi anak kita butuh Asi Nanda dan itu hanya bisa didapat darimu!" seru Aryo, dia tidak habis pikir dengan pikiran Nanda.


"Mas! aku sudah mengorbankan bentuk badanku yang sekarang tidak seramping dulu, bahkan aku hampir mati karena istrimu!" ucap Nanda yang kesal, dia marah karena memiliki anak sangat merepotkan dan akan membuat banyak bagian tubuhnya kendor. Tidak.. tidak boleh terjadi nanti suaminya tidak meninggalkan Dinda.


Aryo mengguyar rambutnya "Nanda apa kamu tidak kasihan dengan anak kita" Aryo masih mencoba membujuk istri sirinya.


Sekilas otak liciknya berkerja "Aku akan memberikan Asi kepada anak kita, jika mas menceraikan Dinda dan menikahi aku secara sah agama dan negara" ucap Nanda dengan seringai liciknya.


"Baiklah, aku akan menceraikan Dinda dan kita akan menggelar pesra pernikahan sesuai apa yang kamu inginkan" ucap Aryo, dia tidak mau anaknya sampai kelaparan dan sakit karena tidak mendapatkan Asi dari ibunya.


Kini Aryo sedang menunggu didepan pintu ruang rawat inap, entah kenapa Aryo merasa sesak di dalam ruangan tersebut. Pikirannya tidak tenang tapi dia tidak tahu kenapa.


Aryo melihat kedua orang tuanya menenteng tas belanjaan untuk keperluan anaknya.


"Bagaimana Nanda apakah sudah sadar?" tanya Ridwan yang melihat anaknya didepan kamar


Bruk


Tidak sengaja bibi Dinda menabrak pundak ibunya Aryo.


"Kalau jalan lihat-lihat dong!" ucap Intan ngegas


"Maaf maaf, saya sedang terburu-buru" ucap bibinya


Kini mereka berempat saling tatap, bibi Dinda menatap tajam calon mantan keluarga suaminya.


"Sayang kenapa ayo kita harus segera keruangan Dinda" seru seseorang yang membuyarkan pikiran mereka semua.


"Eh.. iya sayang ayo"


"Bibi kenapa dengan Dinda?" cegah Aryo dia bahkan lupa jika terhadap Dinda.


Tangan Aryo dihempaskan dan ditampar oleh bibi Dinda. "kamu saya haramkan memanggilku bibi, tunggulah surat cerai dari ponakanku" ucapnya tajam


Deg

__ADS_1


Hati Aryo berdenyut nyeri, dia merasa tidak terima di gugat cerai Dinda. Aryo hanya mematung tanpa berkata apa-apa lagi.


"Heh, ingat ya anakku Aryo sudah menalak Dinda 3x. Mereka tidak akan pernah bisa bersama lagi, aku juga tidak mau memiliki mantu man******ul seperti Dinda" ucap Intan yang kini sudah berdiri di depan Aryo entah kapan.


"Hahah.. baguslah. Aku juga tidak sudi ponakanku memiliki keluarga sundal seperti kalian, kita akan buktikan apakah Dinda man*****ul seperti yang kamu ucapkan atau memang anakmu lebih menyukai wanita mura*******an" ucap Paman Dinda dengan sarkas.


Paman Dinda langsung menarik istrinya, dia serasa ingin menonjok Aryo hingga mati tetapi kini yang terpenting Dinda.


Kini diruangan Dinda, dia masih belum sadar. Mama Dinda hanya menangis karena melihat keadaan anaknya, sedangkan tuan Chen lebih banyak bersabar karena jika dia emosi akan membuat semuanya susah.


Cklek


"Mbak" panggil bibi Dinda, dia langsung berlari dan memeluk kakak iparnya itu. "maafkan aku mbak tidak bisa menjaga Dinda, maafkan aku" ucap Bibi Dinda dia menangis karena semua salahnya sudah memberikan restu bahkan mendukung hubungannya dengan Aryo.


"Tidak apa-apa dik, semua sudah terjadi. Terima kasih sudah menjaga anakku selama di sini dik" ucap Mama Dinda.


"Tidak mbak, Dinda sudah seperti anakku. Maafkan aku mbak." ucap Bibinya lagi


Para lelaki hanya melihatnya, kini paman dan ayah sudah duduk bersampingan.


"Apa kata dokter?" tanya paman


"Dia hanya kelelahan tetapi dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh setelah Dinda sadar" jawab ayah


"hah... aku baru saja bertemu keluarga sundal tersebut" ucap paman


"apakah mereka tau?" tanya ayah


"tidak, mereka disini karena madunya Dinda melahirkan. Tadi tidak sengaja bibinya menabrak ibunya Aryo dan isinya adalah perlengkapan bayi" ucap paman


"breng*****ek! anakku sekaratpun mereka tidak peduli, akan aku buat mereka membayar mahal!" ucap ayah dengan mengepalkan tangan.


"tenanglah, kita hancurkan perusahaannya dengan menjentikkan jari dan jadikan mereka gembel" ucap paman dengan menatap lurus ke brangkar Dinda


"tidak! aku buat mereka menderita secara perlahan-lahan" ucap ayah.


...🌈🌈...


Dinda mau di buat hamil anaknya Aryo apa Zack nih???? 😫


oiya untuk novel satunya mau aku up gak? apa tunggu balasan email dari nt? 😐

__ADS_1


__ADS_2