
...jangan lupa sesajennya teman 🌹...
Happy Reading 🌹🌹
Flash back
Jika di Indonesia Aryo tengah berbahagia dengan Nanda yang tengah menggelar pernikahan dengan mewah dan meriah.
Berbanding terbalik dengan kondisi Dinda, yang tengah diruangan psikiater.
Semenjak mengetahui suaminya menikah lagi, kdrt secara fisik dan batin, fitnah yang dia terima, yang paling menyakitkan adalah kehilangan buah hati yang bahkan belum sempat dia ketahui keberadaannya.
Membuat alam bawah sadar Dinda mengalami guncangan yang hebat, dengan penuh kesabaran kedua orang tua dan Zack mendampingin dan mensuport kesembuhan Dinda.
Santi yang melihat tatapan kosong Dinda sangat sedih, tidak ada lagi Dinda yang ceria dan kuat. Dihadapan Santi saat ini adalah Dinda yang lemah dan tidak berdaya.
Waktu terus bergulir, Dinda mulai belajar menerima kenyataan. Kini dihadapan kedua orang tuanya, Zack mengutarakan makhsud untuk mempersunting Dinda.
Dinda yang awalnya ragu karena dia berstatus janda, apalagi dia memiliki masa lalu yang kelam dalam berumah tangga dapat di yakinkan oleh Zack.
Kesehatan Dinda semakin membaik, dia sudah berani berbaur dengan orang lain meskioun baru sebatas para maid di mansion dan Niko.
"Papa, aku akan ke Indonesia untuk memimpin perusahaan yang baru saja selesai Papa bangun" ucap Dinda.
Kini mereka berempat, Dinda, Santi, dan kedua orangtuanya tengah duduk santai diruang keluarga.
__ADS_1
Tuan Chen yang mendengar ucapan putrinya segera menoleh "Apa kamu yakin? kita tidak ingin mencobanya pelan-pelan?" tanyanya
"Yakin pah, aku sudah sembuh. Aku siap jika tidak sengaja bertemu dengan mereka" ucapnya
"Baiklah, jika begitu kita segera urus kepindahanmu. Santi kau akan lebih dulu pulang ke Indonesia untuk mempersiapkan keperluan Dinda" kini nyonya Chen yang bersuara.
"Baik mah" jawab Santi.
Semenjak Santi di terbangkan ke Cina, nyonya Chen sudah menganggapnya sebagai anak atau adik dari Dinda.
Dengan menunggu segala persiapan kepindahan Dinda, tuan Chen di bantu asistennya Lin juga bersiap untuk memindahkan pusat perusahaannya di Indonesia agar dapat menemani Dinda.
Hari keberangkatan Dinda ke Indonesia pagi ini, dia berpamitan kepada seluruh maid yang ada di mansion dan kedua orangtuanya.
"Sayang kamu hati-hati, apa kamu yakin terbang sendiri?" tanya nyonya Chen
"Tenang saja mah, aku hanya terbang ke Indonesia bukan ke akhirat" ucapnya bercanda
"Jangan gitu, mama tidak ingin melihatmu sakit. Kamu harus sehat dan bahagia" jawabnya
"Iya mamaku sayang"
"Kamu hati-hati ya nak, lain waktu papa dan mama akan menyusulmu kesana" kini tuan Chen yang berbicara.
"Iya papa, aku pamit dulu".
__ADS_1
Dinda diantarkan oleh sopir keluarga ke bandara, dia tidak ingin di antarkan oleh keluarganya. Dia takut tidak jadi pergi ke Indonesia jika melihat orangtuanya.
Kini dirinya sudah di dalam pesawat, senyum mengembang di bibir indahnya. Dia sudah tidak sabar ingin melihat kekasihnya yang sudah dua hari dia cuekin.
Di sisi lain, dia juga gugup jika bertemu dengan mantan suami dan keluarganya. Selama dia tidak disakiti dia tidak akan menhentuh kebahagiaan mantan suaminya itu.
...🌈🌈...
HALO TEMAN
MAAF HANYA BISA UPDATE SEDIKIT
KEJEDA KERJA JADI FEEL IDENYA IKUT AMBYAR. HEHEHE
SEMOGA KALIAN SUKA YA
MOHON DUKUNGANNYA
MAAF JIKA ALURNYA LAMA
SEMOGA KALIAN TIDAK BOSAN UNTUK MEMBACANYA
JIKA ADA TYPO MOHON DIMAKLUMI
SELAMAT SIANGG SEMUANYA
__ADS_1