
Happy Reading 🌹🌹
Tak... tak... tak
Dinda memasuki toko berlian yang sama, dia tidak tau jika ada keluarga kecil mantan suaminya berada satu toko dengannya.
"Silahkan nyonya."
"Keluarkan koleksi cincin dan kalung terbaru kalian ya." ucap Dinda
Dinda yang tengah menunggu sambil melihat-lihat cincin yang dipajang sepanjang etalase.
Bruk
"Ah... maaf tuan." ucap Dinda
"Dinda"
"Aryo"
Ucap mereka bersama.
Nanda yang mendengar nama Dinda segera menoleh, dia mendelik kesal. Dengan kasar Nanda menarik lengan suaminya.
Dinda hanya tersenyum tipis tanpa ingin menegurnya.
"Nyonya, bagaimana jadi ambil cincin ini tidak?" Tanya pelayan toko.
"Mas, belikan itu." ucap Nanda
__ADS_1
Aryo menghela nafas uang 2.7M bukan uang yang sedikit "Nan, yang lain saja ya. Terlalu mahal harga segitu." kata Aryo
"Ih.. mass, tapi aku maunya itu." tunjuk Nanda pada cincin yang masih di pegang oleh pelayan toko.
"Tapi Nan uang pribadi kita tidak cukup untuk membelinya, kau taukan perusahaan masih berusaha kembali pulih." Jelas Aryo
"Nyonya ini koleksi terbaru kami." ucap pelayan yang melayani Dinda.
"Emm... baguss apakah cincin yang di pegang oleh dia akan dibeli?" tunjuk Dinda pada cincin yang di pilih Nanda.
"Bagaimana tuan?" tanya pelayan memastikan
"Tidak mbak, biar istri saya memilih yang lain saja." tolak Aryo
Dinda yang mendengarkannya tersenyum sinis ke arah Nanda "Aku beli semua koleksi kalian, untuk cincin itu berikan padaku. Aku langsung memakainya. Tolong kirim ke rumah ya." ucap Dinda setelah selesai melakukan transaksi.
"Baik nyonya" ucap kedua pelayan.
"Saya duluan Aryo." pamit Dinda
Dinda melewati Nanda dengan mengguyar rambut panjangnya untuk menunjukkan cincin yang Nanda inginkan sudah melingkar cantik di jari lentiknya.
Nanda yang melihat hal itu menjadi kesal, dengan langkah lebar dia menjambak rambut Dinda.
"Achhh... apa yang kamu lakukan!!!" Seru Dinda
"Ja*****ng sialan! Kamu sengaja pamer cincin itu dihadapanku!!" Seru Nanda
Kini Dinda menjambak rambut Nanda dengan kasar "Achhjh... sakit!!!" seru Nanda
__ADS_1
"Dasar wanita to*****l, aku mau pamer, mau aku buang terserah aku!! Jangan belagak kaya jika miskin!!" seru Dinda
Pertengkaran Nanda dan Dinda menjadi hal yang menarik untuk di tonton, dengan segera Aryo memisahkan mereka.
"Nanda lepaskan Dinda!"
"Dinda kamu lepaskan Nanda!"
Ujar Aryo, kini mereka dengan kasar saling melepaskan.
Dinda merapikan rambut dan bajunya.
"Nanda aku tegaskan, jika suamimu tidak mampu untuk memenuhi gaya hidupmu sadar dirilah! Aku membeli barang karena aku bekerja keras, tidak sepertimu yang hanya menempel seperti lintah ke suamimu!!" Tegas Dinda, dengan segera dia meninggalkan kerumunan.
Nanda mengepalkan kedua tangannya. Dia bersumpah akan merebut seluruh kenahagiaan Dinda.
Sedangkan Dinda kini tersenyum sinis, apapun yang di inginkan Nanda akan direbut oleh Dinda.
Dinda tau jika keluarga Pratama sudah tidak seberkuasa dulu, setelah Zack menarik sahamnya dari perusahaan tersebut.
Aryo menarik kasar Nanda dengan mendorong stroler Abel.
"Mas sakit." lirih Nanda.
Tapi Aryo tidak menggubrisnya, lagi dan lagi Nanda membuat onar diluar. Padahal dia sudah bersusah payah membangun citra perusahaannya untuk menjadi baik.
...🌈🌈...
JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL BARU AKU TEMAN-TEMAN.!
__ADS_1