Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 38


__ADS_3

Zack mengusap rambut Dinda dengan sayang "Baiklah, aku sudah menyiapkan makan siang spesial untuk kita hari ini sayang" jawab Zack


"Baiklah ayo sayang, sebelumnya maaf tuan Aryo kami tidak bisa menemani Anda makan siang" ucap Dinda


"O.. Oh tidak apa-apa kami akan makan siang di kantor, baiklah terima kasih untuk rapatnya hari ini Din. Kami permisi dulu" ucap Aryo seraya berdiri yang diikuti oleh asistennya.


Selama diperjalanan Aryo menuju kantor dia terus memikirkan Dinda, dia benar-benar merasa dibohongi oleh mantan istrinya tersebut. Terlebih kenapa Dinda masih berhubungan dengan Zack bahkan mereka sampai akan menikah, apa kejadian ketika di restoran dulu mereka berdua sudah bermain serong dibelakangnya?


...🌈🌈...


Kini Zack dan Dinda tengah makan siang romatis ala Zack.


"Baby bagaimana pertemuanmu tadi dengan mantan suamimu?" tanya Zack


"Biasa saja Beb, kenapa?" jawab Dinda


"Kenapa dia melihatmu begitu, seakan-akan melihat bidadari didepannya. Ya meskipun itu benar memang kamu bidadari" ucap Zack


Dinda yang mendengarkannya tertawa "Jika aku bidadari apakah kamu bidadaranya" ucap Dinda semakin tergelak.


"Apakah bidadara itu tampan?" tanya Zack sambil menyerengitkan alisnya karena dia tidak tau apa itu bidadara.


Dinda semakin tergelak karena melihat wajah Zack yang bingung, ekhm dia berdehem "Tentu saja tampan, karena bidadaranya ada didepanku saat ini" ucap Dinda dengan tersenyum.


Blush

__ADS_1


Pipi Zack merona seperti habis digampar dengan pelepah pisang. Hatinya seakan jadi murahan jika dekat dengan wanitanya tersebut.


Dimeja lain berbeda auranya panas.


"Apakah kamu becus menjadi asisten nona Dinda? Tanya Niko


"Ck, tentu saja apa kamu pikir aku wanita bodoh" ucap Santi


"Bukannya benar?" ucap Niko dengan menaikkan sudut bibirnya


Tuk


Santi meletakkan sendok san garpunya dengan kasar, dan segera dia mengambil minuman di sampingnya


Niko yang melihat Santi mengambil minuman segera menutup wajahnya dengan tangan.


Glek glek


Santi meminum minumannya dengan tandas, dia bingung melihat Niko menutup wajahnya.


"Kenapa denganmu?" tanya Santi heran.


Niko yang tidak merasakan dingin segera menurunkan tangannya dari wajahnya.


Santi tertawa "Hahaha... jangan kau kira kamu akan aku siram Nik?" ucapnya

__ADS_1


Niko malu setengah mati, bagaimana dia membuat dirinya malu. "Tidak mana mungkin, aku hanya membatasi agar kamu tidak memandang wajah tampanku" ucap Niko mengelak.


"Ck... PeDe. Wajah sepertimu pasaran, bahkan penjual cilok yang biasanya lewat didepan kontrakanku lebih tampan darimu" ucap Santi dengan menjulurkan lidahnya.


Niko yang mendengar jawaban dari Santi membelalakkan matanya apa aku dibandingkan dengan penjual cilok? Sial!


...🌈🌈...


Diruang kerja Aryo, dia tidak bisa berkonsentrasi. Karena bayangan Dinda dan Zack terus membayanginya.


Dia mengingat bagaimana Dinda bergelayut manja dilengan Zack, padahal selama ini Dinda jarang bermanja dengannya bisa dibilang Dinda termasuk wanita yang mandiri.


Suara Dinda yang mendayu-dayu terngiang-ngiang di telingan Aryo. Dia segera memejamkan matanya.


Terlintas masa lalu dimana ketika Aryo dan Dinda berpacaran, dan bagaimana setelah mereka menikah hingga akhirnya bercerai. Tanpa sadar disudut mata Aryo basah, dengan segera dia mengusapnya dengan kasar.


"Tidak... benar aku memiliki dua istri tetapi aku tidak sembunyi-sembunyi, sedangkan dia pergi makan malam dengan laki-laki tanpa berpamitan kepadaku. Ya Nanda lebih baik, dia juga bisa memberikanku keturunan yang cantik" gumam Aryo.


...🌈🌈...


Hallo teman-teman maaf aku baru up karena belum di kontrak-kontrak juga sama NT.


Butuh dukungan jangan bikin loyo doakan segera lolos kontraknya


__ADS_1


Jangan lupa mampir ke novelku yang satunya yaa... udah aku up episodenya lagi.


aku akan gencar up novel satunya untuk 20.000 kata.


__ADS_2