Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 14


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Waktu sudah menunjukkan untuk istirahat, Dinda dan Santi keluar untuk menuju ke kantin karena Dinda sudah ada janji dengan suaminya untuk makan siang bersama.


"Dok, itu dokter Aryo mau kemana? Bukanbya dokter akan makan siang bersama?" Tanya Santi yang menepuk pundak Dinda dan menunjuk keberadaan Aryo.


Dinda menoleh ke arah yang di tunjukkan oleh Santi "Kamu pergi ke kantin dulu saja ya San, aku akan menyusul mas Aryo." Ucap Dinda yang kemudian segera berlari untuk menyusul suaminya.


"Mas kamu mau kemana?" Tanya Dinsa yang sudah berhadil menyusul Aryo dengan terengah-engah karena berlari.


"Ini Nanda ngidam ingin makan gudeg bersamaku." Jawab Aryo, Dinsa yang mendengarkan hanya memutar bolanya malas


"Tapi kamu sudah janji makan siang bersamaku mas!" Ucap Dinda.


Pagi tadi Aryo yang mengajak istrinya untuk makan siang bersama, karena dia merasa waktunya lebih banyak untuk Nanda.


"Lain kali saja ya sayang, kasian Nanda dia sedang ngidam." Ucap Aryo yang langsung masuk ke mobil dan meninggalkan Dinda sendiri.


Dinda masih terpaku di tempatnya, tanpa permisi air matanya mengalir dengan segera Dinda mengusap air matanya dengan kasar. Jangan menangis kamu harus lebih kuat. Gumam Dinda dengan memandang mobil suaminya yang semakin jauh dan menghilang di belokan Rumah Sakit.


Dinda kemudian berlari masuk ke ruangannya dengan menahan air matanya yang akan tumpah kembali, segera Dinda mengambil tas dan keluar mengendarai mobil dengan cepat. Sakit, marah, kecewa semuanya menjadi satu. Dia melajukan mobilnya tanpa tentu arah, manangis sesenggukan didalam mobilnya. Setelah tenang dia mengedarkan pandangannya, dia ternyata berhenti di area taman.


Dinda segera turun dan mencari tempat duduk yang sepi dari keramaian.


Aaaaaa... mas Aryo breng******k!!!!


Kalian berdua tidak tahu malu.


Dengan menangis Dinda mengucapkan sumpah serapahnya kepada Aryo dan madunya.


"Hey, diamlah." Suara baritin mengalihkan Dinda.


Dinda mencari sumber suara tersebut tetapi tidak menemukan siapa-siapa.


"Dasar hantu sialan!! kembalilah nanti malam, jangan mengganggu orang galau!" Jawab Dinda dengan emosi, karena kemarahannya belum reda.


Srek

__ADS_1


"Kamu mengataiku hantu sialan?!" Tanya laki-laki tersebut dengan tatapan tajamnya.


"Eh.. manusia ya?" Jawab Dinda dengan cengirnya, dia segera menghapus air matanya yang masih tersisa.


"Jika ingin berteriak lihatlah tempaf, suara seperti radio kehilangan singal bikin telinga orang rusak." Ucap laki-laki tersebut dengan mencebikkan bibirnya dan menatap tajam perempuan di depannya. Ingin rasanya dia merengkuh dan mengusap air mata tersebut tetapi dia tahan.


Dinda yang mendengar hal tersebut langsung mendongakkan kepala dengan kekesalan yang belum tuntas dia menginjak kaki laki-laki tersebut dengan keras, dengan seribu langkah dia lari sekencang mungkin sambil menoleh dan menjulurkan lidahnya. Dinda terengah-engah sampai di depan mobilnya dan tertawa mengingat bagaimana ekspresi orang itu.


"Shi**** dasar wanita monster! Awas kamu jika bertemu lagi! " Ucap Zack dengan wajah yang memerah karena menahan sakit akibat injakan dari kaki Dinda.


Laki-laki tersebut adalah Zack, dia sengaja mengikuti Dinda karena melihat mobilnya keluar dari area Rumah Sakit X.


Flashback


"Tuan hari ini kita akan berkunjung ke Rumah Sakit X." Ucap Niko asisten Zack.


"Hemm" Jawab Zack dingin.


Selang 45 menit Zack dan asistennya sanpai diparkiran Rumah Sakit, belum sempat asistennya keluar untuk membukakan pintu bosnya. Zack mengangkat tangannya yang menandakan jangan keluar mobil dulu, mata elangnya menangkap sosok yang selama ini dia cari-cari yang tidak lain adalah Dinda. Zack melihat wanita yang sudah merebut hatinya pada pandangan pertama sedang mengobrol dengan laki-laki, tak perlu waktu lama dia ditinggalkan sendirian dengan menangis. Zack yang melihat itu mengepalkan tangannya karena tidak suka melihat wanita yang dia sukai menangis.


Zack melihat Dinda yang berlari masuk ke Rumah Sakit, dia menunggu mungkin Dinda akan keluar. Tak berselang lama Dinda keluar dan menuju mobilnya.


"Baik tuan." Niko segera mengikuti mobil Dinda di belakang dengan hati-hati. Ada apa bos mengikuti mobil perempuan? Gumam Niko didalam hati.


"Breng*** siapa yang sudah membuat wanitakh menangis dan mengendarai mobil sekencang itu.!" Zack yang mengklain Dinda adalah wanitanya meskipun yang di klaim tidak mengenalnya. (karepmulah Zack 😂)


Mereka sampai di salah satu taman, Zack dan asistennya masih diam di dalam mobil. Karena Dinda belum keluar mobil padahal sudah 5 menit mereka berhenti.


"Apakah dia mati?" Gumam Zack.


Dinda keluar dari dalam mobilnya dan menghirup oksigen sebanyak mungkin.


"Tuan apakah kita perlu keluar?" Tanya Niko, karena dia melihat wanita yang diikutinya sudah keluar dan masuk ke taman.


"Tidak, aku saja yang keluar Nik. Kau tunggulan disini dengan tenang. Carilah informasi sedetail mungkin tentang wanita tersebut dan segera serahkan kepadaku." Ucap Zack.


"Baik tuan." Jawab Niko dengan mengangguk, kemudian dia menelfon anak buahnya untuk mencari tahu informasi tentang Dinda.

__ADS_1


Niko yang melihat bosnya mengikuti Dinda sangat penasaran, apakah bosnya sedang jatuh cinta? Hanya Tuhan dan author yang tau 😁


***


Jakarta


"Ayah apakah yakin kita tidak perlu memberi kabar kepada Aryo dan Dinda?" Tanya Intan mama Aryo.


"Tidak perlu mah, kita beri kejutan saja. kemungkinan besar mereka pasti juga sibuk dengan pasien mereka." Jawab Ridwan ayah dari Aryo.


"Hemm... betul juga mereka sangat sibuk sehingga tidak memberikan cucuk untuk kita." Ucap Intan.


"Sabarlah mah, mungkin memang belum rezekinya." Jawab Ridwan.


"Iya yah, mama hanya iri dengan teman-teman arisan mama yang selalu memamerkan cucu-cucu mereka." Ucap Intan sendu.


"Sudah sudah, jika kita membahas tentang cucu tidak akan selesai. Ayo kita segera ke bandara." Ucap Ridwan mengalihkan kesedihan istrinya.


"Ayo yah, mama sudah tidak sabar lagi untuk berjumpa dengan anak dan menantu kesayangan mama." Ucap Intan dengan senyum yang mengembang.


"Tapi mah, apa mama yakin membawa 3 koper besar ini?" Tabnya Ridwan dengan menyerengitkan dahinya.


"Beneranlah ayah, anak dan menantu mama pasti kangen dengan makanan di Jakarta. Lagian kita juga akan berlibur di Yogyakarta agak lama kan yah." Jawab Intan dengan menepuk-nepuk kopernya.


"Baiklah.. baiklah, aku panggilkan pelayan agar membawa koper-koper ini turun." Jawab Ridwan, dia hanya tersenyum melihat istrinya yang begitu menyayangi anak dan menantunya Dinda.


"Mama sudah tidak sabar memberi mereka kejutan ayah." Ucap Intan dengan girang.


Ayah dan mama Aryo segera menuju ke bandara agar dapat segera berjumpa dengan Aryo dan Dinda. Karena sudah dua bulan ini merrka hanya berkomunikasi lewat Hp, jika dulu di Jakarta mereka selalu berkumpul bersama karena tinggal satu rumah. Hingga Aryo yang tiba-tiba dimutasi untuk bekerja di Rumah Sakit X Yogyakarta.


***


Dimasa-masa sibuk untuk persiapan USEK.


Novel ini update setiap hari (jika tidak ketiduran 😂), jangan lupa Likenya teman-teman, agar aku lebih semangat lagi untuk menulisnya.


Novel aku ini masih banyak kekurangannya, jika ada penulisan kata aka typo. silahkan tinggalkan jejak di komentar, agar dapat segera aku perbaiki yaa.

__ADS_1


love love..


__ADS_2