
Happy Reading 🌹🌹
Autor rela menunda jadi tukang loundry dadakan demi bisa update 2 episode hari ini 😖
Nyonya Chen yang akan selalu menangis ketika mendengarkan kabar Dinda, kini semakin menangis. Sedangkan tuan Chen terlihat tenang, karena dia sudah memprediksi hal ini.
"Papa ayo pa kita jemput anak kita... hikss... Mama tidak kuat lagi Pah" ucap Nyonya Chen
"Baiklah mari kita jemput putri kesayangan kita Mah" Ucap Tuan Chen memeluk istrinya
"Lin persiapkan segalanya dan urus perceraian mereka dengan cepat, aku tidak mau putriku semakin menderita" intruksi Tuan Chen terhadap Lin
"Baik tuan" ucap Lin membungkuk dan meninggalkan sepasang suami istri tersebut.
...🌈🌈...
Diruangan luas bernuansa maskulin Zack hanya mondar-mandir (ky setrikaan autor 😂) dia sesekali melihat jam mewah yang melingkar di tangannya. Sudah pukul 08.30 tetapi Dinda belum muncul juga.
"Tuan rapat akan segera di mulai" ucap Niko. Karenan Dinda belum datang sampai pukul tujuh, Zack menelfun asistennya Niko untuk datang ke Rumah Sakit X
"Kau gantikan aku rapat Nik, Dinda sedari tadi aku telfun tidak di angkat" ucap Zack gusar.
"Tapi tuan, rapat kali ini langsung dengan Tuan Chen dan beliau tidak ingin didalam rapat tuan tidak hadir" Jelas Niko
"Sh****, jika bukan karena anaknya yang membuat aku jatuh cinta. Aku tendang bokong orang tua itu" gerutu Zack.
Zack segera turun dari ruangannya dan menuju lantai satu.
"Tuan bukannya kita langsung ke baseman?" tanya Niko
"Diamlah" ucap Zack dingin.
Niko hanya menghela nafasnya jengah, dia tau pasti bosnya ingin memastikan apakah Dinda datang ke Rumah Sakit atau tidak.
Disepanjang perjalanan mereka banyak yang menyapanya, Niko hanya membalas dengan senyuman sedangkan Zack hanya memasang wajah datarnya.
Niko yang melihat wanita parubaya datang dengan tergesa-gesa heran dia terus memandang sampai terputus karena wanita tersebut belok ke arah lain. Zack yang melihatnya bertanya "Ada apa? kau tidak jatuh cinta dengan nenek-nenek bukan?" ucap Zack.
"hah?" Niko terbengong "saya masih suka daun muda tuan" ucap Niko
"Terus kenapa kamu memandanginya sampai tak berkedip?" jawab Zack dengan menyipitkan matanya, ya Niko sang asisten adalah jomblo, dia tidak pernah melihat dia berdekatan dengan wanita. Apakah seleranya nenek-nenek? gumam Zack dalam hati.
__ADS_1
"Tuan nenek-nenek tadi adalah ibunya Aryo tuan" jelas Niko
Zack diam sesaat "cari tau semuanya Nik, ayo segera kita rapat dengan calon mertuaku" ucap Zack yang langsung setengah berlari ke baseman.
Ck dasar bos sialannnn!!!! umpat Niko "Halo, cari tau semua tentang keluarga Pratama" ucap Niko terhadap bawahannya.
...🌈🌈...
Sejak kedatangan Aryo dan Nanda di Rumah Sakit X membuat gempar teman-teman sejawatnya, karena melihat Nanda di gendong oleh Aryo yang sudah bersimbah darah dengan keadaan pingsan.
Kini Nanda tengah mendapatkan penanganan di ruang operasi, ya seharusnya Nanda masih melahirkan 6-10 hari lagi tetapi karena tidak dapat dipertahankan sehingga harus melakukan operasi sesar demi menyelamatkan bayi dan ibunya.
Aryo duduk menyenderkan punggung dan kepalanya di kursi tunggu, pikirannya kini kacau melihat Nanda yang bersimbah darah dan hampir merenggut nyawa keduanya. Aryo bertekad tidak akan menyakiti Nanda dan anaknya.
Ridwan yang melihat anaknya hanya menghela nafas, dia tidak ingin ikut campur dalam rumah tangga Aryo. Karena bagaimanapun semua kesalahan bermula pada Aryo.
"Bagaimana keadaan cucu mama?" ucap Intan yang ngos-ngosan karena berlari samoai ruang operasi
"Belum selesai mah, ayo duduk dulu sini. Kamu Aryo segera ganti bajumu karena terkena darah" ucap Ridwan yang menyodorkan paperbag yang sudah dibawa oleh istrinya.
Aryo segera mengambil dan menuju kamar mandi untuk berganti pakaian, ya hampir seluruh pakaian dan celananya terkena darah Nanda.
Dokter dan suster yang keluar dari ruang operasi nenghampiri Aryo dan keluarganya.
"Bagaimana dok?" tanya Aryo
"Selamat dokter Aryo anda menjadi seorang ayah, anda dapat bertemu setelah putri dan istri anda dipindah keruang rawat inap" jelas dokter Doni
"Terima kasih dokter Doni, terima kasih" ucap Aryo yang sudah menangis. Dia akhirnya menjadi seorang ayah.
"Selamat nak, semoga kamu bisa membimbung keluargamu" ucap Ridwan dengan memeluk Aryo
"Wah, mama punya cucu pah. Kita punya cucu, ayo pah kita ke toko membeli perlengkapan bayi. Kamu Aryo segera urus percerainmu dengan Dinda, kamu lihat Nanda dan kamu hampir kehilangan putri kalian" ucap Indah
"iya mah" jawab Aryo, didalam hati paling dalam nama Dinda belum ada yang menggantikannya, tetapi dia tidak ingin menyakiti Nanda dan anaknya kelak.
...🌈🌈...
Di rumah kini terlihat Dinda tengah memasukkan barang-barang yang dia beli dengan uangnya sendiri ke dalam koper, sedangkan barang-barang yang dibelikan oleh Aryo dia bungkus didalam kantong kresek beserta foto-foto pernikahan mereka.
__ADS_1
Dinda mengedarkan pandangannya di deoan rumah besar tersebut meskipun tidak mewah, ya rumah yang menjadi saksi bisu bagaimana berakhirnya rumah tangga Dinda dan Aryo.
"bik, tolong bakar semua barang yang ada di dalam kantong kresek ini ya. Maaf belum bisa menjadi majikan yang baik untuk bibi" ucap Dinda terhadap asisten rumah tangganya alias mata-mata sang ayah
"Non tidak apa-apa jangan bersedih, non harus lebuh kuat setelah ini. Nona sudah di tunggu oleh tuan dan nyonya di depan gerbang" ucap bi Lasmi
"Hah? Dinda tidak paham perkataan bi Lasmi, bi Lasmi yang paham jika majikannya tidak paham menjelaskannya lagi.
"Nona Dinda, saya adalah mata-mata yang di utus oleh tuan Lin, sekarang sudah ada mobil yang menjemput nona. Ayah dan Ibu nona terbang dari Cina untuk menjemput nona Dinda" ucap bi Lasmi panjang lebar.
Tes
Dinda menangis, dia tidak menyangka jika kedua orang tuanya selama ini masih memperhatikannya meskipun dia sudah membangkak perkataan ayahnya.
Dinda langsung memeluk bi Lasmi dia menangis tersedu-sedu, bi Lasmi hanya menepuk-nepuk punggung Dinda "Non segeralah pergi, lusa saya akan terbang ke Cina untuk kembali ke mansion utama" jelas bi Lasmi
"Terima kasih bi, aku pergi dulu" kini Dinda sudah menyeret kopernya, dan beberapa koper dibawakan oleh bi Lasmi dan satpam rumah.
Dinda melihat Mamanya sudah berdiri di deoan pintu mobil, Nyonya Chen yang melihat anaknya semakin kurus dan wajahnya murung tanoa sadar meneteskan air matanya. Dia merentangkan tangannya.
Dinda yang melihatnya segera berlari ke arah Mamanya dan menangis sejadi-jadinya menumpahkan segala rasa sesak, sakit, dan penyesalannya. Mamanya juga ikut terisak dia lebih sakit melihat anaknya sakit.
Tiba-tiba Nyonya Chen merasa Dinda berat dan bruk kini Nyonya Chen terjatuh karena tidak kuat menopang bobot anaknya.
"Dinda... Dinda... tolong!!" ucap Nyonya Chen panik.
Tuan Chen segera turun dari mobil dan melihat anaknya pingsan, dengan segera dia membopong anaknya yang di bantu oleh satpam rumah.
"Bi Lasmi segera selesaikan urusan di rumah itu" ucap Tuan Chen
"Baik Tuan" jawab bi Lasmi
...🌈🌈...
Autor up lagi teman-teman.
Autor bisa setrika dengan tenang 😂😂
Salam sehat dari autor 💚❤
__ADS_1