Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 58


__ADS_3

...Jangan lupa likenya dan sesajennya...


Happy Reading 🌹🌹


Tengah malam Hp Nanda berdering.


Beberapa kali dirinya menolak panggilan tersebut karena mengganggu tidurnya, Hpnya terus saja berdering oleh panggilan seseorang. Untung saja Aryo masih berada diruangan kerjanya.


Dilihatnya nama yang tertera di layar telfon adalah wartawan suruhannya, Nanda tidak tahu apapun tentang nasib orang suruhannya.


“Apa kamu gila, menelfonku tengah malam begini!” Jawab Nanda mendengus kesal, karena tidurnya terganggu.


“Ck, aku sudah membantumu. Apa kau ingin aku menyebarkan siapa dalang dibalik semua ini?!” Ancam orang diseberng telfon.


“Kau berani mengancamku! Jika aku tertangkap kau juga akan terkena imbasnya!” Jawab Nanda geram.


“Aku? Tidak masalah, aku bukan menantu maupun anak dari orang terpandang dikota ini. Sedangkan kau? Kau adalah menantu keluarga Pratama, apa kau lupa?” Jawabnya lagi dengan seringai liciknya.


Saat ini perbincangan mereka tengah disadap oleh ahli IT milik keluarga Biming.


Nanda mengepalkan tangannya karena kesal, orang ini tidak bisa di ancam. Pikir Nanda.


“Apa yang kau inginkan?” Jawab Nanda yang was-was jika Aryo masuk ke kamar.


“Tentu saja uang 1 Milyarku dan pelayananmu di atas ranjang, sayang.” Jawabnya mesum.


Nanda lupa, dia menjanjika uang yang begitu banyak pada orang itu. Dia bingung bagaimana mendapatkan uang 1 milyar itu saat ini.


Jika masalah di atas ranjang, tidak masalah.


Aryo juga jarang menyentuhnya, sehingga dia tidak pernah curiga.


“Kita bertemu 2 hari lagi, akan aku siapkan uangnya juga.” Jawab Nanda gugup dan cepat.


“Baiklah, aku tunggu di Hotel. Akan aku kirimkan alamatnya.” Jawabnya di sebrang telfon.


Dua hari kemudian.


Saat ini Nanda tengah menarik sejumlah uang perusahaan melalui seseorang yang sudah dia ancam. Jika tidak memberinya uang sebesar 1 Milyar, Nanda akan memecat dengan alasan penggelapan dana.


Dengan mengendarai mobil mewahnya, Nanda tengah sampai di hotel tempat mereka janjian. Dengan segera Nanda menaiki lift dan masuk kedalam kamar hotel tersebut.


1 jam yang lalu, beberapa orang suruhan keluarga Biming dan Alexander sudah memasang banyak kamera dari berbagai sudut, tidak lupa kamera itu dapat mengirimkan suara yang ada di dalam kamar itu.


“Akhirnya kau datang juga sayang.” Ucap wartawan itu, dengan mesum langsung memeluk Nanda dan menciumnya.


Nanda yang belum siap mendorong tubuh pria itu, dia memandang kesal kearahnya. Tapi penglihatannya teralihkan dengan bekas luka lebam di pipinya.


“Kenapa dengan wajahmu?” Tanya Nanda yang menatap curiga pada orang suruhannya itu.

__ADS_1


“Ah, ini? Biasa laki-laki jika memperebutkan betina pasti perlu perjuangan.” Kelakarnya.


Wartawan itu memberikan Nanda minuman dan duduk bersama di sofa, tanpa curiga Nanda meminumnya hingga tandas.


“Ini uangnya, ingat segeralah pergi dari kota ini.” Ucap Nanda, dengan menyerahkan amplop besar di meja kaca tersebut.


“Baiklah, terima kasih sayang. Aku senang bekerjasama denganmu.” Jawab pria tersebut yang kini sudah mengelus paha Nanda.


Uhh


Nanda secara tidak sengaja melenguh dengan sentuhan itu dan menuntut untuk sentuhan lainnya, tubuhnya serasa panas dan kepalanya pening.


Dengan segera Nanda duduk dipangkuan pria itu, dan mencium bibirnya dengan ganas.


Tangannya tidak tinggal diam, Nanda menanggalkan pakaiannya sendiri dan menggoyang-goyangkan pantatnya di benda pusaka yang sudah mengeras itu.


Ahh


Lenguhan keluar dari mulut pria itu, dia sudah tidak tahan. Dengan segera dia menggendong Nanda menuju kasur king size itu dan menurunkannya sedikit kasar.


Tanpa ba bi bu, pria itu langsung memasukkan benda pusakannya dan bermain hingga beberapa ronde dengan Nanda, hingga keduanya terkulai lemas.


Pria itu melihat Nanda yang tengah terlelap karena lelah, segera mengambil foto Nanda yang sedang telanjang bulat, banyak angel yang dia ambil.


Kini pria tersebut sudah masuk kedalam mobil milik anak buah Biming.


“Tuan, apakah pekerjaan saya sudah selesai?” Tanyanya dengan takut-takut.


“Terima kasih Tuan, terima kaih.”


Pria tersebut berterima kasih, karena masih diberi kesempatan untuk hidup oleh kedua keluarga tersebut.


Nanda yang baru terbangun pukul tujuh malam, mengumpat kesal. Karena permainan gila pria itu serasa badannya remuk redam.


Saat ini seluruh keluarga Biming dan Alexander tengah berkumpul.


“Sayang, jangan terlalu difikirkan omongan para netijen yang budiman ya.” Ucap Ibu Zack.


“Iya, bu.” Jawab Dinda.


“Ingat Nak, dulu kamu kehilangan bayimu karena mereka! Jangan biarkan kejadian yang dulu terulang kembali karena ulah mereka!” Ucap Tuan Chen yang menekankan kejadian masa lalu Dinda.


Dinda hanya mengangguk, dia masih sedih jika teringat hal tersebut.


Mertuanya segera memeluk Dinda dengan hangat dan penuh kasih sayang, seburuk apapun masa lalu Dinda tidak masalah.


Terpenting saat ini keluarga anaknya bahagia.


Di dalam kamar, Nanda menghampiri suaminya yang tengah duduk bersandar di sofa sedang menonton TV.

__ADS_1


“Sayang,” Panggil Nanda dengan suara yang manja.


“Hem,” Jawab Aryo dengan deheman.


“Sayang, apa kau ingat ini bulan apa?” Tanya Nanda yang tidak memperdulikan reaksi suaminya.


“September,”


“Sayang, apa kamu lupa sebentar lagi ulang tahun pernikahan kita yang ke-3 tahun.” (Autor lupa yang ke 3 apa 4, soalnya gak pernah diundang 😂😂)


“Kenapa?”


“Ayo buat pesta, kali ini aku ingin yang meriah.”


Aryo menghela nafasnya kasar,”Nanda, tidak cukupkah jika aku membelikan tas keluaran terbaru untukmu?” Tanyanya.


“Aku tidak ingin tas sayang, aku ingin pesta. Kita mengundang wartawan juga ya. Aku ingin berita pesta kita diliput oleh media.” Ucap Nanda yang saat ini sudah memeluk suaminya dari samping.


“Untuk apa Nanda?” Tanya Aryo heran, karena selama ini dia memberikan Nanda hadiah mewah dan liburan keluar negeri dia sudah sangat senang.


“Aku ingin mengulang moment saat pernikahan kita dulu sayang, yang di liput di media cetak maupun TV.” Jawab Nanda yang sudah mengerucutkan bibirnya (buat autor gemes pengen nabok)


“Baiklah, tapi kamu yang mengurusnya. Aku tidak ingin direpotkan dengan hal seperti itu.” Jawab Aryo yang sudah mematikan TV dan menuju ke kasurnya.


H-1 acara pesta ulang tahun pernikahan Aryo dan Nanda.


Sudah banyak undangan yang tersebar ke kalangan kolega dan rekan-rekan mereka.


Saat ini di perusahaan Farma tengah terlihat, laki-laki yang sedang bermanja dengan istrinya. Dia tidur di pangkuan istrinya dan mengecup-ngecup perutnya.


“Hihihi, Baby geli.”


Tokk.tok..tok


“Permisi Tuan, maaf mengganggu.”


“Ada apa, Nik?” Tanya Zack yang masih sibuk dengan perut istrinya.


“Ada undangan, dari Pratama.”


“Letakkan saja dimeja, pergilah kau menggangguku saja.” Ucap Zack kesal.


Dinda yang mendengarkan hanya menggelengkan kepala.


...🌈🌈...


HALO TEMAN-TEMAN


JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL AUTOR YANG LAIN

__ADS_1


SEBENTAR LAGI AKAN UP EPISODE TERBARU


IKUTI TERUS SETIAP EPISODENYA


__ADS_2