
...Jangan lupa sesajennya teman...
Happy Reading 🌹🌹
Dirumah sakit, kini keadaan Ridwan sudah mulai stabil, tetapi masih perlu dirawat dengan intensif.
Ridwan di jaga oleh sang istri, karena Aryo dan Nanda harus segera pulang untuk menjemput Abel.
Suasana didalam mobil terlihat Aryo dan Nanda bertengkar
"Apa kamu gila! kelakuanmu sungguh memalukan Nanda! kamu ini menantu dari Pratama tetapi sifatmu tidak mencerminkan kewibawaan! sungguh berbeda dengan Dinda, dia tidak pernah membuat malu aku! " seru Aryo
"Dinda... Dinda... Mas aku ini istri kamu kenapa kamu membandingkan aku dengan mantan istrimu yang mandul itu!" seru Nanda
"Tentu saja karena Dinda jauh lebih baik darimu, dia selalu mengurusku dari bangun sampai tidur lagi. Sedangkan kau!! kau hanya mementingkan dirimu! dan dengan angkuhnya kamu diluar sana seperti wanita liar yang tidak berpendidikan!!!"
"Apa gunanya mas membayar pembantu jika aku masih mengurus keperluanmu mas! Mereka dibayar untuk melayani kita!" teriak Nanda
Aryo tersenyum miring "Baiklah akan aku pecat seluruh pembantu di mansion, kau yang mengurus semuanya. Jadi tidak ada alasan bagimu untuk melayaniku dan keluargaku!" seru Aryo
Mata Nanda membola "Ma.. makhsudmu aku harus mengepel, memasak, melayani ayah dan ibumu juga?"
"Tentu saja, bukankan kau bilang kerjaan pembantu termasuk mengurusiku juga? Jadi aku harus memecat mereka semua agar kau mau mengurusiku dan Abel" ucap Aryo
"Mas!!!!! aku bukan pembantu!" teriak Nanda dengan raut wajah marah.
"Lalu maumu apa Nanda! apa gunanya aku memiliki istri yang tidak becus mengurusi suami dan anaknya!!! kau hanya ingin menghabiskan uangku begitu?"
"Aku tidak mau ada bantahan, mulai sekarang seluruh pengeluaranmu aku handel" final Aryo
__ADS_1
Nanda menggeram kesal bre*****sk karena Dinda semua rencanaku jadi kacau.
...🌈🌈...
Waktu terus berlalu, kini Dinda sudah mulai membaik bahkan lebih baik dari sebelumnya.
Dengan sabar dan telaten Zack dan kedua orangtuanya membantu Dinda untuk bangkit lagi.
Kini Zack dan Dinda duduk di taman belakang, sudah sebulan lalu orangtua Dinda pindah ke mansion.
"Zack, maafkan aku" ucap Dinda dengan menundukkan kepalanya.
"Kenapa meminta maaf hem?" ucap Zack dengan mengangkat dagu Dinda
"A... aku sudah membuat acara pertunangan kita tertunda" ucapnya lagi
"Apa kamu yakin Zack? aku ini wanita yang cacat karena mengalami gangguan jiwa" ucap Dinda.
"Stttt... no Baby. Kamu wanita sempurna yang pernah aku temui, ya meskipun rasa janda" ucap Zack terkekeh
"Ishh... makhsudmu karena aku janda kamu menikahiku?" ucap Dinda mendelik kesal
"Tentu saja, bukankah janda lebih menggoda." ucap Zack dengan mengerlingkan matanya.
"Apanya yang menggoda?" tanya Dinda bingung
Dinda mengikuti arah mata Zack yang melihat salah satu asetnya, Zack dengan menaik turunkan alisnya tidak lupa senyum mesumnya.
Bug
__ADS_1
Dinda segera memukul lengan Zack "dasar mesum!!!" ucapnya.
Zack tergelak karena pukulan Dinda tidak terlalu keras, dia tertawa karena wajah calon istrinya merah bagaikan kepiting rebus.
istri? satu kata yang membuat hati Zack berdebar-debar, dia akan selalu memandang wajah cantik Dinda dikala bangun tidur bahkan bisa memeluknya ketika akan tidur.
"Sayang ayo kita pergi jalan-jalan" ucap Dinda
"Mau pergi kemana?"
"Kemana saja asal sama kamu"
"Apa kamu yakin?" goda Zack dengan memindahkan Dinda yang sudah duduk di pangkuannya.
Dinda yang kaget ada sesuatu yang mengganjal membelalakkan matanya, di gigitnya lengan Zack.
"Aaa.. ah.... sayang apa yang kamu lakukan" Zack mengelus-elus lengannya
Dinda mendelik kesal "Dasar mesum, aku mau tidur!" ucapnya seraya meninggalkan Zack.
Zack tertawa karena membuatnya kesal, sungguh dia menginginkan Dinda melupakan masa lalunya.
"Hey jangan tinggalkan aku sayang, ikuttttt!!!!" Zack segera berlari mengejarnya
...🌈🌈...
HALO TEMAN JANGAN LUPA MAMPIR KE MANTAN... EH RAHASIA MANTAN.
__ADS_1