
Harap tenang, alur cerita maju-mundur cantik, ada yang masih ingat disebut apa alur cerita maju kemudian di tengah-tengah cerita menceritakan masa lalu (alur mundur) ??? 😬
Ini bukan cerita ikan terbang yaa 😭 tapi vibesnya hampir2 yak 😖
Happy Reading 🌹🌹
"Sayang besok pukul 9 pagi aku akan rapat dengat perusahaan Pratama" ucap Dinda
"Apa kamu sudah siap bertemu dengannya?" jawab Zack.
"Siap tidak siap harus siap bukan, apalagi setelah kita mempublikasikan hubungan kita aku yakin akan banyak yang mendekat ke arah kita" jelas Dinda
"Baiklah, aku akan menyusulmu ketika makan siang Baby" ucap Zack
...🌈🌈...
Kini Zack dan Dinda sudah duduk di mobil untuk menuju perusahan Biming Corp, semenjak tuan Chen dan istri terbang ke Indonesia tahun lalu dia membeli perusahaan yang sudah pailit dan dirombak tidak kalah megah dengan perusahaan utama di Cina.
"Baby apakah Santi tidak pulang bersmamu? tanya Aryo
Semenjak kepulangan Dinda ke Cina selama satu bulan lamanya, Aryo menemui Santi asistennya selama di Rumah Sakit. Dia menceritakaan keadaan Dinda dan Santi setuju untuk dikirim ke Cina dan belajar untuk menjadi asisten Dinda yang akan memimpin perusahaannya kelak.
"Santi sudah pulang dua hari sebelum aku Beib, dia bahkan sudah menungguku di kantor" jelas Dinda
"Baiklah, jika Santi belum kembali aku akan meminjamkan Niko untukmu" ucap Zack dengan kekehannya
"Ishh, asisten konyolmu itu hanya membuat kepalaku pusing" ucap Dinda
Ya memang terkadang Niko suka menjawab tanpa berpikir terlebih dahulu. Hingga membuat orang naik darah dengan jawabannya.
Kini mobil Zack sudah sampai diperusahaan Dinda.
"Apakah perlu aku antar sampai ruangamu?" tanya Zack
"Tidak perlu sayang, apakah kamu lihat Santi sudah siaga di depan pintu" ucap Dinda dengan mengarahkan pandangannya ke arah asistennya sekaligus sahabatnya
"Ck, dasar posesive" gerutu Zack
Semenjak Santi dilatih menjadi orang kepercayaan keluarga Biming dia juga ikut berubah bukan hanya dri sifatnya yang menjadi posesive tetapi paras dan fisiknya semakin cantik meskipun terkadang agak lola.
"Hahah, sama sepertimu tuan. Baiklah sampai ketemu nanti siang sayang. Cup" jawab Dinda memberikan kecupan ke bibir Zack dan membuka mobilnya.
Sedangkan Zack mematung, dan tersenyum lebar sambil memegang bibirnya. Meskipun bukan pertama kali Dinda berinisiatif untuk menciumnya terlebih dahulu, tetapi tetap selalu berkesan bagi seorang Zack Alexander.
...🌈🌈...
Pyar
__ADS_1
"DARIMANA KAMU SELAMAM!!!! " ucap Aryo menggelegar di kamarnya dengan membanting vas bunga yang ada di meja rias Nanda.
"Sudah aku bilang, aku hanya pergi keluar dengan teman-temanku mas. Dan aku tidak sengaja tertidur di apartemennya" ucap Nanda yang kini tengah bergetar dia tidak menyangka jika Aryo akan berangkat kerja agak siang, biasanya ketika dia pulang suaminya sudah berangkat dan kedua mertuanya belum bangun tidur.
Aryo mencengkram pipi Nanda "JIKA SAMPAI KAMU BERBOHONG AKAN AKU BUANG KAMU!!" Aryo menghempaskan Nanda hingga tersungkur dan pergi meninggalkannya untuk berangkat ke kantor.
Nanda melihat kepergian Aryo dengan tatapan tajam sebelum aku kamu tendang akan aku kuras seluruh hartamu mas sebentar lagi aku akan hidup bahagia dengan ayah biologis anakku.
Sedangkan di ruang tengah Mama Intan yang melihat Aryo marah langsung mendekatinya "Ada apa Aryo kenapa kalian bertengkar di pagi hari?" tanya Intan
"Mah, Nanda malam tadi tidak pulang. Bahkan dia sering keluar tengah malam, aku sudah muak dengan tingkah lakunya" jelas Aryo
"Tidak mungkin Aryo, mama tau sendiri ketika mama dan ayah mau tidur Nanda menidurkan anak kalian dan tidak pernah keluar kamar lagi" jelas Intan
"Sudahlah, percuma bicara dengan mama. Jika Nanda masih seperti itu aku akan menceraikannya" ucap Aryo yang kemudian pergi.
Mood Aryo pagi ini sudah rusak, sebenarnya dia malas untuk berdebat dengan Nanda. Tetapi kali ini sudh keterlaluan sebagai seorang istri dan ibu Nanda sama sekali tidak bertanggung jawab.
Dia mendesah kasar "Rik, blokir seluruh kartu ATM milik Nanda" peritah Aryo
"Semuanya tuan? Apa anda yakin? tanya Riko memastikan, karena selama ini Aryo selalu menuruti permintaan Nanda meskipun istri tuannya itu lebih suka berfoya-foya diluar.
"Ya, dan satu lagi. Tempatkan seseorang untuk memata-matainya, aku sudah muak dengannya"
"Baik tuan"
...🌈🌈...
"Apakah kamu yakin akan menemuinya mbak?" tanya Santi
"Tentu saja, kita akan segera memulai permainannya" jawab Dinda
"Baiklah, tapi mbak harus tetap berhati-hati jika ular kadut dan mak lampir itu tau pasti mereka akan mencoba mencelakai mbak Dinda lagi" jelas Santi yang khawatir dengan keselanatan Dinda kedepan
"Tenang saja, kita akan bermain dengan mereka semua. Pasti menyenangkan" jawab Dinda tersenyum miring.
Santi yang melihatnya hanya menelan salavinanya susah payah, dan hatinya berdebar-debar. Apa yang akan Dinda perbuat dengan keluarga itu.
"Oiya siapka semua untuk acara rapat kita nanti denga perusahaan Pratama. Mari kita bersiap-siap untuk memulai pemanasan" jelas Dinda.
...🌈🌈...
PT. Farma
Zack berusaha mengerjakan berkas-berkas yang menggunung dimejanya dengan cepat dan teliti, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan calon istrinya.
"Tuan apakah ada berita yang membahagiakan? Tanya Niko yang heran melihat bosnya sedari masuk perusahaan hingga sekarang dengan wajah yang berseri-seri.
__ADS_1
"Hem, Dinda sudah datang ke Indonesia Nik" jelas Zack
"Hah? benarkah tuan?"
"Ya, nanti siang aku akan makan siang dengan Dinda. Kau ikutlah bersamaku" ucap Zack
"Baik tuan" ucap Niko dengan senyum menyeringai.
Hayoloh Niko mau ngapain? 😯
...🌈🌈...
Aryo dan Riko menuju ke restoran untuk rapat dengan perusahaan Biming.
"Tuan kita sudah sampai" ucap Riko
Aryo dan Riko melangkah menuju ke restoran tersebut.
"Adakah yang bisa kami bantu tuan?" tanya salah satu pelayan restoran
"Kami ingin rapat dengan perusahaan Biming" jawab Riko
"Baiklah tuan, silahkan ikuti saya ke ruang VIP yang sudah di pesan oleh perusahaan Biming"
Mereka berjalan dengan seorang pelayan didepan untuk menunjukkan arah.
"Silahkan masuk tuan, jika ada yang ingin dipesan silahkan pencet tombol di samping meja"
Pelayan tersebut undur diri, kini duduklah Aryo dan Riko.
"Rik, kamu tidak salah jam rapatnya bukan?"
"Tidak tuan, benar pukul 9 pagi ini."
"Baiklah kita tunggu, ini sudah lebih 5 menit" jelas Aryo
Tak... tak... tak
Suara sepatu hak tinggi melangkah mendekati ruang VIP tersebut.
"Maaf saya terlambat" ucap wanita tersebut.
Aryo dan Riko menoleh ke sumber suara, mereka tercengang, rasanya kelu untuk menjawabnya dengan melihat wanita yang kini tengah berdiri di ambang pintu ruangan VIP tersebut.
Cantik gumam keduanya.
...🌈🌈...
Autor lanjut setrika dulu ya 😛
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke novel satunya yaa, akan aku sering up 😍