
...AKAN AUTOR TAMATKAN NOVEL INI TEMAN-TEMAN, AUTOR AKAN FOKUS DI NOVEL AUTOR YANG BARU....
...JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL 'PERNIKAHAN KONTRAK SANG CEO'...
Happy Reading 🌹🌹
Acara pemakaman yang sederhana dilaksanakan di kota Yogyakarta, dimana kota tempat asal Nanda.
Tidak banyak pelayat yang datang dalam acara tersebut, karena Nanda sendiri adalah anak yatim piatu. Keluarga yang dimilikinya hanyalah Aryo.
Tetapi karena kejahatan yang selalu dia lakukan semasa hidupnya, sudah dia bayar lunas dengan kematiannya.
Pemakan itu hanya di hadiri oleh Zack, Dinda dan orang-orang terdekatnya saja.
Tidak ada isak tangis yang terdengar, hanya keheningan yang menemani.
Hingga liang lahat tertutup sempurna.
...**...
Seluruh pelayat yang mengantarkan Nanda sampai pusaran terakhirnya, terlihat tengah duduk di bangku pesawat.
Mereka langsung bertolak untuk kembali ke Jakarta.
Sedangkan keadaan Aryo masih terbaring koma, karena hantaman keras yang terjadi antara mobil milik Nanda dan Aryo.
Terlihat Intan tengah menangisi keadaan anaknya, sedangkan Ridwan hanya dapat memeluk tubuh istrinya untuk menenangkannya.
"Sudah 3 hari Aryo belum sadar Pah, bagaimana ini?" Ucap Intan dengan menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Berdo'a saja Mah, semoga anak kita segera sadar." Jawab Ridwan sembari mengelus pundak Intan.
"Ini semua karena jailang sialan itu Yah, jika dia tidak ingin mencelakai Dinda pasti Aryo saat ini tidak terbaring lemah di Rumah Sakit!" Geram Intan.
"Mah, sudahlah. Nanda juga sudah meninggal, tidak perlu menyalahkan orang yang sudah tidak bisa bernafas." Ucap Ridwan.
...**...
Setiap hari Zack maupun Dinda selalu menyempatkan untuk menjenguk Aryo.
Meski dulu Zack sangat membecinya, bahkan ingin melenyapkan nyawa Aryo.
Tetapi kini Zack merasa berterima kasih, jika saja tidak ada Aryo. Mungkin saat ini yang terbaring lemah adalah tubuh istrinya.
Bahkan lebih parahnya lagi, mungkin Dinda tidak terselamatkan. Memikirkannya saja Zack tidak pernah.
"Bagaiamana keadaan Aryo hari ini Tante?" Tanya Dinda pada Intan.
Dinda hanya menghela nafas panjang, jika di bawa keluar negri para dokter tidak dapat menjamin keselamatannya.
...**...
Sudah hampir dua bulan Aryo mengalami koma dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan dirinya sadar.
Kini tubuh Aryo mengalami mati otak, para dokter dengan segera memberikan penanganan dengan cepat.
Indan dan Ridwan hanya berharao agar penyelamatan dokter berhasil.
Pintu ruangan rawat di buka, terlihat sosok dokter dan beberapa perawat lainnya. Mereka mundukkan badan kearah Intan dan Ridwan.
__ADS_1
"Pukul 09.30 WIB, atas nama Aryo Putra Pratama dinyatakan meninggal akibat mati otak." Ucap dokter laki-laki yang menangani Aryo.
Seketika Intan menangis histeris bahkan sampai pingsan, pijakan Ridwan bagaikan gamang tetapi sekuat mungkin dia harus tegar dihadapan istrinya.
Segera para bodyguard yang mengetahui kabar kematian Aryo, segera mendekat dan membopong Intan menuju ruang perawatan.
Sedangkan Ridwan terlihat tmterkulai lemah di kursi, air matanya menetes di sudut matanya.
Ridwan terisak lirih dengan kenyataan yang ada, putra satu-satunya yang dia miliki sudah lebih dulu mendahuluinya
Jika saja boleh dibtukar, maka Ridwan dengan senang hati akan menukarkan nyawanya untuk Aryo.
Zack, Dinda, dan seluruh kekuarga segera datang ke Rumah Sakit dimana Aryo dirawat.
Dinda mendekat kearah jenazah pria yang bertubuh kurus dan berkulit pucat tersebut.
Runtuh sudah pertahanan Dinda, dia menangis sembari memeluk mayat mantan suaminya.
Meski masa lalu mereka pahit, tetapi Aryo rela mengorbankan dirinya untuk menyelamatkannya.
Zack memeluk istrinya dari belakang terdengar isakan yang menyayat hati.
...**...
Sudah satu bulan lamanya Aryo dimakamkan di area makam keluarga Pratama.
Kini mereka yang masih hidup, tetap menjalankan kegiatannya sehari-hari seperti biasanya.
......TAMAT......
__ADS_1
Autor ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada readers yang senantiasa mengikuti cerita bab demi bab yang masih banyak kekurangannya.
Autor tunggu kehadirannya di novel terbaru autor, see you ❤❤