Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 66


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Setiap hari Dinda menerima dua buket bunga, setiap buket bunga terdapat suratnya.


Dinda hanya menghela nafasnya kasar, sungguh dia tidak tahu siapa pengirim dari buket-buket bunga tersebut.


...**...


Hari ini Aryo dan Nanda akan melaksanakan sidang perceraian mereka.


Aryo yang di dampingi oleh orangtuanya dan pengacaranya, sedangkan Nanda hanya dengan pengacaranya saja.


Selama persidangan, Nanda dan Aryo saling melempar tatapan tajam. Nanda tidak terima dirinya tidak mendapatkan harta gono-gini dari Aryo.


Bahkan pihak Aryo menolak masa mediasi untuk kedua belah pihak.


Bahkan Nanda memohon kepada kedua mantan mertuanya, tetapi hanya hinaan dan cacian yang dia dapatkan.


Lagi... lagi... Nanda di bandingkan dengan Dinda. Bahkan Mama Intan sangat yakin jika Dinda akan kembali menjadi menantu Pratama.


"Aryo, bagaimana keadaan perusahaan." Tanya Ridwan.


Kini mereka semua dalam satu mobil, dalam perjalanan pulang.


"Baik-baik saja, Yah." Jawab Aryo yang tengah menyetir.


"Bagus, Ayah bangga padamu!" Ucap Ridwan dengan menepuk pundak anaknya.


"Aryo bagaimana hubunganmu dengan Dinda? Apa kalian sudah bertemu lagi?" Tanya Intan antusias.


"Belum mah, tetapi Aryo selalu mengiriminya buket bunga yang cantik." Jawab Aryo dengan tersenyum.


"Segera percepat untuk merebutnya Aryo! Kamu tau bukan, lawanmu saat ini kelas berat." Jawab Intan dengan nada khawatir.


"Tenang saja Mah, setelah ini Aryo akan ke kantor Dinda untuk rapat bulanan." Jawab Aryo menenangkan ibunya.


Perusahaan Aryo dan Dinda masih menjalin hubungan kerjasama, jika biasanya rapat dari pihak Dinda di hadiri oleh Santi sang asisten.


Pertemuan rapat kali ini, Dinda sendiri yang akan menghadirinya.


Aryo sudah merencanakan sesuatu agar Dinda cepat lepas dari Zack.


...**...


Hari ini pihak Zack telah mendapatkan beberapa saham tambahan dari para investor Pratama.


"Tuan, hari ini Nyonya Dinda dan Tuan Aryo akan ada pertemuan rapat rutin setiap bulan." Jelas Niko pada bosnya.


"Biarkan saja, kita hanya akan menontonnya." Jawab Zack dengan tenang.


"Tapi Tuan, bagaimana jika Tuan Aryo merencanakan sesuatu yang jahat terhadap Nyonya Dinda?" Tanya Niko khawatir karena mengingat istri bosnya sedang hamil.


"Jika sampai dia melakukan sesuatu yang membahayakan Dinda dan anakku, aku akan menghancurkannya sampai kedasar perut bumi." Ucap Zack dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


"Kita akan ke kantor istriku sekarang Nik, aku akan melihat tikus itu bermain-main dengan api yang sudah siap menghanguskannya." Lanjut Zack lagi.


Dengan segera Zack mengambil jasnya yangbtersampir di sudut ruangan, dan Niko mengikuti langkah bosnya di belakang.


Dengan kecepatan sedang mobil Zack melaju kearah perusahaan Dinda.


Tok... tok.. tok


"Masuk" Seru Dinda dari dalam ruanganbya.


"Maaf Nyonya, di luar ada Tuan Zack Alexander." Jawab Santi


"Suruh masuk saja San." Jawab Dinda.


Santi segera undur diri dan mempersilahkan suami bosnya masuk.


Cklek


"Sayang... " Ucap Dinda dengan segera dia menghambur di pelukan suaminya.


Zack menerima pelukan tersebut dengan hangat, tetapi bibirnya masih mengerucut.


"Kenapa dengan bibirmu?" Tanya Dinda bingung.


Zack hanya diam dan menekuk wajahny, dia berjalan duduk ke arah sofa dan melipat kedua tangannya di dada.


Dinda yang bingung melihat Zack, dia mengalihkan pandangannya ke Niko. Niko hanya menggelengkan kepala, sekuat tenaga Niko mengigit bibir bagian dalamnya agar tidak tertawa.


"Sayang, kamu kenapa?!" Tanya Dinda yang sudah bergelayut manja di tangah kokoh suaminya itu.


"Kenapa kamu melarang suamimu sendiri masuk keruangan istrinya!" Tanya Zack tajam.


5 menit yang lalu.....


"Permisi Santi, apa Nyonya Dinda ada?" Tanya Niko.


"Ada Tuan, sebentar saya tanyakan dahulu apakah Nyonya ingin bertemu dengan orang lain." Jawab Santi cepat.


"Ekhm, yang bertemu suaminya sendiri apa perlu persetujuannya juga." Tanya Zack tajam.


"Ta... tapi Tuan, Nyonya Dinda sudah memberikan aku pesan. Agar tidak menganggunya, meskipun keluarganya sendiri. Saya harus meminta ijin terlebih dahulu." Dengan segera Santi mengetuk pintu Dinas.


Zack hanya mendengus kesal, sabar... sabar... Zack istrimu sedang hamil. Gumamnya di dalam hati.


Dinda yang mendengarnya hanya menyengir kuda, "Maafkan aku Baby, pekerjaanku banyak dan tidak ingin si ganggu." Jelas Dinda pada suaminya.


"Meskipun itu aku? Suamimu sendiri?" Tanya Zack yang sudah menyincingkan matanya.


"Ehe, jangan marah suamiku. Nanti malam aku kasih bonus, one plus one." Jawab Dinda cepat.


Zack tersenyum tipis, "Baiklah, karna kamu memaksaku. Aku tidak bisa menolaknya." Jawab Zack dengan tenang.


Dinda terperangah dengan jawaban dari Zack, bisa-bisanya pria mesum ini.

__ADS_1


"Sayang, hari ini aku ada rapat rutin dengan perusahaan Pratama. Apa kamu mau ikut?" Ajak Dinda pada suaminya.


Zack melihat jamnya "Maafkan aku sayang, sepertinya tidak bisa. Aku harus menghadiri rapat juga." Jawab Zack


"Hem, baiklah. Sampai bertemu di rumah nanti." Jawab Dinda dengan mengecup kedua pipi suaminya.


"Ingat, kamu harus selalu berhati-hati." Jawab Zack penuh peringatan.


Dengan segera Zack keluar dengan Niko asistennya. Mereka duduk di dalam mobil dengan menunggu mobil Dinda.


Terlihat mobil Dinda keluar dari area perusahaan, dengan segera mereka mengikutinya dari belakang.


Saat ini Dinda dan Aryo tengah melakukan rapat dengan asistennya masing-masing, rapat berjalan lancar.


"Baiklah, terima kasih Tuan Aryo atas waktunya. Kami pamit undur diri." Ucap Dinda pada rekan bisnisnya itu.


"Terima kasih juga Nyonya, kami sangat senang bekerjasama dengan perusahaan Anda." Jawab Aryo.


Aryo mengkode asistennya untuk membawa asisten Dinda pergi, dengan 1001 alasan yang di gunakan Riko akhirnya Santi pergi bersamanya.


Kini tinggalkah Aryo dan Dinda di ruangan tersebut.


"Din" Panggil Aryo pelan.


"Ada apa?" Jawab Dinda.


"Aku hari ini sudah resmi bercerai." Jawab Aryo dengan sendu.


Dinda kaget karena dia berfikir Aryo tidak akan pernah menceraikan Nanda, terlebih ada Abel meskipun bukan anak kandung Aryo.


"Kenapa bercerai? kasian Abel." Jawab Dinda.


"Abel bukan anakku!" Jawab Aryo geram.


"Kkau tau darimana?" Jawab Dinda kaget.


Aryo melihat ekspresi mantan istrinya "Aoa kau sudah tau perilaku Nanda di luar selama ini? Bahkan Abel yang bukan anak kandungku?" Tabya Aryo mengintrogasi.


Dinda hanya berdehem, dan menganggukkan kepalanya.


"Kenapa kamu tidak pernah bilang kepadaku Dinda! Seaindainya.... Seaindainya kamu bercerita kepadaku kita pasti tidak akan pernah berpisah." Jawab Aryo dengan penuh penyesalan.


"Jika di putar kemasa lalu, semua perkataanku tidak akan pernah kamu percaya Aryo. Yang berlalu biarlah berlalu." Jawab Dinda, dia meminum segelas susu yang ada di meja untuk meredam amarahnya.


Aryo yang melihat Dinda minum, hanya menyeringai tipis.


Sebentar lagi kita akan bersama sayang. Gumam Aryo dalam hati.


...🌈🌈...


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA


ALHAMDULILLAH AUTOR UDAH SEDIKIT SEHAT-AN

__ADS_1


SELALU JAGA KESEHATAN YA TEMAN


__ADS_2