Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 56


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Dinda dan Mamanya menunggu di ruang tamu.


"Ada apa sih Mah?" Tanya Dinda penasaran, karena dia dilarang Zack untuk masuk keruangan Ayahnya


"Mama juga tidak tau Din, ayo kita nonton TV saja. Sambil menunggu mereka." Ajak Nyonya Chen


Dinda segera beranjak dan mengikuti langkah Mamanya, disana mereka menonton TV. Hingga sebuah tayangan berita muncul.


Dinda dan Mamanya shock dengan berita tersebut dengan cepat dia menelfun Santi.


Santi yang sedang berada di kantor untuk menghandel pekerjaan Dinda juga sedang kalang kabut, pasalnya banyak wartawan yang sudah berada di depan gedung perkantoran Biming.


"Hallo, Mbak Dinda. Mbak baik-baik saja?" Tanya Santi dengan nada yang khawatir.


"Baik San, bagaimana keadaan kantor." Baik juga Mbak, disini sudah banyak pengawal yang mengamankan.


Dinda menghela nafas kasar, "San, segera hubungi asisten Pak Bambang. Aku khawatir jika nanti istrinya akan mengamuk." Ujar Dinda.


"Baik mbak"


...🌈🌈...


Nanda tertawa bahagia, karena Dinda akan hancur sebentar lagi.


Pasti banyak yang menduga jika Dinda hamil akibat hubungan gelap dengan laki-laki parubaya tersebut.


Berbeda dengan Nanda, Aryo kaget mendapati berita tersebut. Dia tahu, pelakunya hanya satu yaitu Nanda.


Kenapa Nanda melakukannya? Apa karena orangtua Aryo menyuruhnya untuk menikahi Dinda lagi? Aryo terus menerka-nerka dalan pikirannya.


Sedangkan kini asisten Zack dan Tuan Chen terus bergerak, mereka saat ini sudah di deoan perusahaan media cetak.

__ADS_1


Dengan membawa banyak bodyguard mereka meringsek masuk kedalam gedung, tentu sebelumnya mereka mendatangi kepala polisi agar tidak terjadi masalah baru.


Brak


Direktur yang tengah mengerjakan laporannya tersentak kaget karena pintunya dibuka dengan keras.


"Ada apa ini!" Serunya


Niko dan Lin masuk dan melemparkan sebuah foto dan alamat surel di atas mejanya.


Direktur menatap bingung, karena foto itu adalah salah satu karyawannya dan alamat surelnya benar kantornya.


"Tenang dulu, saya tidak tau Anda ada masalah apa dengan dia. Tapi jangan membuat gaduh di perusahaan orang lain."


"Tunjukkan."


Direktur yang paham segera berjalan ke bagian departemen karyawan yang dimakhsud, dengan langkah lebar dan tergesa-gesa mereka masuk.


Seluruh tim yang berada di departemen itu berdiri karena kaget, banyak pria berwajah seram, badan kekar, dan jas hitam masuk.


Brak... bruk...


"Segera bawa curut ini ke tempat biasanya, dan bobol seluruh data di komputer dan Hpnya."


Para bodyguard segera menyeret pria tersebut, dan ahli IT segera membobol seluruh data-data yang ada.


"Lepaskan aku!!! lepaskan! apa salahku!" Ucap pria itu yang masih meronta


Niko yang mendengarnya kesal, ada manusia seperti itu.


"Kau, sudah mengusik keluarga Biming dan Alexander. Maka bersiaplah mempertaruhkan nyawamu!" Ucap Niko geram


"Aku tidak tau apapun, apa yang kau makhsud!" Pria itu terus mengelak, dia tidak menyangka jika info yang didapatnya membuatnya terjebak dalam masalah besar.

__ADS_1


Lin memberi kode lewat matanya, bodyguard segera menyeretnya secara paksa.


Kini rombongan Lin dan Niko sudah pergi, seluruh karyawan dan direktur serasa tulang-tulang mereka lenyap dari tubuh.


Tidak menyangka jika dua laki-laki itu adalah orang kepercayaan dari Biming dan Alexander.


...🌈🌈...


Di kota lain, laki-laki parubaya yang tidak lain adalah Pak Bambang tengah menerima amukan dari sang istri.


"Kurang ajar kamu mas! kamu sudah tua masih main gila hah!!!" seru sang istri


"Mah, Mah, dengarkan dulu Papa. 2 Bulan lalu Papa ada rapat penting dengan perusahaan Biming. Waktu itu hujan deras, dan seluruh jalan lumpuh. Jadi Nyonya Dinda menyewakan kamar hotel masing-masing untuk kami semua. Akan aku telfun asisten Papa."


Segera Pak Bambang menelfun dan menyuruh asistennya datang kerumah.


Kini asisten Pak Bambang sudah berdiri di depan istri bosnya, dia menjelaskan seluruh kronologis yang terjadi tanpa terlewat sedikitpun


"Jadi, orang brengsek mana yang membuat kegaduhan ini!"


"Mantan madunya Nyonya" Jawab Asisten.


"Papa, ayo kita segera terbang ke Jakarta hari ini juga! dan kamu juga ikut."


"Mah, sudahlah jangan di teruskan."


"Oh, tidak bisa! Papa tau, Nyonya Dinda sedang hamil dia pasti stress. Aku akan ikut menjambak wanita gendhenggg itu!!


...🌈🌈...


NANTI LAGI YA


AUTOR MAU BALIK KERJA

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVELKU SATUNYA



__ADS_2