
Happy Reading 🌹🌹
"ya harus diusahakan dong, karena sebebtar lagi kamu akan menjadi Ayah. Mama ingin pernikahanmu dan Nanda segera di resmikan"
"tapi mah... "
"tidak ada tapi-tapian. Mama akan mempersiapkannya"
Dinda yang mendengarkan percakapan dimeja makan seakan hatinya diremas. Bagaimana bisa mertuanya menyuruh untuk meresmikan pernikahan di depan umum, bagaimana jika ayah dan ibunya tau? Dinda mengingat jika dia sudah diusir ayahnya dari mansion ketika tidak ingin meneruskan perusahaan keluarga.
"aku sudah selesai, aku berangkat kerja dulu semuanya" ucap Dinda segera berdiri dan berlalu dari meja.
...🌈🌈...
Disepanjang jalan Dinda dan Aryo hanya diam, ya setelah Dinda pamit tadi Aryo langsung berlari menyusul istrinya. Aryo fokus menyetir sedangkan Dinda membuang pandangannya ke luar jendela.
Setelah sampai di Rumah Sakit, Dinda langsung keluar mobil tanpa berpamitan ke suaminya, Aryo yang mendapati sikap dingin Dinda hanya menghela nafas panjang. Dia paham karena ucapan mamanya membuat Dinda jadi mendiamkannya.
...🌈...
Cina
"Tuan kapan anda akan terbang ke Indonesia untuk dapat menghadiri rapat dengan perusahaan PT. Farma?" ucap Lin pada tuan Chen.
beberapa minggu lalu perusahaan tuan Chen mendapatkan proposal kerjasama untuk membangun perusahaan baru di salah satu daerah di Jakarta. Perusahaan tuan Chen adalah perusahaan properti yaitu Biming Corp, selain keuntungan yang menggiurkan juga tuan Chen akan menjemput anak semata wayangnya.
"apakah terburu-buru dalam membangun perusahaan tersebut? jawab tuanChen
"tidak tuan, pemilik perusahaannya akan menunggu kunjungan anda di Indonesia" jawab Lin
"emm, bagaimana kondisi Dinda? tanya tuan Chen
"keluarga tuan Aryo ikut mengkasark nona Dinda tuan, tidak dari segi fisik tetapi batin. Sedangkan tuan Aryo sempat menampar nona yang kesekian kalinya" jelas Lin panjang.
"apa makhsudmu Lin? apa Aryo sering main fisik terhadap Dinda?" tanya tuan Chen dengan menatap tajam sekertarisnya.
glek
Lin tau tuannya akan marah "du.. dua kali tuan" jawab Lin dengan gugup.
__ADS_1
brak
"breng******" umpat tuan Chen. "segera jadwalkan penerbanganku ke Indonesia, aku akan melihat dengan mata kepalaku sendiri kondisi anakku" jawab tuan Chen dengan dada yang naik turun karena emosi.
"baik tuan akan segera saya jadwalkan secepatnya dan akan saya hubungi pihat PT. Farma" jawab Lin langsung menunduk dan pergi dari ruangan tuannya.
...🌈🌈...
Zack Alexander yang mendapatkan laporan dari asistennya Niko tentang rencana tuan Chen yang akan datang ke Indonesia begitu senang, karena sebentar lagi dia akan mendapatkan pujaan hatinya meskipun jadi pebinor.
"Nik keruanganku segera" ucap Zack lewat sambungan telfun kantor.
"Baik tuan" jawab Niko.
Dengan segera Niko berjalan ke ruangan bosnya.
Tok.. Tokk
cklekk
"Ada apa tuan memanggilku?" tanya Niko
"Baik tuan, apa hanya itu?" tanya Niko
"Tidak, masih ada satu lagi. Angkat Dinda sebagai dokter yang akan mendampingiku selama di Rumah Sakit tersebut. Kita akan kesana nanti setelah jam makan siang" ucap Zack lagi
"apa? memang dia pikir membuat acara semudah membalikkan telapak tangan? dasar" gumam Niko dalam hati
"jangan mengumpatku didalan hatimu Nik" ucap Zack
"tidak tuan, akan segera saya laksanakan" ucap Niko yang kemudian meninggalkan ruangan bosnya
Zack hanya tersenyum miring permainan yang sebenarnya akan dimulai, dia akan membantu Dinda untuk lepas dari suaminya.
sedangkan diruangan Niko terlihat lelaki tersebut sedang menghubungi para jajaran tinggi Rumah Sakit X untuk segera menyiapkan acara penyambutan tuannya.
pihak Rumah Sakit X yang mendapat kabar dadakan ikut kalang kabut, semua segera berpencar untuk mempersiapkan acara nanti siang. Suster dan Dokter yang melihat beberapa orang penting datang dengan tergesa-gesa merasa heran, apakah rumah sakit mereka akan kedatangan presiden? pikir mereka.
Setelah persiapan semua selesai, atasan masing-masing unit Rumah Sakit X segera memberikan informasi bahwa setelah jam makan siang perwakilan dari dokter, suster, dan karuawan Rumah Sakit X akan berkumpul di aula.
__ADS_1
Dinda dan Aryo adalah salah satu dari sekian puluh dokter yang akan mewakili unit mereka masing-masing.
...🌈🌈...
diruang tamu sedang berkumpul Intan, Ridwan, dan Nanda. Mereka akan berencana untuk menyingkirkan Dinda dalam kehidupan Aryo. Ya selama ini perilaku Nanda mendapat dukungan dari kedua orang tersebut, meskipun Ridwan pasif tetapi dia akan angkat berbicara di saat waktu yang tepat dan seakan-akan dia akan menjadi penengah.
Bi Lasmi yang menjadi mata dan telingan Lin hanya geleng-geleng kepala, karena keluarga nona mudanya sangat kejam, terlebih madunya. Yang memiliki 1001 cara jahat untuk Dinda
"bagaimana jika aku pura-pura jatuh dari tangga saja ma.. pa?" tanya Nanda
"jangan bodoh!! aku tidak mau sampai kehilangan cucuku" ucap Ridwan dengan geram
"iya Nan, pikirkan cara lainnya yang tidak membahayakan kandunganmu" ucap Intan
"aku akan hati-hati mah.. pah.. bagaimanapun aku ingin segera diperkenalkan didepan umum bahwa aku adalah istrinya mas Aryo menantu kalian" ucap Nanda dengan sendu.
"tunggu sebentar lagi sayang, jangan membahayakan janin dalam kandunganmu" ucao Intan tengah memeluk Nanda, Nanda habya tersenyum miring setelah aku jadi menantu kalian akan aku habiskan harta kalian.
"Mah.. tapi Dinda itu orang kaya, kita dapat mengajukan kerjasama dengan perusahaan ayahnya" jawab Ridwan
"alah... perusahaan kecil saja dipikirin. Ayah perusahaan kita jika dibanding dengan perusahaan ayahnya Dinda itu lebih besar milik kita!" jawab Intan jengkel
Ya Dinda selama ini tidak pernah memperkenalkan Aryo maupun mertuanya kepada keluarga Biming. Dinda selama ini tinggal bersama paman, kakak dari sang ibu. Meskipun perusahaan pamannya kecil tetapi itu hanya cabang saja, sedangkan perusahaan induknya berada di Singapura.
"apakah Ayah tidak menerima Nanda karena tidak kaya seperti Dinda?" tanya Nanda yang tengah berkaca-kaca
" Bukan begitu, tetapi relasi itu sangat penting bagi pengusaha Nan" jelas Ridwan
Intan yang melihat menantunya hampir menangis segera bersuara "sudahlah yah, percuma Dinda anak orang kaya tetapi tidak bisa memberikan Aryo keturunan, dia hanya wanita mandul dan tidak akan ada lelaki yang menginginkan wanita sepertinya" ucap Intan
Ridwan hanya terdiam, jika dipikir-pikir memang kekayaan keluarga Dinda dan Aryo, masih kalah jauh.
...🌈🌈...
Hello readersss
up lagi nihhh
jangan lupa tekan tombol favorit dan likenyaa
__ADS_1
salam sehat dari autorr 💚❤