
Happy Reading 🌹🌹
Saat ini Aryo tengah terlihat duduk di loby perusahaan PT. Farma milik keluarga Alexander.
Karena informasi yang didapatkan dari Mamanya semalam, membuat dirinya tidak dapat tidur nyenyak. Aryo terus mengkhawatirkan Dinda, dia tahu jika Nanda tidak akan tinggal diam dengan kejadian di masa lalu.
Zack dan Niko telah terlihat memasuki perusahaannya, Aryo yang melihat rombongan tersebut segera berjalan ke arahnya dan memanggil Zack.
Zack menghentikan langkahnya begitu juga Niko, dia memandang ke arah sumber suara. Dengan cepat Niko segera membubarkan beberapa karyawan yang masih berada di sekitar mereka.
"Bisakah aku berbicara denganmu sebentar Zack?" Tanya Aryo
"Baiklah, ayo keruanganku." Jawab Zack.
Segera mereka bertiga melangkah menuju lift yang di khususkan untuk para petinggi perusahaan tersebut.
Kini Aryo dan Zack sudah duduk saling berhadapan di ruangannya, tidak lupa Niko setia berdiri di belakang bosnya.
"Ada perlu apa Anda datang menemui Saya?" Tanya Zack formal.
"Maaf Zack, aku kemari tidak ada niatan apa-apa terhadapmu dan juga Dinda." Jawab Aryo dengan tenang.
__ADS_1
"Lalu apa tujuanmu menemuiku?"
"Apa kamu tahu, jika Nanda sudah bebas dari penjara?"
Seketika Zack dan Niko kaget, mereka bahkan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"Apa aku tidak salah dengar, bagaimana wanita itu bisa bebas dari penjara?" Tanya Zack
"Aku juga tidak tahu Zack, aku kira kalian yang membebaskannya. Karena aku tidak mungkin membebaskannya dengan keadaan kami yang seperti ini."
Zack segera memerintahkan Niko untuk mengutus anak buahnya ke kantor polisi, dimana Nanda mendekam di dalam bui.
Niko segera keluar dan menelfun anak buah mereka, dia memberikan beberapa intruksi tambahan agar dapat mengetahui persembunyian Nanda.
"Tentu saja, aku akan menjaga istri dan keluargaku. Apa kamu tau dimana Ibumu bertemu dengan Nanda?"
"Di swalayan dekat sini, kau tau tempat pertama kali Ibuku bertemu dengan Dinda dan mencoba meminta maaf."
"Berarti Nanda selama ini tinggal dan berada di dekat kita, dengan begitu dia akan aman. Karena otomatis kita akan memburunya di tempat yang jauh."
"Hem, benar. Aku tidak tau apa rencananya kali ini Zack. Jujur saja, aku belum pernah bertemu dengannya semenjak dia dibebaskan dari penjara. Hanya Ibuku saja yang bertemu dengannya." Jelas Aryo pada Zack
__ADS_1
"Beberapa waktu lalu, aku sempat melihat wanita yang persis seperti Nanda. Jika memang benar Nanda berhasil keluar dari penjara. Berarti sudah cukup lama dirinya memantau kekuargaku." Ucap Zack dengan gusar.
"Tuan, maaf menyela. Baru saja kita mendapatkan kabar. Jika Nanda memang sudah kabur dari penjara berkat bantuan dari sindikat mafia, saat ini keberadaan Nanda berstatus DPO di negara kita." Jelas Niko pada keduanya.
Aryo mengusap wajahnya kasar, wanita itu benar-benar gila sampai bekerjasama dengan seorang mafia.
"Cari tahu selurun informasi tentang mafia tersebut, segera tambah pengawal untuk Dinda di mansion. Pasang CCTV tambahan di mansion." Intruksi Zack pada Niko
"Baik Tuan, segera laksanakan. Maaf saya kurang teliti dengan kondisi saat ini karena terlalu terlena dengan suasana yang damai dan tentram." Jawab Niko pada bosnya.
...**...
Saat ini Nanda tengah merencanakan sesuatu untuk mencelakai Dinda, bukan mencelakai lagi tetapi dia akan membunuh Dinda.
Agar musuh terpancing keluar, Nanda harus muncul di depan Dinda dan Aryo.
Bahkan Nanda akan menculik anak dari Dinda, agar lebih mudah untuk menghabisinya.
Nanda tertawa dengan seluruh rencananya, dia sudah tidak sabar menunggu hari esok. Untuk hari ini, Nanda membiarkan mereka semua tertawa dan bersenang-senang sebelum menemui ajal mereka.
...**...
__ADS_1
PROMO NOVEL