Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 74


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Saat ini Nanda tengah berada di salah satu toko perhiasan, untuk menjual barang curiannya.


Setelah insiden kematian anak dan kekasihnya tersebut, Nanda secepat mungkin terus berlari ke arah pelabuhan.


Di kapal tersebut sudah ada salah satu teman Candra yang menunggunya, dengan hati-hati Nanda selalu menghindar dari jangkauan pandangan anak buah mafia tersebut.


Sesaat setelah sampai di tanah air, Nanda menyusup masuk kesalah satu bak truck muatan yang akan menuju pusat kota.


Sesampainya di ibu kota, Nanda menjadi pencuri dan pencopet agar dapat memiliki uang.


Dengan perasaan yang takut-takut, Nanda tengah merampas perhiasan yang di pakai oleh gadis kecil.


Segera Nanda berlari menjauh dari anak yang tengah menangis kencang tersebut, Nanda terus mencuri dan mencopet.


Setelah berhasil menjual hasil barang curiannya, Nanda segera pergi ke warteg untuk membeli nasi dan mencari kontrakan yang murah.


Untuk mengelabuhi musuh, salah satucaranya. Kita harus hidup berdekatan dengan mereka.


Kini Nanda tengah mengawasi rumah yang megah bak istana kerjaan, dengan pandangan yang tajam. Dia mengucapkan sumpah serapah pada wanita yang tengah dia tatap dengan tajam.

__ADS_1


Nanda sudah merencanakan segala kejahatannya agar merusak rumah tangga wanita tersebut.


Saat ini Zack telah selesai melakukan rapatnya dengan seorang client, segera dia melangkahkan kakinya keluar dari restoran tersebut di ikuti Niko dibelakangnya.


Langkah Zack terhenti, mata tajamnya melihat ke arah wanita yang sedang mencari sesuatu di pot bunga.


"Seperti Nanda, tidak mungkin. Dia sudah kabur ke benua lain." Gumam Zack


Niko yang melihat bosnya, mengikuti arah pandang bosnya tersebut.


"Ada apa Tuan?" Tanya Niko pada bosnya.


"Em, tidak apa-apa. Mungkin aku hanya salah lihat." Jawab Zack


...**...


Kini Aryo dan Intan sudah sampai di kontrakan mereka, Aryo segera mengambilkan Mamanya minum.


Intan menerima air tersebut dan meminumnya hingga tandas.


"Mama, baik-baik saja?" Tanya Aryo cemas.

__ADS_1


Intan berdecak kesal "Cih, sombong sekali Dinda itu! Jika bukan karena harta, Mama tidak sudi merendahkan harga diri Mama." Jawab Intan penuh dengan kekesalan.


Aryo kaget dengan ucapan Mamanya, padahal apa yang dilihat Aryo di swalayan tadi. Mamanya benar-benar seperti orang yang penuh penyesalan.


Tapi kenyataan yang dia lihat, Mamanya ternyata hanya bersandiwara di depan Dinda.


"Apa Mama, hanya bersandiwara?" Tanya Aryo datar.


Intan yang mendapatkan pertanyaan dari anaknya segera menoleh "Tentu saja, apa kamu pikir Mama akan merendahkan harga diri Mama!" Jawan Intan kesal.


"Mama!!" Seru Aryo, dia tidak habis pikir dengan sikap Mamanya.


"Apa! Kamu pikir Mama akan meminta maaf pada Dinda? Ingat Aryo, kita menjadi miskin karena Dinda!" Seru Intan pada anaknya tersebut.


Aryo hanya menghela nafasnya panjang, "Mah, berhentilah menganggu kehidupan Dinda. Dia sudah bahagia dengan keluarganya." Jawab Aryo yang mencoba ikhlas dengan keadaannya


Intan hanya tersenyum tipis, segera dirinya berdiri dari duduknya. "Dinda hidup bahagia, tapi hidup kita menderita Aryo! Jika bukan karena Dinda kita tidak akan seperti ini! Setiap pagi buta Mama sudah bangun dan membersihkan rumah, sedangkan dia! Dia dilayani oleh para pembantunya, dia hidup dengan enak! Kita, kita hidup susah Aryo!" Jerit Intan yang sudah tidak tahan dengan kehidupannya yang serba pas-pasan.


Ridwan yang mendengar jeritan istrinya segera berlari ke sumber suara, dia sudah melihat Intan menangis dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Ada apa Mah?" Tanya Ridwan pada istrinya.

__ADS_1


Intan segera menceritakan pertemuannya dengan Dinda.


Ridwan mendengarkan dengan seksama, dan mengangguk-anggukkan kepalanya.


__ADS_2