Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 75


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Terlihat Nanda tengah mondar mandir di dalam kamar kontrakan kecilnya, dia terus berfikir dengan menggigit-gigit ibu jarinya.


"Ayolah, berfikir. Pekerjaan apa yang cepat menghasilkan uang." Gumam Nanda.


"Ah, baiklah hanya itu satu-satunya cara agar aku cepat mendapatkan uang yang banyak." Ucap Nanda lagi.


Dengan segera Nanda melangkahkan kakinya ke sebuah toko pakaian dalam wanita dan juga toko kosmetik.


Nanda membelanjakan uangnya membeli gaun malam yang sexy dan berdandan yang cantik, tidak lupa dia membeli beberapa pengaman dan parfum yang dapat menaikkan libido lawan jenis.


Malam makin larut, terlihat Nanda sudah siap dengan pekerjaan barunya. Dia akan pergi ke club malam untuk mencari mangsa.


Tanpa perantara dari mucikari, Nanda mencoba peruntungannya malam ini.


Disisi lain, tengah terlihat Zack dan Niko di dalam ruangan club malam.


Zack menggerutu kesal, seharusnya malam seperti ini dia sudah memeluk istri dan anaknya di atas kasur.


Tetapi apa yang dilakukannya saat ini, Zack tengah menemui client-nya dari Amerika untuk menemaninya minum.


"Tuan Zack, apakah Anda tidak suka dengan minumannya ?" Tanya client tersebut.


"Oh, bukan. Saya sudah lama tidak minum." Jawab Zack.

__ADS_1


Client tersebut mengangguk-anggukkan kepalanya "Apakah Anda tidak tertarik dengan wanita-wanita cantik disini tuan?" Tanya clientnya lagi.


"Tidak, Saya lebih memilih berduaan dengan istri saya." Jawab Zack setenang mungkin.


"Hahaha, Tuan Zack. Istri kita dirumah tidak akan tau kesenangan kita, bukankah lebih tertantang dengan mencoba hal-hal yang baru."


Zack mengepalkan tangannya, Niko yang melihat kemarahan bosnya mencoba menenangkan emosi yang sebentar lagi akan keluar.


"Iya Tuan, tetapi saya tidak menyukai wanita murahan untuk naik ke atas ranjangku." Jawab Zack sengan smirk.


Client tersebut mensengus kesal, secara tidak langsung dia menghinanya. Karena membiarkan wanita-wanita malam naik ke atas ranjangnya.


Dilantai dasar club tersebut, sudah ada Nanda yang tengah duduk di depan meja bartender dengan minuman yang sudah dia pesan sebelumnya.


Seorang laki-laki berbadan buncit, dan sudah terlihat hampir botak mendekatinya.


"Cantik, apa kau mau main denganku."Tanya pria tersebut yang sudah duduk di samping Nanda dan mengelus paha putih itu.


"Aku biasa bermain dengan pria yang memiliki banyak uang dan kekuasaan." Jawab Nanda cepat dan menyingkirkan tangan keriput itu dari atas paha mulusnya.


"Hahaha, tentu saja aku memiliki banyak uang. Aku adalah CEO perusahaan tekstil." Jawab pria tersebut.


"Apa kau mampu menbayarku 500jt?" Tanya Nanda menantang. Dia berfikir pria tersebut tidak akan mampu membayarnya sebesar itu.


"Tentu saja, bahkan akan aku beri bonus. Jika kau mau menjadi simpananku." Jawab pria tersebut.

__ADS_1


"Buktikan." Jawab Nanda.


"Baiklah, berikan aku nomor rekeningmu." Tanya pria tersebut.


"Aku tidak suka berbau uang digital, beri aku uang cash saat ini juga." Tantang Nanda, bagaimana mungkin Nanda akan membuka rekening.


Nanda sadar, jika dia adalah tahanan yang kabur dari penjara. Berkat bantuan mafia.


Jika sampai Nanda membuka rekening, otomatis polisi akan tahu keberadaannya.


"Baiklah cantik, akan aku suruh asistenku untuk mengambilkan uangnya saat ini juga. Ikutlah dengaku ke kamar paling atas." Ucap pria tua itu.


Nanda berdiri dari duduknya, dan berjalan beriringan dengan pria tersebut untuk menuju kamar paling atas.


Kini Nanda sudah berada di kamar yang disediakan club tersebut, sebuah koper cukup besar berisi uang 600jt sudah ada di meja tersebut.


Mata Nanda berbinar melihatnya, dia sudah banyak menyusun rencana untuk memanfaatkan uang dalam koper itu.


"Bagaimana sayang, di dalam koper itu ada uang 600jt cash." Ucap pria tua tersebut.


"Baiklah, aku akan melayanimu." Ucap Nanda senang.


"Oh, tentu saja kau harus memuaskanku. Jadilah simpananku maka aku akan memenuhi kebutuhanmu." Ucap pria tua itu lagi.


"Baiklah, asal kau menjamin kehidupanku tidak masalah." Jawab Nanda yang sudah duduk menyilangkan kakinya.

__ADS_1


Pria tersebut dengan tergesa-gesa melepas pakaian yang melekat pada tubuh tambuhnya, dia sudah tidak sabar mencicipi menu yang sudah tersaji di depannya.


Suara-suara ghoib memenuhi ruangan tersebut, deru nafas yang saling berlomba untuk mengambil oksigen sebanyak mungkin, hentakan yang kiat cepat dan di akhiri suara panjang penuh kepuasan.


__ADS_2