
Happy Reading 🌹🌹
"apakah Ayah tidak menerima Nanda karena tidak kaya seperti Dinda?" tanya Nanda yang tengah berkaca-kaca
" Bukan begitu, tetapi relasi itu sangat penting bagi pengusaha Nan" jelas Ridwan
Intan yang melihat menantunya hampir menangis segera bersuara "sudahlah yah, percuma Dinda anak orang kaya tetapi tidak bisa memberikan Aryo keturunan, dia hanya wanita mandul dan tidak akan ada lelaki yang menginginkan wanita sepertinya" ucap Intan
Ridwan hanya terdiam, jika dipikir-pikir memang kekayaan keluarga Dinda dan Aryo, masih kalah jauh.
...🌈🌈...
Setelah jam makan siang seluruh dokter dan karyawan yang sudah dipilih untuk hadir di acara peresmian pemegang jabatan tertinggi di Rumah Sakit X telah berkumpul di aula, mereka duduk dan mengobrol.
"apakah kamu tau, bahwa kali ini yang akan menduduki jabatan tertinggi pemilik Rumah Sakit X ini" ucap salah dokter di belakang Dinda.
"aku tidak tau, jika itu benar bukankah akan lebih bagus. Pemilik Rumah Sakit ini pasti akan memperbaiki selurus sistem kerja di Rumah Sakit ini" ucap temannya
"benar apa yang kamu bilang, banyak yang bilang dia sangat tampan dan yang terpenting dia masih single" ucapnya lagi
"benarkah? wah pasti wabita yang dapat bersanding dengan beliau sangat beruntung" ucap rekannya.
Dinda dan Aryo hanya menyimak percakapan teman sejawat mereka, sedangkan mereka berdua hanya diam tanpa pembicaraan apapun.
Mobil sedan mewah berhenti di depan Rumah Sakit X, dia turun dengan gagah dan berwibawa. Dengan langkah lebarnya dan di ikuti oleh asisten dan orang-orang kepercayaannya dia menuju ke aula.
Seorang penjaga yang melihat pemilik Rumah Sakit X segera membukakan pintu aula. Dengan gagah Zack duduk di bangku barisan depan dengan para jajaran tinggi Rumah Sakit X yang lain.
Kepala Rumah Sakit membuka acara tersebut dengan memberika beberapa kalimat sambutan dan memberikan informasi bahwa Rumah Sakit X akan dipegang langsung oleh pemiliknha, yang kemudian diserahkan kepada Zack.
"Untuk tempat dan waktunya saya persiapkan" ucap Kepala Rumah Sakit X
__ADS_1
Zack maju dengan gagah dan berwibawa, kini Zack sudah menghadap kepara tamu yang ada di aula tersebut.
"Mohon bantuannya semuanya" ucap Zack, kemudian sedikit membungkukkan badannya.
Dokter dan perawan berdiri dari tempat duduknya dan bertepuk tangan.
Mata hitam bening Zack mencari keberadaan Dinda, ternyata dia bersebalahan dengan suaminya. Ini akan jadi hari terakhir kalian duduk bersama ucap Zack dalam hati.
"Baiklah rekan-rekan, masih ada yang saya sampaikan. Bahwa selama tuan Zack memimpin Rumah Sakit X ini akan di dampingi oleh salah satu dokter yang sudah kami pilih dan seleksi" Ucap Niko yang menjeda ucapannya
Tampak riuh, siapa gerangan yang beruntung akan selalu di samping tuan Zack.
"Selamat kepada dokter Dinda bagian poli anak-anak yang akan mendampingi tuan Zack" Ucap Niko kemudian
Dinda yang merasa namanya di panggil mengangkat wajahnya hingga tatapannya tidak sengaja bertemu dengan mata Zack yang tajam.
Aryo yang mendengarkannya terkejut, kenapa tidak dokter yang masih single pikirnya sejurus kemudian dia menoleh ke arah Dinda dan melihat istrinya hanya mematung dengan tatapan lurus kedepan. Aryo mengikuti arah tatapan Dinda dan ternyata Zack juga sedang manatapnya.
"Wah dokter Dinda selamat ya"
"Aku sangat iri, dokter Dinda kamu sangat beruntung"
"Dokter cantik dan laki-laki tampan, aku akan meninggalkan suami yang mendua dan memilih bujang"
"Benar, aku akan memilih tuan Zack jika dia menyukai dokter Dinda"
Beberapa ucapan teman-temannya membuat darah Aryo mendidih, dia cemburu. Tidak sadar jika tangannya mengepal hingga kuku-kukunya memutih.
Sedangkan di depan podium yang melihat wajah Aryo masam hanya tersenyum devil.
Dinda segera berdiri dan maju kedepan, mengucapkan kata terima kasihnya karena sudah terpilih menjadi pendamping tuan Zack selama memimpin Rumah Sakit X.
__ADS_1
Niko segera membubarkan semuanya, dan kini Dinda berjalan di belakang dengan Niko sedangkan Zack didepan. Mereka masuk ke lift untuk menuju ruang kerja baru Zack.
"Selamat dokter Dinda, mohon kerjasamanya ya. Perkenalkan saya asisten tuan Zack"ucap Niko dengan senyum tulus, kemudian dia mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalan.
"Terima kasih tuan Niko, mohon bantuannya juga. Saya dokter Dinda" jawab Dinda yang segera menerima uluran tangan Niko.
Zack yang mendengar dan melihat adegan lewat pantulan lift menahan kesal, asisten tidak ada aklaq dia mencuri kesempatan untuk menyentuh wanitaku. Zack berdehem dengan keras.
Ekhmmmm....
Zack melihat asistennya lewat pantulan lift dengan tajam, Niko yang melihat hal tersebut menjadi merinding. Bagaimana bisa aku lupa jika ada beruang kutub disini gumam Niko didalam hati.
Dinda yang tidak menyadari kecemburuan Zack hanya menampilkan wajah datarnya saja.
...🌈🌈...
Hallo semuanya.
Maaf baru update, Yogyakarta hujan deresss bgt dan pake mati lampu.
Karena efek vaksin bosster juga bikin tumbang, rasanya di badan tu mau lepas semua tulang-tulangnya 😭😭😭
apakah ada yang sama efeknya setelah Vaksin Bosster??
Untuk novel ini
Saya usahan akan update terusss
Jangan lupa mampir ke novel satunya autor ya 😍😍
Salam sehat dari autor 💚❤
__ADS_1