Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 54


__ADS_3

...Jangan lupa sesajen...


...Tekan tombol like...


...Masukkan favorit kalian...


Happy Reading 🌹🌹


1 bulan kemudian.


Saat ini Dinda dan Santi tengah menunggu client-nya di salah satu hotel bintang lima.


Laki-laki paruh baya tersebut datang dengan seorang asistennya yang cantik, saat ini mereka sudah duduk di salah satu meja restoran teraebut.


Mereka melakukan rapat dan negoisasi untuk keuntungan perusahaan masing-masing.


"Tuan, di luar hujan deras. Banyak jalan yang tergenang banjir, sehingga menyebabkan transportasi tidak dapat melewatinya." Jelas asisten pria tersebut.


"Yasudah, untuk sementara kita istirahat di hotel ini saja, pesankan empat kamar untuk kita dan nyonya Dinda."


"Baik tuan,"


"Tidak perlu tuan, biarkan kami yang menjamu Anda. Karena Anda sudah jauh-jauh terbang dari Surabaya ke Jakarta." Tolak Dinda dengan halus.


"Baiklah Nyonya, terima kasih atas jamuan Anda."


"San, segera pesankan empat kamar ke resepsionis." Perintah Dinda


"Baik,"


"Nyonya bolehkah saya ikut dengan asisten Anda? Saya juga ingin ke toilet sebentar."


"Silahkan,"


Kini tinggallah mereka berdua di restoran tersebut, mereka berbincang hal-hal ringan tentang bisnis.


Tanpa disadari, Nanda yang saat ini berada di restoran hotel yang sama. Mendapati Dinda bersama laki-laki tua.


Dengan segera dia mengeluarkan Hpnya dan mengambil beberapa foto.


Karena Santi dan asisten tamunya sudah lebih naik ke kamar yang akan di tempati masing-masing bos mereka.


"Tuan mari saya antarkan ke kamar Anda, diaana sudah ada asisten saya dan asisten tuan." Ucap Dinda.


Saat ini mereka tengah berjalan menuju lift, dan menekan tombol lantai 8.


Nanda mengikuti Dinda dan laki-laki parubaya tersebut. Dia mengambil video dan foto mereka.


Kini Dinda dan client-nya masuk ke kamar menyusul Santi dan sekertaris tamunya.


"Selamat beristirahat Tuan, maaf jika jamuan dari kami kurang memuaskan." Ucap Dinda

__ADS_1


"Ini sudah cukup Nyonya, terima kasih."


Dengan segera, Dinda, Santi, dan sekertaris tamunya keluar dari kamar tersebut dan menuju ke kamar masing-masing.


Di hotel yang sama hanya berbeda kamar tengah duduk seorang wanita yang tersenyum licik.


Kau akan hancur Dinda! Ucap Nanda lirih.


"Halo, aku punya berita bagus tentang istri pengusaha Tuan Zack. Apa kau tertarik?" Ucap Nanda pada seorang pencari berita.


"Apa kau yakin, tidak membohongiku dengan berita yang kau dapatkan?" Jawab wartawan tersebut.


"Sangat yakin, aku memiliki video dan foto mereka tengah berjalan di kamar hotel. Jika kau mau, bayar aku dengan mempublikasikannya dan kau jangan pernah bilang jika dari aku." Ancam Nanda pada wartawan itu.


"Baiklah, kirimkan saja bukti-buktinya."


"Baiklah."


Saat ini Nanda tengah mengirim seluruh foto dan video yang didapatkannya, dengan senyum jahatnya dia sangat menantikan kehancuran Dinda.


Ck.. ck... Dinda kau akan hancur, dan menjadi janda lagi. Ucap Nanda pelan


...🌈🌈...


Malam telah tiba, kini Dinda dan Zack tengah berada di dalam kamar. Ketika banjir surut, dengan segera Zack menjemput istrinya dari hotel.


"Apakah disini sudah tumbuh?" Tanya Zack dengan mengelus perut istrinya pelan.


Zack yang melihat istrinya sedih, segera manangkup kedua pipinya.


"Sstt, sayang jangan sedih. Jika dia belum hadir tidak masalah. Kita akan membuatnya lebih giat lagi." Ucap Zack dengan meremas tumpeng kesayangannya.


"Aku ingin dirimu sayang." Ucap Zack yang berbisik di telinga iatrinya.


Dinda hanya mengangguk, dengan segera Zack menerjang istrinya bagaikan buaya kelaparan.


Kini Zack tengah menatap lubang buaya candunya, disekatkannya bibir ke arah lubang buaya itu.


Dinda meremas rambut suaminya, dan menengadahkan kepalanya.


Ahhhh.... sayang... rengek Dinda.


Zack terus bermain di lubang buaya itu, dia menji****at, menggigit, dan memasukkan jarinya kedalam lubang buatnya.


Dinda menganggat pinggulnya dan mengerang hebat.


Terlihat Dinda mengatur nafasnya yang sudah Senin Kamis itu.


Dinda tidak ingin mendapatkan kenikmatan sendiri, dia segera membuat suaminya telentang dan dia menaikinya.


Tangannya mengarahkan buaya suaminya untuk masuk kedalam lubangnya.

__ADS_1


Ahh...


Perlahan tapi pasti, Dinda bergera di atas tubuh suaminya yang sesekali dia memutar.


Zack mengerang dengan nikmat, dia segera mengecap tumpeng kesayangannya tersebut.


Dinda dibuat semakin menggila, dengan gerakan cepat dan bantuan Zack dari bawah. Mereka meledakkan lahar panas kedalam rahim Dinda.


Zack mencium perut rata istrinya "Segeralah tumbuh sayang." gumamnya pelan.


...🌈🌈...


"Darimana saja kamu?" Tanya Aryo, yang melihat Nanda pulang hampir tengah malam.


"Tadi hanya kumpul arisan dengan teman-teman." Ucap Nanda.


"Ck, alasan saja! Mana ada arisan sampai tengah malam Aryo. Kamu jangan percaya." Kini Intan yang keluar kamar karena haus, jadi dia harus kedapur untuk mengambilnya.


"Mama, kenapa belum tidur?" Tanya Aryo.


"Jangan bahas Mama, sekarang kasih tau istrimu yang suka hura-hura itu untuk menjaga sikapnya!" Seru Intan


"Dulu Dinda tidak pernah pulang malam jika dia tidak ada sift malam di Rumah Sakit, sekarang kamu yang hanya ibu rumah tangga kenapa sibuk sekali sampai tidak ingat rumah?!" Lanjut Intan lagi.


Nanda yang sudah biasa di banding-bandingkan dengan Dinda hanya memutar bolanya malas.


"Mah, cukup ya jangan bandingkan Nanda dengan wanita murahan seperti Dinda!"


"Jaga bicaramu Nanda!"


"Kenapa Mas, Mas tidak rela jika aku menyebut Dinda itu wanita murahan!"


Brak


Nanda melemparkan Hpnya ke meja ruang tamu, dilihatnya Dinda tengah berjalan masuk ke kamar hotel dengan laki-laki parubaya.


Aryo menatap tajam Nanda "Darimana kamu mendapatkannya!"


"Tadi, ketika arisan di restoran hotel X"


"Tidak mungkin Dinda seperti itu!"


"Terserah, tapi memang jelas buktinya seperti yang kalian lihat."


Segera Nanda mengambil Hpnya dan berlalu menuju kamarnya


...🌈🌈...


MAMPIR KE NOVEL MOMY YANG LAIN YA


MAAF BELUM BISA GANTI COVER NOVELNYA 😂😂

__ADS_1



__ADS_2