Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 20


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Lasmi segera menghubungi tuan Lin


"Hallo" Ucap Lin


"Hallo tuan, saya sudah berhasil masuk dirumah non Dinda" ucap bi Lasmi


"Bagus, segera pasang kamera kecil yang sudah aku berikan ke setiap sudut rumah kecuali kamar mandi, tak lupa setiap kancing dibajumu sudah aku pasang kamera, jika ingin mencucinya lepas dulu kancingnya." Jelas Lin kepada orang suruhannya


"Baik tuan" Ucap bi Lasmi


Lasmi segera keluar kamar dan mengendap-endap, semua lampu sudah padam. Dia segera memasang cctv kecil yang sudah didapatkannya dari tuan Lin. Untuk kamar, dia akan pasang besok ketika membersihkan seluruh kamar dirumah ini.


...🌈🌈...


Hari libur yang seharusnya dapat di manfaatkan untuk sekedar istirahat, malah membuat Dinda semakin frustasi. Perlakuan madu dan ibu mertuanya semakin menjadi, meskipun tidak secara fisik tetapi batin.


Sejak kejadian dimeja makan tadi pagi, Aryo bersikap dingin dan kasar kepada Dinda.


Nanda mengendap-endap masuk ke kamar Dinda, dia mengambil sehelai baju berwarna putih dari dalam lemari dan segera bergegas keluar.


"non Nanda sedang apa di dapur?" tanya bi Lasmi heran


"diamlah bi, dimana kopi hitamnya?" tanya Nanda yang sedang mencari-cari kopi


"di lemari paling atas non, biar bibik ambilkan" jawab bi Lasmi


"yasudah cepatlah"


Nanda segera membalurkan kopi di baku Dinda dan diberi air, agar seakan-akan Nanda menumpahkan kopi di baju Dinda. Nanda segera bergegas kekamar mandi.


Nanda mengamati ruangan, dilihat suaminya memasuki rumah dengan segera Nanda berjongkok dan menyikat baju Dinda.


"aduhh, perutku... ssttt"


Aryo yang mendengar suara tersebut segera mencari asal suara. Dia membelalakkan mata mendapati Nanda sedang berjongkok dengan susah payah menyikat baju putih itu.


"Honey apa yang kamu lakukan!" ucap Aryo dengan membentak, segera dia membuat Nanda segera berdiri


"Eh.. mas udah pulang dari rumah pak Rt?"


"Jangan balik bertanya, sekarang jawab apa yang kamu lakukan, hah?!" tanya Aryo marah


"a.. aku mencuci baju mbk Dinda." jawab Nanda dengan menunduk memilin-milin ujung bajunya.


"Kenapa kamu mencucinya? biar bibi yang mencuci baju kotor dirumah ini Nan." ucap Aryo yang memijit pelipisnya

__ADS_1


"aku tidak sengaja menumpahkan kopi di baju mbak Dinda, dia marah dan menyuruhku mencuci baju dengan tanganku sendiri mas. Taukan noda kopi susah hilang apalagi di baju putih." ucap Nanda sendu.


"apa!! Dinda yang menyuruhmu?? sia***l, ayo ikut aku." Aryo segera menarik Nanda dari dalam kamar mandi.


"Dindaa!!!!!! Dinda!!!!! " Aryo berteriak kesetanan.


Dinda yang mendengar suaminya memanggil namanya segera turun dari lantai dua, dilihatnya Aryo sedang memegang tangan madunya.


"iya mas ada apa?" tanya Dinda


plak..


Dinda kaget karena dirinya tiba-tiba ditampar oleh suaminya.


"kenapa kamu menamparku mas?" tanya Dinda berkaca-kaca


"kamu masih tanya kenapa huh! kenapa kamu menyuruh Nanda mencuci bajumu! kamu tau Nanda sedang hamil dia tidak bisa berjongkok lama-lama!" terang Aryo


mencuci? gumam Dinda "mas tapi aku tidak pernah menyuruh Nanda mencuci bajuku" jawab Dinda.


"jangan mengelak lagi! aku melihat sendiri Nanda mencuci baju berwarna putih, dan itu milikmu!" ucap Aryo emosi


"Ada apa ribut-ribut Aryo?" tanya Ridwan, dia dan istrinya segera keluar kamar karena mendengar suara gaduh di luar.


"Dinda menyuruh Nanda untuk mencuci bajunya yah" jawab Aryo frustasi


"apa!!! dasar wanita ja*******ng bisa-bisanya kamu menyuruh menantu mama untuk mencuci bajumu! disini sudah ada pembantu tapi masih menyuruh Nanda yang mencucinya! " ucap Intan emosi dan segera menjambak rambut Dinda


"kelakuan busukmu selama ini sudah terbongkar, tidak usah mengelak lagi. Kamu memang benar-benar ingin mencelakai cucuku kan! kamu iri pasti karena Nanda lebih mendapatkan perhatian Aryo, harusnya kamu sadar kamu hanya wanita mandul yang tidak bisa memberi keturunan ke keluarga kami!!" ucap Intan panjang lebar, dan segera mendorong Dinda hingga dirinya terjatuh di lantai.


Dinda hanya terdiam sambil terisak, bahkan suami dan ayah mertuanya tidak ada yang membantunya. sakit yang dirasakan hatinya. Apakah sudah tidak ada cinta Aryo untuk Dinda?


Nanda yang melihatnya hanya tersenyum miring mampus kamu Dinda dan kamu akan di tendang dari kehidupan mas Aryo .


Aryo mendekat dan mengangkat dagu Dinda ,terlihat mata dan hidung Dinda yang memerah karena menangis.


"jangan pernah menyakiti Nanda dan anakku jika sekali lagi kamu melukainya. Aku pastikan kamu akan menderita Dinda" ucap Aryo dingin.


"Ayo honey kita ke kamar, kamu harus banyak istirahat agar anak kita baik-baik saja" ucap Aryo.


mereka berempat meninggalkan Dinda yang masih terduduk di dinginnya lantai. bi Lasmi segera mendekat dan memeluk nona dari tuan besarnya. Tangis Dinda pecah, dia menangis sesenggukan mengeluarkan rasa sakit hatinyaa, jika fisik yang disakiti dia masih bisa menahan. Batinnya yang tersakiti, hati dan cintanya hancur berkeping-keping tak tersisa.


bi Lasmi ikut meneteskan air mata, bagaimana tidak. Dinda yang selalu dijaga dan sirawat oleh keluarganya, kini disakiti oleh keluarga barunya. Entah akan semurka apa tuannya jika mengetahui ini semua.


Lin yang melihat kejadian tersebut melalui video yang terhubung dari kamera bi Lasmi dan beberapa cctv di rumah Dinda mengepalkan tangannya "aku bersumpah akan menghabisimu Aryo" ucap Lin didalam hati.


...🌈🌈...

__ADS_1


Zack Alexsander kini duduk santai di kursi kebesarannya.


"bagaimana keadaannya Nik?"


"saya tidak tau tuan" jawab Niko jujur


"hah? bagaimana bisa?" tanya Zack marah


"maaf tuan, kita tidak dapat memata-matai nona Dinda karena sepertinya keluarga nona Dinda sudah mengerahkan banyak bodyguard dan mata-mata untuk memantau kondisi nona Dinda" jelas Niko


"hahahh, sangat menarik. baik kita jadi penonton dan penyulut api Nik." ucap Zack


"baik tuan, bagaimana tuan akan mendekati nona Dinda?" tanya Niko penasaran


"sudah aku rencanakan nik, meskipun harus mengorbankan Dinda akan aku buat Dinda berpisah dengan laki-laki brengs****k seperti Aryo"


"tapi tuan, bagamanapun Aryo tetap suami nona Dinda"


"cihh, tidak pantas dia disebut suami. Dia tidak bisa membahagiakan Dinda, aku yang akan membahagiakannya sampai maut memisahkan kita" ucap Zack dengan senyum-senyum


lah wong edan guyu-guyu dewe, gumam Niko dalam hati.


"bagaimana pengajuan kerjasama dengan perusahaan tuan Chen? tanya Zack lagi


"sudah di balas tuan, tapi tuan Chen sendiri yang akan menghadiri rapat dengn pihak kita. Tapi belum tahu untuk waktunya tuan" jelas Niko asistennya.


"baiklah, kita tunggu saja Nik, pasti akan ada tontonan yang sangat seru." jawan Zack.


...🌈🌈...


Dinda masih berdiam diri di kamar, dia enggan untuk turun dan bertemu dengan penghuni rumah. Begitu sakit yang dia rasakan saat ini. Kenapa madunya bisa memfitnah dia sekejam itu, jelas-jelas Dinda selalu bersikap baik terhadapnya.


"mas aku panggil mbak Dinda untuk turun makan dulu ya" ucap Nanda


"tidak usah, nanti dia juga turun sendiri" bukan Aryo yang menjawab melainkan Intan


"tapi mah, kasihan mbak Dinda nanti dia sakit" jawab Nanda


"makanlah dengan tenang" ucap Aryo dingin


Nanda dan kedua orang tua Aryo makan dengan diam, karena mereka tau Aryo sedang tidak baik-baik saja.


...🌈🌈...


Hallo readers


hari ini aku doubel up

__ADS_1


besok jadwal full sampai sore, takut tidak sempat update episode terbaru.


jangan lupa likenya yaa


__ADS_2