Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 13


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Waktu terus bergulir, hubungan Dinda dan Aryo semakin renggang seakan ada dinding tebal yang mereka ciptakan. Sedangkan Nanda sudah beberapa hari ijin dari tempat kerja karena dia mengalami morning sicknes yang cukup parah.


Seperti pagi hari ini Nanda dengan langkah gontai berjalan ke arah meja makan, meskipun dia muntah-muntah dia tidak ingin membiarkan Dinda dan Aryo sarapan berdua.


"Honey, are you okey?" Tanya Aryo yang kemudian mendekat ke Nanda karena wajahnya pucat.


"Hem... aku lemes banget sayang. Rasanya tenggorokanku pahit dan sakit. " Jawab Nanda yang memeluk suaminya. Nyaman itu yang dirasakan Nanda.


"Kemarilah dan duduk, aku buatkan teh hangat agar perutmu nyaman." Ucap Dinda, selama Nanda mengalami morning sicknes Dindalah yang menyiapkan segala sesuatu mereka bertiga, tentunya tidak sampai ke urusan pribadi masing-masing.


"Iya mbak, terima kasih." Jawab Nanda yang masih bersandar di dada suaminya. Nanda sebenarnya tidak membenci Dinda, dia merasa memiliki sorang kakak karena selama ini dia hidup sebatang kara dan tinggal di panti asuhan.

__ADS_1


"Ya, mas segeralah duduk dan sarapan." Ucap Dinda, yang menyiapkan makanan untuk Aryo.


Mereka duduk dimeja dengan tenang. Dinda yang melihat perilaku Nanda yang manja terhadap suaminya sudah biasa, karena setiap hari Nnda selalu menempel pada Aryo. Bahkan sudah hampir seminggu Aryo tidak tidur bersama Dinda karena madunya sering menangis tengah malam jika Aryo tidak ada di sampingnya.


****


Dinda sudah sampai di Rumah Sakit, dia berjalan menuju ruangannya. Banyak yang menyapanya karena dia terkenal dokter yang ramah dan murah senyum.


"Selamat pagi Santi." Ucap Dinda yang masuk ke ruangannya dan menanggalkan tas dan blezernya.


"Ada apa kau senyum secerah mentari pagi ini?" Tanya Dinda dengan mempersiapkan peralatan medisnya.


"Dokter apa tidak tau, kalau Rumah Sakit kita akan berganti direktur yang baru?" Tanya Santi yang menyodorkan beberapa lembar hasil pemeriksaan pasien.

__ADS_1


"Hemm... aku tidak tau akan secepat ini. Sepertinya baru beberapa hari lalu diadakan rapatnya bukan?" Tanya Dinda dengan membaca lembar pemeriksaan pasien.


"Iya tapi karena kondisi direktur kita yang lama sudah tidak memungkinkan untuk memimpin dok... apa dokter tau dengan kabar burung yang beredar di Rumah Sakit, kalau direktur kita yang sekarang itu masih muda dan tampan. Pasti dokter pernah bertemu dengannya, karena dia juga ikut dalam peresmian Rumah Sakit Anak di Makassar. Dia donatur terbesar." Ucap Santi yang menjelaskan ke Dinda dengan senyum-senyum membayangkan wajah direktur barunya.


"Aku tidak terlalu memperhatikannya San, semoga Rumah Sakit kita ini semakin baik dalam kepemimpinannya." Jawab Dinda.


"Ck, tentu saja dokter Dinda tidak memerhatika. Karena bagi dokter hanya dokter Aryo yang paling tampan." Ucap Santi dengan tertawa kecil karena mereka pasangan dokter yang banyak membuat iri orang di Rumah Sakit ini.


Dinda yang mendengarkanbga hanya tersenyun kecut, itu duku sebelum suaminya memiliki istri lain. Saat ini dia masih belajar untuk menerima pernikahan kedua suaminya, meskipun dia ingin menolah keras kenyataan yang ada. Dia tidak ingin anak yang tidak berdosa akan menjadi korban dari keegoisan orang dewasa.


****


Maaf teman-teman tidak bisa crazy up.

__ADS_1


baru sibuk di dunia nyata.


persiapan Try Out kelas 12 😭😭


__ADS_2