Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 67


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Badan Dinda serasa panas, dan kepalanya pusing.


"Aryo, aku pamit pulang dulu, tiba-tiba aku tidak enak badan." Ucap Dinda yang berusaha mengumpulkan kesadarannya.


"Oh, baiklah. Apa perlu aku antarkan, sepertinya sekertarismu belum kembali." Jawab Aryo dengan tersenyum di dalam hati.


"Tidak usah, terima kasih." Jawab Dinda.


Aryo berjalan mendekati Dinda, dan menyentuh tangannya.


Badan Dinda bagaikan tersengat listrik, dia menginginkan sentuhan yang lebih.


"Apa kau mau bermain sebentar denganku?" Tanya Aryo dengan berbisik di telinga Dinda.


Dinda mendorong Aryo, dia mengigit bubir bawahnya hingga berdarah.


"Ayolah Sayang, kita memadu kasih seperti dulu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi Din." Ucap Aryo yang kini memeluk Dinda.


Sekuat tenaga Dinda memberontak, karena badan Dinda yang banyak bergerak membuat sesuatu dalam diri Aryo ingin di tuntaskan.


Aryo segera mendorong Dinda dengan perlahan di sofa restoran tersebut, karena ruangan yang mereka gunakan adalah VIP sehingga kursinya empuk dan ruangannya juga tertutup.


Kini Aryo sudah berada di atas Dinda, "Aryo!! menyingkirlah!" Ucap Dinda gerap.


Aryo hanya tersenyum, dia mengelus pipi Dinda. Dinda semakin blingsakan dengan sentuan Aryo.


Buk


"Brengsek!! Apa yang kau lakukan terhadap istriku!" Seru Zack dengan mata menyalang.


Aryo jelas kaget, bagaimana bisa Zack berada disini.


"Sa... sayang" Ucap Dinda terbata, tangannya sibuk mebuka kancing bajunya.


Zack yang melihatnya membelalakkan mata, dia menatap nyalang Aryo dan menghajarnya hingga terkapar tak berdaya.


Segera Zack menutup tubuh istrinya dengan jasnya, dan menggendongnya.


Dinda sudah menciumi seluruh wajah dan leher Zack.


"Oh, ****!! Aryo aku akan menghancurkanmu!" Geram Zack.


20 menit yang lalu.


Zack dan Niko berada di depan ruangan VIP yang di gunakan Dinda, ketika Santi di ajak keluar oleh Riko.


Zack dan Niko tidak melihatnya, karena tiba-tiba Zack mendapatkan panggilan telfun sedangkan Niko mengotak-atik email yang dikirimkan oleh client.


"Kenapa mereka lama sekali, apa yabg mereka bicarakan!" Gerutu Zack yang menunggu lama di luar ruangan.


"Mungkin mereka sedang membicarakn kerjasama yang baru tuan." Jelas Niko.


"Apa kau tau rencana Aryo hari ini?" Tanya Zack pada asistennya.

__ADS_1


"Tuan Aryo ingin melaporkan bahwa dirinya sudh bercerai dengan Nanda Tuan, selebihnya tidak ada." Jelas Niko.


Meskipun Zack dan Niko sudah menggerakkan anak buahnya untuk selalu mengawasi keluarga Pratama. Tetapi pikiran orang siapa yang dapat membacanya.


5 menit sebelum Zack menghajar Aryo.


"Tuan bukankah itu Santi?" Tunjuk Niko ke luar.


"Tapi Dinda tidak ada? Dimana dia?" Jawab Zack dengan mata tajamnya.


Zack segera berdiri dan menuju ruang VIP untuk tempat rapat tadi, matanya terbelalak. Posisi yang tidak lazim berada di depan matanya.


Zack segera menarik baju belakang Aryo dan menghajarnya. Dilihat istrinya jelas sudah di beri sesuatu membuat Zack gelap mata.


Kini Zack. membawa Dinda ke hotel, jika harus ke mansion tidak akan cukup waktunya.


Dengan segera Zack menggendong Dinda dan memesan kamar hotel. Selama perjalanan menuju kamar Dinda terus menciumi Zack bahkn kini kancing atas kemeja Zack sudah terbuka.


Zack segera membantu Dinda untuk membantunya untuk. menuntaskannya.


Sedangkan kini Aryo segera menuju ke perusahaannya, setelah Zack pergi membawa Dinda.


Niko hanya menatapnya tajam tanpa ingin membantunya.


"Bagaimana Riko, kau sudah menghubungi para investor?" Tanya Aryo dengan wajah cemas.


"Maaf Tuan, ternyata para investor sudah menjual saham mereka kepada Tuan Zack. " Jawab Riko dengan menunduk.


"Apa!! Lalu bagaimana ini Riko!! Investor yang paling besar memegang saham disini siapa? kita harus menemuinya." Ucap Aryo yang saat ini pikirannya buntu.


"Pemegang saham terbesar adalah Tuan Zack." Jawab Riko.


Telfun Riko berdering "Maaf Tuan, saya akan mengangkat panggilan sebentar."


"Halo" Ucap Riko.


Orang di seberang telfun memberitahukan jika Tuan Zack menarik seluruh sahamnya di perusahaan Pratama, dan harus di selesaikan hari ini juga.


Lantas setelah orang tersebut mematikan telfun, Riko segera melapor ke Aryo.


"Maaf Tuan, baru saja saya mendapatkan telfun dari PT. Farma."


"Bukankah itu perusahaan Zack? Ada apa?" Tanya Aryo heran.


"Tuan Zack menarik seluruh sahamnya tuan, dan harus di selesaikan hari ini juga." Jelas Riko.


Aryo membelalakkan matanya, bagaimana dia mengembalikan saham milik Zack. Dia harus menjual beberapa aset yang dia miliki.


"Tuan, bagaimana?" Tanya Riko.


"Jual seluruh saham milikku atau aset yang dengan cepat dapat terjual Rik." Jawab Aryo lesu.


Sedangkan kini Ridwan dan Intan tengah di perjalanan menuju kantor Pratama.


Setelah memdapatkan kabar tentang para investor yang mencabut dan menjual saham mereka, membuat keuangan Pratama jadi kacau.

__ADS_1


Kini Ridwan dan Intan telah sampai di perusahaannya, segera mereka menuju ruangan Aryo.


Brak


"Ayah" Ucap Aryo yang tengah duduk di sofa.


Bugh


"Ayah!!" Seru Intan.


Orang-orang yang berada di ruangan itu kaget, karena tiba-tiba Ridwan memukul Aryo.


Intan segera mendekat ke Aryo "Kamu tidak apa-apa sayang?" Tanya Intan.


"Yah, kenapa kamu memukul Aryo!" Seru Intan pada suaminya.


"Anak bodoh!! kamu jika ingin bermain-main gunakan otakmu bukan kebodohanmu!!" Seru Ridwan yang terlihat sangat marah.


"Ayah, ada apa sebenarnya?" Tanya Intan bingung.


"Anak ini, menuangkan obat perangsang di minuman Dinda!!" Seru Ridwan


"Aryo! Apa benar yang dikatakan Ayahmu?" Tanya Intan terlihat wajah anaknya lebam-lebam karena pukulan.


Aryo hanya menganggukkan kepalanya lemah, "Aryo mencintainya Mah, Aryo ingin bersama Dinda lagi." Jawab Aryo dengan sendu.


"Tapi gunakan otakmu Aryo!! Perusahaan kita sedang di ujung tanduk saat ini, semua karena kebodohanmu!!" Seru Ridwan, dia mengusap wajahnya kasar.


Intan hanya menangisi anaknya, dulu Aryo yang terlihat segar dan bugar kini terlihat kuyu dan kurus.


"Riko antarkan istriku dan anakku pulang biar aku yang handel perusahaan sekarang." Ucap Ridwan.


"Tapi Ayah, biar Aryo bantu." Ucap Aryo lemah


"Sudah pulanglah dulu, dan segera obati luka-lukamu" Jawab Ridwan.


Kini Ridwan tengah menelfun seluruh rekan-rekannya untuk meminta bantuan, tetapi tidak ada yang membantu.


Seluruh rekannya takut berurusan dengan keluarga Alexander dan Biming, karena mereka ada saham meskipun hanya jumlah kecil tetapi keuntungannya cukup banyak.


Ridwan hanya mendesah kesal, di saat dia terpuruk tidak ada yang ingin menolong mereka.


Sedangkan kini Dinda dan Zack tengah selesai dengan aktivitas mereka, Zack memandang wajah ayu Dinda.


Zack turun untuk mencium perut yang sudah buncit itu "Sehat-sehat anak Ayah, jangan membuat Ibumu lelah." Gumam Zack.


Zack segera turun dari kasur dan ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya.


Segera Zack menelfun Niko setelah dia mandi.


"Bagaimana?"


"Sudah Saya jalankan Tuan, tinggal kita menunggu kabar kebangkrutan keluarga Pratama."


"Bagus, akan aku beri bonus. Jika ada yang mencoba menolongnya, hancurkan juga."

__ADS_1


"Baik Tuan"


Aryo kau akan jatuh sejatuh jatuhnya! Gumam Zack dengan memandang istrinya yang sedang tidur terlelap.


__ADS_2