Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 72


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Nanda memandang penuh kesedihan ke arah tubuh anaknya yang sudah tidak bernyawa, dia tidak bisa berbuat banyak karena tangannya telah di ikat oleh salah satu anak buah mafia tersebut.


"Kalian memang be*de*bah!!! Kalian tega membunuh anak kecil!" Teriak Nanda pada ketua mafia tersebut.


Sang ketua mafia dan anak buahnya hanya menertawakan pertanyaan konyol yang terlontar dari bibir Nanda.


Bagi seorang mafia tentu saja suatu hal yang biasa membunuh orang, jangankan anak kecil. Bahkan mereka tidak segan-segan membedah tubuh manusia untuk di ambil organ dalamnya.


"Pertanyaanmu sungguh lucu nona, bahkan saat ini juga aku bisa membedah tubuh kecil itu." Jawab sang ketua Mafia.


"Breng*sek!!! Jangan pernah tangan kotormu menyentuh tubuh anakku!!" Seru Nanda.


"Cih, apa kau pikir dirinu suci hah! Seharusnya kalian berterima kasih kepadaku. Aku sudah berbaik hati menolong kalian." Jawab ketua mafia itu dingin.


Candra yang sedari tadi hanya diam, kini dia sudah menyorokan senjata api ke arah ketua mafia tersebut.


Dengan segera seluruh anak buahnya mengarahkan senjata api mereka ke arah Candra.


"Jangan bergerak!" Seru Candra.


Dengan segera tangan satunya Candra membuka ikatan tangan Nanda.

__ADS_1


"Pergilah ke dermaga Nanda disana sudah ada kapal yang menunggu, cepat lari!!" Seru Candra pada Nanda.


Tanpa berpikir lama, dengan segera Nanda berlari keluar dari area hutan dan menuju dermaga untuk menaiki kapal.


Dia terus berlari bahkan terdengar suara senjata api yang memekakkan keheningan disana, air mata luruh dari mata Nanda.


Aku akan membalas kalian, semua ini karena Aryo dan Dinda!! Jerit Nanda dalam hati.


...**...


Kini Aryo telah berdiri di depan gerbang yang menjulang tinggi.


"Permisi Pak, apakah Dinda ada di rumah?" Tanya Aryo pada penjaga.


"Em, saya belum memiliki janji Pak, tapi saya adalah teman Dinda." Jawab Aryo


"Maaf Tuan, jika belum memiliki janji. Tuan tidak dapat masuk." Jelas penjaga pada Aryo.


"Pak, bisa telfunkan Dinda. Bilang saja Aryo ingin menemuinya." Jawab Aryo yang belum menyerah.


"Baik, tunggu sebentar."


Segera penjaga tersebut menelfun kedalam mansion, sambungan telfun itu langsung di angkat oleh Zack.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanyanya tajam.


"Maaf Tuan Zack, diluar gerbang ada laki-laki yang bernama Aryo. Dia mengatakan bahwa teman Nyonya Dinda ingin bertemu dengan Nyonya." Jelas penjaga tersebut kepada tuan rumah.


"Kami tidak menerima tamu bernama Aryo, usir saja dia." Perintah Zack pada penjaga.


"Baik Tuan."


Segera penjaga tersebut menghampiri Aryo yang sudah berdiri sejak tadi.


"Maaf Tuan, Tuan Zack tidak memperbolehkan Anda masuk." Jelas penjaga tersebut kepada Aryo.


"Pak saya mohon, sekali ini saja. Saya hanya ingin menengok bayi Dinda dan Zack saja." Ucao Aryo memohon pada penjaga.


"Maaf Tuan, saya tidak berani. Silahkan pergi." Usir penjaga kepada Aryo.


"Baiklah Pak, saya menitipkan ini saja. Serahkan kepada Dinda." Jawab Aryo dengan menyerahkan parcel dan kado yang sudah dia bawa.


Buah tangan dari Aryo diterima oleh penjaga tersebut, dengan langkah gintai Aryo meninggalkan mansion tersebut.


Sedangkan Zack hanya menonton Aryo dari layar komputer yang dia hubungkan dengan CCTV di depan pagar mansionnya.


Zack yang tengah bermain dengan istri dan putranya, turun ke lantai dasar untuk mengambilkan Dinda camilan.

__ADS_1


Karena semenjak hamil dan menyusui, istrinya tersebut selalu merasa lapar dan lapar. Karena apapun yang di makan oleh Dinda juga dimakan oleh putranya.


__ADS_2