Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 76


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Hari-hari terus berlanjut, Intan belum. menyerah untuk meminta maaf pada Dinda.


Meskipun penuh dengan kepalsuan, akan intan lakukan untuk hidup yang lebih nyaman. Dia sudah tidak kuat hidup serba kekurangan.


Seperti hari ini, Intan datang ke mansion Dinda. Dia telah berdiri di depan pagar nerharap Dinda mau menemuinya.


Jika hari-hari biasanya dia hanya mendapatkan penolakan, hari ini dia berjarap dapat meruntuhkan hati Dinda.


Dinda menghela nafas panjang, lagi dan lagi Intan pagi-pagi buta sudah mengjadang dirinya di depan pagar.


Zack yang melihat istrinya tengah menatap layar kecil di dekat pintu mendekat, dia melihat Intan di tampilan layar tersebut.


"Kenapa hem?" Tanya Zack


Dinda membalikkan badan dan memeluk tubuh kekar suaminya.


"Sudah tidak usah di pikirkan, biarkan dia berdiri sampai kakinya pegal." Lanjut Zack.


Dinda menceritakan kejadian di swalayan tanpa ada yang dia tambahi dan kurangi, dia jg bercerita bagaimana perjuangan Intan yang selalu datang ke mansion mereka.

__ADS_1


Zack mendengarkan dengan seksama, agar tau apa yang tengah di rencanakan oleh mereka.


"Apa kamu sudah memaafkan mereka?" Tanya Zack dengan menyelipkan anak rambut di telinga Dinda.


"Hem, fifty-fifty." Jawab Dinda ambigu.


"Kalau begitu ayo kita temui wanita tua itu, apa keinginan sebenarnya." Jawab Zack.


Segera Zack menelfun bagian penjaga gerbangnya, penjaga yang menerima intruksi Zack segera mengangguk dan mendekat ke arah Intan.


"Nyonya, silahkan masuk." Ucap penjaga


Intan senangnya bukan main, akhirnya dia dapat bertemu Dinda dan akan bersandiwara sebaik mungkin.


Intan masuk dengan mengikuti penjaga rumah Dinda, dia takjub dan mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan tersebut.


Jelas banyak guci, piring-piring antik, dan pajangan yang lainnya dengan nilai fantastis.


Bahkan jika dulu dirinya masih kaya untuk membeli barang-barang yang ada di dalam mansion ini, dia akan berfikir dua kali.


Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah Intan, segera Intan mengalihkan pandangannya ke sumber suara.

__ADS_1


Terlihat sepasang suami istri, yang sudah duduk di hadapan Intan.


"Ada apa Nyonya, pagi-pagi datang kemari?" Tanya Zack


"Em, maaf jika aku menganggu waktu kalian. Aku kesini hanya ingin meminta maaf dengan Dinda dan mengantarkan makanan kesukaan Dinda" Ucap Intan dengan menunjukkan rantang yang sudah ada di sebelahnya.


Dinda menghela nafasnya, sudah jelas di swalayan dia tidak ingin berhubungan dengan keluarga mantan suaminya lagi.


"Baiklah kami terima, terima kasih sudah memperhatikan istriku. Tetapi lain kali tidak perlu, karena sudah banyak pelayan yang akan memasakkannya." Jelas Zack dengan tenang.


Intan yang mendapatkan jawaban sedikit menohok dirinya hanya mengumpat dalan hati, "Iya aku tau, tapi bagaimanapun dulu Dinda pernah menjadi menantu saya. Saya tau apa yang dia suka dan tidak suka." Jawab Intan dengan tersenyum.


Zack berdecak kesal, apa wanita tua ini pikir dirinya tidak memahami istri kesayangannya.


"To the point saja, apa makhsud Anda datang kemari?" Tanya Dinda datar.


Intan langsung bersimpuh lagi di depan Dinda seperti di swalayan tempo lalu, Intan mengeluarkan air mata kadalnya.


Dengan sesenggukan dia meminta maaf kepada Dinda, banyak ucapan penuh penyesalan yang meluncur dari bibir beracun itu.


Zack hanya mengangguk, dan Dinda akhirnya memaafkan mantan mertuanya. Dia membawa Intan agar duduk lagi di sofa.

__ADS_1


Intan langsung meneluk Dinda, di belakang punggung Dinda. Wanita tua tersebut sudah merencanakan sesuatu.


__ADS_2