Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 30


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Dua orang yang tidak jauh dari meja Dinda dan Zack menatap dengan tajam, mereka adalah Aryo dan Nanda.


Aryo merasakan emosinya sudah mencapai di ubun-ubun, bahkan tangannya terkepal sehingga menimbulkan urat-urat tangannya dan kuku-kukunya memutih.


Sedangkan Nanda penasaran siapa laki-laki yang bersama Dinda tersebut. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Aryo, seringai licik muncul di bibirnya.


...🌈🌈...


"Mas siapa laki-laki yang sedang bersama mbk Dinda?" tanya Nanda


Aryo tidak menanggapinya sepasang matanya masih mengawasi pergerakan sepasang manusia yang berada di meja pojok siapa lagi kalau bukan Dinda dan Zack.


Nanda tersenyum licik dia menyentuh tangan suaminya "Jangan emosi mas, tenanglah masih ada aku. Apakah mbak Dinda ingin balas dendam karena kamu diam-diam menikah denganku? Aku tidak menyangka bahwa mbak Dinda akan serendah itu mas." ucap Nanda panjang lebar.


"Ya dia bahkan lebih rendah dari ja****lang" ucap Aryo masih menatap Dinda.


Aryo melihat Zack mengelus kepala Dinda dengan senang, dia semakin emosi karena sudah tidak tahan dengan pandangan tersebut. Dengan langkah lebar Aryo mendatangi meja Dinda dan Zack.


Grep


Aryo memegang pergelangan tangan Dinda, Dinda yang kaget tiba-tiba ada yang menyentuhnya dengan kasar langsung mendongak mas Aryo bersama siapa dia disini? Dinda segera mengedarkan pandangannya dan bersibobrok dengan Nanda.


Disaat dia dituduh yang bukan-bukan, suaminya justru bersenang-senang dengan madunya tanpa meminta maaf darinya atas kejadian di dalam mobil. Gumam Dinda di dalam hati, dia semakin hari memupuk rasa bencinya ke laki-laki yang berstatus suami dan madunya, ya meskipun dia memang masih mencintak suaminya tetapi kini tidak menggebu seperti dulu rasa cintanya.


"Dasar ******!! apakah seperti ini perilakumu diluar rumah?" ucap Aryo membuyarkan lamunan Dinda.


Dinda tersenyum sinis dan matanya berkabut, tentu saja sakit hati. Istri mana yang tidak akan sakit hati di sebut ja****lang padahal suaminya sendiri memelihara ja****lang.


"Kenapa tidak dijawab? benarkan ucapanku, kau mendekati tuan Zack karena hartanya? Dinda... Dinda... apakah uang yang aku beri selama ini untukmu kurang hingga kau menjadi ja*****lang?!!" ucap Aryo penuh emosi.


Brak


Dinda menggebrak meja, dan melepaskan pergelangan tangannya dari Aryo.


Plak Plak Plak


Bug bug bug


Dinda membabi buta menghajar Aryo, Nanda yang melihatnya shock dia segera menghampiri Dinda dan suaminya.


"Berhenti mbak, apa yang mau lakukan ke mas Aryo! Jika kamu mencintai laki-laki itu bercerailah mbak jangan menyakiti mas Aryo, dia sudah berusaha untuk menjadi suami terbaik untukmu" ucap Nanda memelas, ya dia ingin mengambil simpato dari pengunjung restoran.


Banyak karyawan dan pengunjung yang merekam dan menggunjingkan Dinda, bahwa dia tukang selingkuh.


"Apakah kamu puas?" ucap Aryo menjeda "Aku menjatuhkan talak padamu!!!!"


Jder


Nanda tersenyum senang, jangan lupa Zack dia orang paling bahagia. Karena setelah Dinda lepas dari cengkraman Aryo, dia akan membuat Aryo dan keluarganya hancur menjadi gelandangan bahkan lebih rendah dari gelandangan.


"Baiklah, aku terima talakmu! tapi perlu kau tau Aryo kau mengataiku ja****lang tidak berkacakah dirimu memelihara seorang ja*****lang sampai hamil? . Dinda langsung menatap Nanda dengan tajam.


"Bahkan aku jauh lebih terhormat daripada wanita yang mengandung itu? aku istri sah dan dia hanya pela*****kor! Satu lagi kau memberikan perawatan baju dan tas mewag tetapi memakai uangku Aryo!!!! Dan kau wanita sundal lepaskan seluruh barang-barang yang ada di badanku sekarang!!!!! itu semua milikku, mereka memakai uangku!!!" ucap Dinda menggebu-gebu



*dasar wanita dan pria tidak tau malu, mereka berselingkuh menggunakan uang istri sahnya*


*mereka menjijikkan*


*bagus cantik ceraikan saja sekalian*

__ADS_1


Ucapan pengunjung menjadi memojokkan Nanda dan Aryo, jangan ditanya bagaimana wajah Nanda saat ini malu, marah, kesal. Dia tidak menyangka Dinda akan seberani ini, padahal yang dia tau Dinda hanya diam saja meskipun di caci maki oleh mertuanya.


"mohon maaf pak, saya tidak bisa menemani anda" ucap Dinda kepada Zack yang kemudian pergi. Zack hanya menatap punggung wanitanya dia bersumpah akan membuatnya selalu bahagia dan tidak menangis.


Kini tatapan Zack beralih ke Nanda, Nanda yang di tatap oleh Zack menjadi gemetar kenapa tatapannya sangat menyeramkan gumam Nanda. Kini Zack menatap Aryo yang ling lung bagaikan orang kehilangan setengah nyawa dasar bodoh membuang berlian demi batu kali.


...🌈🌈...


Dinda yang masuk rumah tanpa menyapa kedua mertuanya, dia hanya melewatinya yang masih diselimuti rasa marah, kecewa, dan sakit hati setelah kejadian di restoran tadi.


Brak


Kedua orang tua Aryo terjingkat kaget.


"Kenapa Dinda mah?" tanya Ridwan


"Ya mana mama tau mah, menantu tidak ada sopan-sopannya. Jelas-jelas ada orang tua disini dia tidak menyapa. Berbeda dengan Nanda yah" ucap Intan.


Ridwan hanya diam, dia melihat Dinda akhir-akhir ini sudah mulai berubah dingin sikapnya. Jangankan menyapa, tersenyum saja enggan.


Ridwan merasa bersalah terhadap Dinda, tetapi dia tidak ada kuasa jika istrinya sudah bersikukuh terhadap keputusannya, terlebih perusahaan pamannya mengalami masalah keuangan Ridwan tidak mau jika harus menanam modal untuk perusahaan kecil tersebut.


Tak berselang lama Nanda dan Aryo masuk, Intan yang melihan anaknya babak belur segera menghampirinya.


"Ya ampun Aryo kenapa dengan wajahmu?" ucap Intan "Bibi ambilkan kotak obat" teriak Intan pada pembantunya


"Iya nyah"


"Tadi mas Aryo di pukul mbk Dinda mah" terang Nanda


"APA!!!" ucap Indan dan Ridwan bersamaan.


"Kenapa bisa Nanda?" tanya Ridwan, yang dia tau menantunya Dinda tidak akan marah jika tidak dimulai.


"Begini ceritanya mah.. pah" Nanda menceritakan dari awal sampai akhir, dan tidak ada yang di tutup-tutupi karena masih ada Aryo dia menceritakannya secara jujur. Dia ingin Aryo selalu percaya padanya bahwa dia tidak pernah berbohong.


...🌈🌈...


Waktu terus bergulir, tidak terasa kini usia kandungan Nanda sudah 9 bulan dan akan segera melahirkan.


Dinda yang baru bangun kaget karena waktu sudah menunjukkan pukul 06.30, dia terburu-buru karena sudah terlambat ke Rumah Sakit X.


Cklek


Secara bersamaan Nanda dan Dinda membuka pintu kamar, karena kamar mereka hanya bersebelahan.


"Mbak mau pergi bekerja?" tanya Nanda


"Hem" jawab Dinda dingin dia sudah malas menanggapi ular kadut itu.


"Mbak kenapa selalu dingin terhadapku, bagaimanapun mbak sebentar lagi juga akan menjadi ibu?" ucap Nanda yang kini sudah di hadapan Dinda.


"Aku tidak merasa sedang hamil" ucap Dinda


"Mbak aku sebentar lagi akan melahirkan anak mas Aryo, anakku juga akan jadi anak mbk Dinda juga" Ucap Nanda


"Heh? jangan mimpi, aku tidak sudi menganggap anakmu dan Aryo juga anakku" ucap Dinda sarkas


Nanda mengepalkan tangannya tentanf ucapan Dinda.


"Sudahlah aku mau berabgkat kerja dulu, sudah terlambat"


"Mbak"

__ADS_1


Nanda memegang pergelangan Dinda, dia melihat Aryo yang berjalan ke arah meja makan dan...


Nanda!!!!!! seru Intan dan Dinda


Nanda sudah terkapar dan bersimbah darah di lantai satu.


Pyar


Gelas kopi yang Aryo pegang terjatuh, dia segera berlari ke arah Nanda.


"Honey.. honey bangun" "ayahhhhhh segera siapkan mobil" teriak Aryo


Ridwan segera menyiapkan mobil untuk membawa Nanda ke Rumah Sakit.


Dinda mendekat "mas segera gendong Nanda" ucapnya gemetar.


"Ini semua gara-gara kamu, jika ada sesuatu dengan cucuku kamu akan saya laporkan ke polisi" ucap Intan


Dinda mendongak "Dinda tidak mencelakai Nanda mah" ucap Dinda


"Jangan panggil aku mama, mulai hari ini kamu saya haramkan menyebut saya mama. Kamu pikir aku tidak melihat kamu dan Nanda yang mengobrol di depan tangga hah!!!! Kamu mendorong Nanda karena kamu irikan sebentar lagi Aryo memiliki anak, sedangkan kamu?? wanita ma*****dul" ucap Intan panjang


Aryo yang mendengar ucapan ibunya hanya diam, dia memandang Nanda yang pucat kemudia memandang Dinda. Dinda sudah mendorong Nanda dan mencelakai anaknya.


"Dinda setelah ini saya akan urus surat perceraian kita, kamu saya talak talak talak" ucap Aryo yang kemudian menggending Nanda ke mobil dan pergi dengan ayahnya.


Intan tersenyum bahagia karena sudah melihat Aryo menjatuhkan talak 3x itu artinya Dinda dan Aryo tidak akan bisa bersama lagi, kecuali Dinda menikah dulu dan bercerai lagi.


Dinda yang masih shock dengan ucapan Aryo masih terpaku di tempatnya.


Apakah mas sadar dengan menjatuhkan talak terhadapku 3x?


Air matanya menetes tanpa permisi, pundaknya naik turun. Intan melihatnya hanya diam, dia segera pergi dan akan menyusul anak dan suaminya.


Pembantu yang dijadikan mata-mata melaporkan semuanya ke sekertaris Lin.



...🌈🌈...


Di cina


"Selamat siang tuan dan nyonya Chen" ucao Lin membungkuk


"Ya Lin, duduklah nak" ucap Nyonya Chen, nyonya Chen sudah menganggap Lin adalah putranya karena hanya memiliki satu anak yaitu Dinda, terlebih setelah pertengkaran ayah dan anak tersebut. Kehidupan nyonya Chen sepi.


"Terima kasih, saya ingin melaporkan berita dari nona muda"


"Berita apa Lin?" ucap tuan Chen


Lin melaporkan seluruh kejadian, bahkan Aryo yang menjatuhkan talak dan cerai terhadap Dinda.


Nyonya Chen yang akan selalu menangis ketika mendengarkan kabar Dinda, kini semakin menangis. Sedangkan tuan Chen terlihat tenang, karena dia sudah memprediksi hal ini.


"Papa ayo pa kita jemput anak kita... hikss... Mama tidak kuat lagi Pah" ucap Nyonya Chen


"Baiklah mari kita jemput putri kesayangan kita Mah" Ucap Tuan Chen memeluk istrinya


"Lin persiapkan segalanya dan urus perceraian mereka dengan cepat, aku tidak mau putriku semakin menderita" intruksi Tuan Chen terhadap Lin


"Baik tuan" ucap Lin membungkuk dan meninggalkan sepasang suami istri tersebut


...🌈🌈...

__ADS_1


Hallo, semoga puas ya teman-teman


1.500 kata 😁


__ADS_2