
...Sesajennya jangan lupa teman...
Happy Reading 🌹🌹
Selama perjalanan Aryo hanya diam, dia marah dengan Nanda karena ulahnya di pusat perbelanjaan.
Nanda yang melihat suaminya menundukkan kepala, dia sedang berfikir bagaimana agar Aryo bisa memaafkannya lagi.
Sedangkan Abel, bayo cantik itu terlelap di kursi belakang mobil mereka.
Mobil sudah memasuki pekarangan rumah orangtua Aryo.
Brak
Dengan kencang Aryo menutup pintu mobilnya, Nanda saling mremaz tangan dan menggigit bibir bawahnya.
Nanda sudah menidurkan Abel di kamarnya, kini dia berjalan untuk menyusul Aryo di kamar mereka.
Cklel
"Apa kamu puas?" tanya Aryo dengan menatap tajam istrinya
"Ma... maaf mas," cicit Nanda, yang kini sudah bergetar dan berkeringat dingin.
"Maaf... maaf... maaf!!! Aku muak dengan kata maafmu!" seru Aryo bahkan suaranya sampai terdengar di luar kamarnya, karena Nanda belum sempat menutup pintunya.
Bruk
Nanda bersimpuh, dia menangis "Maafkan aku mas, aku terbawa emosi karena melihatmu dan mantan istrimu." ucap Nanda dengan diiringi suara sesenggukannya.
Aryo memijak pelipisnya, dan menghembuskan nafasnya kasar "Apa yang kamu pikirkan Nanda, tentu kami akrab. Karena perusahaan Ayah bekerjasama dengan perusahaan Biming, orangtua Dinda."
__ADS_1
Nanda membelalakkan matanya, dia menatap tidak percaya ke arah suaminya jika perusahaan saling bekerjasama pasti mereka sering bertemu bukan? si*al rencanaku bisa gagal sebelum berhasil. Kata Nanda didalam hati.
Ditempat lain, lebih tepatnya mansion Dinda. Tengah berkumpul dua keluarga inti dari Biming dan Alexander.
Mereka akan menyelenggarakan pernikahan Dinda dan Zack dengan segera, terlebih Ibu Zack sudah sangat menginginkan cucu dari anak tunggalnya tersebut.
"Baiklah dua Minggu lagi kita langsungkan acara pernikahannya," Ucap Ayah Zack
"Iya saya setuju, lebih cepat lebih baik." Jawab Tuan Chen
"Nak, sampai hari H kalian tidak boleh bertemu dulu ya," Ucap Ibu Zack
Zack membelalakkan matanya, dia menatap Dinda memelas.
"Ibu, bagaimana bisa memisahkan aku dan Dinda?" Kata Zack dengan memasang wajah sesedih dan sesengsara mungkin.
Ibu Zack yang melihat tampang anaknya hanya mencebik kesal.
"Halah, udahlah Zack kamu hanya tidak bertemu Dinda kurang dari dua Minggu. Seteruskan kamu akan melihatnya sampai tua nanti." Jelas Ibunya
Dinda yang melihat kelakuan calon suaminya itu hanya tertawa kecil, dia tidak menyangka pria arogant dan dingin sepertinya memiliki sisi seperti itu.
Zack yang melihat Dinda tertawa mendelik kesal "Apa kamu bahagia Baby, tidak bertemu denganku?" Ucap Zack sewot.
"Tentu saja tidak tuan, aku akan pergi dengan para Mama menyiapkan segalanya." jelas Dinda dengan tersenyum.
Tubuh Zack lemas dan luruh di senderan sofa empuk itu, "Calon istriku di monopoli para Mama," Gumam Zack yang masih dapat didengar oleh orang-orang diruangan tersebut.
Seketika tawa mereka pecah, bahkan orangtua Zack sendiri belum pernah melihat kelakuan anak mereka seperti itu.
"Ayolah son, kau akan melihat Dinda sangat spesial di hari pernikahan kalian," Jelas Ayah Zack
__ADS_1
"Kenapa harus menunggu hari pernikahan, Dinda bahkan sudah sangat spesial saat ini Ayah. Lihatlah dia cantik meskipun tidak berdandan," Protes Zack pada Ayahnya.
Dinda yang mendapatkan sanjungan dari calon suaminya, tersipu malu. Sungguh dia inggin menenggelamkan dirinya kedalam perut bumi.
(Kita tinggalkan yang baru rembukan tuo)
Dirumah Aryo kini tengah berkumpul di ruang keluarga, kondisi Ridwan saat ini sudah jauh lebih baik.
"Aryo, carilah investor luar negri. Jika kita tidak mendapatkan investor tambahan akan di pastikan perusahaan kita akan gulung tikar dengan cepat," Kata Ridwan memulai pembicaraan.
"Iya Ayah, aku akan mencari investor setelah menyelesaikan proyek dengan perusahaan Biming," Jelas Aryo
Ridwan tersenyum "Aryo apa kamu tidak ada niatan untuk kembali dengan Dinda?" tanya Ridwan yang memandang ke arah Aryo.
Nanda yang mendengarkan mengalihkan pandangannya ke arah Ayah mertuanya, dia sungguh terperangah dengan ucapan Ridwan tersebut.
Respon Aryo? Tentu saja kaget, kenapa dia harus menikah kembali dengan Dinda?
"Kenapa Ayah bertanya seperti itu?" Kini bukan Aryo yang menjawab melainkan Nanda.
"Iya Ayah, kenapa Ayah bertanya seperti itu ke Aryo?" Kini mama Intan menambahi
"Mah, Dinda itu anak dari Chen Biming. Apa mama tahu jika perusahaan Biming itu sudah tersebar hampir seluruh dunia. Jika kita memiliki menantu seperti Dinda, bayangkan saja mah perusahaan kita juga akan dilirik oleh para investor dan pastinya Aryo yang akan memimpin Biming.Corp, karena setahu Ayah Tuan Chen hanya memiliki satu anak." Jelas Ridwan
Intan yang mendengar penjelasan dari suaminya menutup mulutnya karena kaget, dia tidak menyangka jika keluarga Biming sangatlah kaya.
Seketika otaknya berfungsi, dia membayangkan bagaimana kehidupan mewah yang akan dia jalani.
...🌈🌈...
PROMO NOVEL TEMAN
__ADS_1
MAMPIR YA KE NOVEL TEMANKU