Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 33


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"breng*****ek! anakku sekaratpun mereka tidak peduli, akan aku buat mereka membayar mahal!" ucap ayah dengan mengepalkan tangan.


"tenanglah, kita hancurkan perusahaannya dengan menjentikkan jari dan jadikan mereka gembel" ucap paman dengan menatap lurus ke brangkar Dinda


"tidak! aku buat mereka menderita secara perlahan-lahan" ucap ayah.


...🌈🌈...


Mobil Aryo memasuki pekarangan rumah, dia melihat asap hitam membumbung tinggi.


"Asep siapa yang bakar-bakar sampah di belakang sampai hitam pekat seperti itu?" Tanya Aryo pada satpam rumahnya.


"Oh, itu bi Lasmi baru bakar barang-barang nyonya Dinda tuan tadi sebelum pergi nona Dinda menyerahkan sekantong besar plastik hitam dan disuruh membakar semuanya tuan" jelas Asep


Aryo segera berlari kekamar Dinda, dia membuka pintu secara kasar. Kosong, ya kamar Dinda benar-benar kosong hanya sisa perabotan seperti lemari dan kasur di sana.


Aryo segera turun dan berlari kebelakang rumah, dilihatnya bi Lasmi memasukkan lembar-lembar foto.


BERHENTI !!! teriak Aryo, tapi naas bi Lasmi sudah memasukkan semuanya kedalam tong yang penuh dengan kobaran api.


Aryo mendekat, dia melihat lekat-lekat yang terbakar didalam tong tersebut, foto-foto pernikahannya, tas, sepatu, dan kain-kain yang sudah berwarna hitam bahkan banyak yang meleleh.


"Maaf tuan, saya hanya melaksanakan perintah nyonya Dinda" ucap bi Lasmi


Aryo tersadar dari lamunannya "Mana barang yang lainnya?" tanya Aryo


"Sudah tidak ada yang tersisa tuan, nyonya Dinda berpesan semua harus habis dibakar saat ini juga. Saya juga mohon pamit tuan, tugas saya disini sudah selesai" ucap bi Lasmi undur diri.


Grep


Aryo menahan lengan bi Lasmi "Tugas apa makhsudmu bi?" tanya Aryo heran.


"Suatu saat tuan akan paham, maaf majikan saya sudah menunggu" ucap bi Lasmi yang langsung melepas cekalan Aryo dan pergi membawa koper beserta tasnya.


...🌈🌈...


Enggh


Dinda melenguh, dia mengerjab-ngerjabkan matanyaa suasana putih. Dia mengedarkan pandangannya, dilihatnya Mama dan Papanya tertidur sambil duduk di sofa.


Tes


Hati Dinda serasa nyeri, dia dulu menjadi anak yang egois dan tidak mendengarkan larangan Papanya kini dia paham jika orangtua yang menentang keras kemauan anaknya tidak selalu berakhir buruk.


Dinda mencoba mendudukkan dirinya, kepalanya masih pusing. Dinda mencoba turun dari brangkar karena merasa tubuhnya sangat lengket, bruk pijakan Dinda belum kuat sehingga terjatuh.

__ADS_1


Nyonya Chen terbangun karena terdengar suara jatuh "Ya ampun Dinda!" seru nyonya Chen segera berlari ke arah anaknya, suara nyonya Chen yang keras membangunkan suaminya.


"Sayang apakah kamu baik-baik saja? Bagian mana yang sakit?" tanya Mamanya khawatir.


Dinda membawa tangan Mamanya ke dadanya, saat itu juga Dinda menangis lagi dia menangis sejadi-jadinya dan memukul dadanya karena sesak.


Nyonya Chen dan suaminya yang melihatnya ikut menangis anak mereka sudah sakit terlalu dalam. Mereka segera memeluk anak sematawayang mereka.


"Aaaaa... mama hikss hikss, kenapa begitu sakit mah aaaaa... maafin Dinda pah maafin Dinda... aaaa hiks hikss... Dinda menyesal yah, Hati Dinda sakit yahh, sangat sakit... hikss hikss" (maaf ya kalo emosinya kurang tersalurkan, jujur ini autor udah nangis bayangin adegannya 😭)


Zack yang sudah mendapatkan seluruh informasi dari Niko hanya bisa memantau lewat cctv di ruangan Dinda, dia mengepalkan tangan dengan mata memerah dan rahang yang mengeras. Begitu dalam luka yang ditorehkan oleh lelaki bre*****ek itu.


Niko yang melihat tuannya dan wanita di cctv hanya diam tanpa berbicara, dia tidak tau jika hati wanita sangat serapuh itu, padahal jika dilihat dari informasi yang didapatkan dari anak buahnya Dinda menjadi dingin dan tidak tersentuh. Tetapi nyatanya tidak setegar yang Niko lihat.


...🌈🌈...


Aryo mengguyar rambutnya frustasi, apakah Dinda sudah tidak ingin mengingatnya lagi bahkan barang-barang dan foto pernikahan mereka sudah tidak tersisa di rumah ini.


"Arggghhhh!!! Dinda!!! Kamu benar-benar jal****ng, setelah hampir membunuh anakku sekarang bahkan kau tak sudi meminta maaf malah memusnahkan hal-hal yang menyangkut kita berdua! Aku akan menghancurkanmu!" umpat Aryo marah.


Sedangkan didalam kamar Rumah Sakit X, lebih tepatnya kamar dimana Nanda kini tinggal Mama Intan dan Nanda, karena Ridwan harus menghadiri rapat yang tidak bisa ditunda jadi dia balik ke Jakarta hari ini juga.


"Bagaimana keadaan cucu mama Nan?" tanya Intan


"Mama bisa lihat sendiri, dia baik-baik saja" ucap Nanda


"Kami akan melangsungkan acara pernikahan di Jakarta mah" jwab Nanda


"Baiklah, segeralah sehat dan segera persiapkan pernikahan kalian" jawab Intan mengelus rambut menantunya


Ya setelah itu aku akan hidup dengan mewah, dan anak ini akan menjadi senjataku. Gumam Nanda licik.


...🌈🌈...


Dikamar Dinda kini sudah ada Lin orang kepercayaan Papanya. Dia menyodorkan surat perceraian didepan majikannya, Dinda hanya menatap surat tersebut nanar impiannya yang menikah dan hidup bahagia dengan Aryo harus kandas secepat ini.


Dengan tangan gemetar Dinda menandatangani surat gugatan cerai tersebut, karena tuan Chen tidak ingin berlama-lama Lin sudah melampirkan beberapa barang bukti seperti hasil visum KDRT, pernikahan ke-2 Aryo tanpa ijin istri pertama.


Tak perlu waktu lama surat tersebut sampai ke tangan Aryo, Aryo menatap marah pada surat cerai tersebut dan segera dia bubuhi tanda tangannya juga.


Persidangan diadakan besok pagi, ya lagi-lagi karena kekuasaan tuan Chen dan bantuan dari Zack. Perceraian Dinda dan Aryo dapat dipercepat.


...🌈🌈...


Kini mereka semua sudah berada di pengadilan, Nanda dengan paman dan bibinya sedangkan Aryo dengan Ibu dan Nanda. Jangan lupakan Zack yang menonton di kursi belakang bersama orangtua Dinda dan asisten mereka.


Kini Dinda duduk di samping Aryo, dia menghela nafasnya pelan menyalurkan seluruh kesediaannya.

__ADS_1


"Mas" panggil Dinda.


"Hm" jawab Aryo dingin.


"Apakah sudah tidak ada cinta yang tersisa untukku?" tanya Dinda


"Tidak, cintamu telah hilang sejak kau mencoba membunuh anakku yang ada didalam kandungan Nanda dengan cara menjatuhkannya dari tangga" ucap Aryo dingin.


"Apakah kamu benar-benar yakin dengan jawabanmu?" tanya Dinda lagi, ya dia benar-benar ingin memastikan meski hatinya benar-benar hancur tanpa membekas.


"Sangat yakin!" ucap Aryo mantap.


Tok... tok.. tok..


Palu pengadilan sudah di ketuk, menandakan Dinda dan Aryo sah berpisah.


Nanda segera menghambur memeluk Aryo, Aryo menyambutnya dengan mengecup pucuk kepala Nanda dan Mamanya tersenyum smirk ke arah Dinda.


Tentu saja sakit, ya sangat sakit menyaksikan mereka bahagia di atas penderitaannya. Dengan langkah lebarnya Zack menghamoiri Aryo langsung mengulurkan tangannya.


Aryo membalas uluran tangan Zack. "Terimakasih sudah melepaskan berlian demi kotoran" ucap Zack yang tersenyum remeh ke arah Nanda.


Deg


Nanda yang merasa tersindir, dia merasa tidak membuat masalah terhadap orang penting seperti Zack.


Zack segera menghampiri Dinda, dan menyalami paman dan bibinya kemudian ke arah Dinda dan merangkulnya untuk pergi dari ruangan laknat itu.


Iring-iringan mobil mewah dan banyak bodyguard menghebohkan orang-orang yang datang di pengadilan. Orang penting seperti apa yang barusaja ke pengadilan hingga banyak bodyguard yang dikerahkan.


Aryo, Nanda, dan Mamanya menatap heran kepada Dinda yang berjalan dengan pengawalan ketat.


"Mas, apa Dinda itu anak orang yang sangat kaya?" tanya Nanda


"Bukan, dia hanya orang biasa. Kebetulan paman dan bibinya memiliki perusahaan kecil" bukan Aryo yang menjawab melainkan Intan.


"Tapi mah, lihat mobil mereka sangat mewah bahkan banyak sekali pria berjas hitam" jawab Nanda


"Halah... jangan ndeso kamu. orang-orang berjas hitam itu bisa disewa, mobil bisa disewa, sudah ayo kita pulang segera ke Jakarta menyusul Ayah" ucap Intan segera menuju ke mobil mereka.


Nanda hanya berdecak malas ndeso ndasmu.


...🌈🌈...


Hallo Hallo


1 eps lagi menuju glow up Dinda nih 😁😁

__ADS_1


maaf autor rapel updatenya hari ini, dikarenakan besok autor banyak kegiatan 😖😖


__ADS_2