Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 61


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Di sebuah kamar rawat inap Rumah Sakit, terbaring lemah seorang laki-laki.


Wajah pucat, bibir kering, jarum tajam menancap di punggung tangannya.


Dia adalah Aryo, semenjak kejadian semalam hingga pagi menjelang belum sadar.


"Yah, kenapa Aryo belum sadar juga?" Tanya Intan kepada suaminya.


"Sabar Mah, kita tunggu saja." Jawab Ridwan pada istrinya.


"Din..... da." Suara yang sangat lirih terucap dari bibir Aryo.


Dengan segera Intan dan Ridwan menoleh ke arah anaknya, karena mereka tepat di samping brangkar tempat tidur Aryo.


"Din..... da." Aryo terus memanggil-manggil nama mantan istrinya tersebut.


"Ayah, cepat panggilkan Dinda Yah!" Seru Intan pada suaminya.


Ridwan mengusap wajahnya kasar, bagaimana caranya meminta Dinda untuk datang menjenguk Aryo? Apa keluarganya akan mengijinkannya?


"Ayah, kenapa diam saja!"


"Mah, apa Mama fikir, Dinda akan datang menemui Aryo setelah apa yang kita perbuat terhadapnya?"


Intan seketika diam, dia menyadari kesalahanannya terhadap Dinda tidak akan mudah di maafkan. Tetapi semua itu dia lakukan karena terhasut oleh ucapan Nanda.


Jadi ini semua adalah salah Nanda, bukan dirinya. Begitulah pemikiran Intan.


Terlihat Aryo, mulai membuka matanya secara perlahan. Dilihatnya ruangan yang bernuansa putih diliriknya sebelah kiri kedua orangtuanya.


Aryo mengedarkan pandangannya lagi, terbesit rasa penyesalan mendalam didalam dirinya. Sehingga tanpa sadar membuatnya meneteskan Air mata.


Dinda maafkan aku.


Berilah aku kesempatan untuk menebus semuanya.


Di kediaman Alexander, seluruh keluarga tengah menikmati sarapannya.


Semenjak kejadian malam itu, Zack memutuskan untuk sementara waktu mereka akan tinggal di mansion keluarga Alexander.


"Dinda, makan yang banyak nak." Ucap Ibu Zack pada menantunya dengan lembut.


"Iya bu," Jawab Dinda dengan mengangguk.


Zack dan Ayahnya melihat ke arah Dinda, yang sedari tadi hanya memainkan makanannya yang ada di piring.


"Apa kamu ingin makan yang lain sayang?" Tanya Zack pada istrinya.


"Tidak, sayang." Jawab Dinda dengan menampilkan senyum tipisnya.


"Baiklah, cepatkan sarapanmu. Akan aku ajak kamu ke suatu tempat." Ucap Zack dengan mengusap rambut Dinda.


"Memang, kita mau kemana?" Tanya Dinda penasaran

__ADS_1


"Rahasia, lebih baik kita segera bersiap-siap." Ucap Zack, yang saat ini sudah berdiri dari duduknya.


"Ibu, Ayah. Aku akan keluar sebentar dengan istriku." Ucap Zack pada orangtuanya.


"Iya hati-hati, segeralah pulang. Kasian Dinda jika terlalu lama diluar." Ucap sang Ibu yang menasehati


"Baik bu," Jawab Dinda


Dinda segera masuk kedalam kamar mengikuti Zack, dan bersiap-siap untuk pergi.


Selama di perjalanan, Zack hanya diam dengan memeluk Dinda dengan posesif.


"Berhenti, di toko buah itu Nik." Ucap Zack pada Niko


"Baik tuan,"


Dengan segera Niko keluar untuk membeli parcel buah yang besar.


"Kenapa kita membeli parcel Zack? Apa kau ingin menjenguk orang sakit?" Tanya Dinda heran ke arah suaminya.


"Iya, kita akan menjenguk Aryo sayang." Ucap Zack yang masih memeluk istrinya.


Seketika Dinda menegakkan duduknya, dan membuat Zack melepaskan pelukannya.


Dinda menatap ke dalam mata suaminya, "Kenapa kita kesana Zack? Aku sudah tidak ingin ada hubungan apapun dengan keluarga Pratama!" Jawab Dinda yang menaikkan satu oktaf suarnya.


"Maafkan aku sayang, baiklah. Anggap saja ini adalah pertemuan terakhir kalian." Jawab Zack yang menarik pelak Dinda kedalam pelukannya.


Kini didalan pikiran Dinda berkecamuk, dia harus bersikap seperti apa di hadapan mantan keluarga suaminya.


Saat ini Nanda sedang didalam euang interogasi bersama salah satu aparat kepolisian.


Disana Nanda di tanyai banyak hal, untuk seluruh tuntutan yang sudah di ajukan untuk dirinya.


Sedangkan kekasih Nanda? Tentu saja dia menjadi DPO.


Akhirnya Zack dan Dinda sudah sampai di Rumah Sakit, dimana Aryo sedang di rawat.


Dengan tangan saling bertautan, Zack dan Dinda masuk ke dalam Rumah Sakit, di ikuti oleh Niko sang asisten.


Cklek


Sesaat pandangan Aryo dan Dinda terpaut, Aryo bahagia karena mantan istrinya masih sudi mememuinya.


Tetapi tatapannya juga sendu, melihat tangan Dinda di genggam erat oleh Zack.


"Dinda." Ucap Intan, dengan segera Intan berdiri dan memeluk sang mantan menantu.


Intan menangis, dia bergumam meminta maaf terhadap Dinda. Zack hanya melihatnya dengan datar.


"Maafkan, Mama Dinda." Ucap Intan yang sudah menangis.


Mulut Dinda seakan terkunci rapat, entah apakah dia dapat memaafkan dengan ikhlas atas semuanya.


Hingga menghilangkan calon buah hatinya.

__ADS_1


Intan yang melihat Dinda tidak menjawab semakin teriris hatinya, dia sadar kesalahannya sungguh sangat fatal.


Sedangkan Aryo menatap intens Dinda, "Din" panggil Aryo.


"Hem"


"Terima kasih sudah menjengukku," Jawab Aryo tersenyum tipis.


"Jangan PeDe, aku kesini karena di ajak oleh suamiku." Ucap Dinda tajam.


"Apa kau tidak mau berterima kasih kepadaku, karena sudah menyelamatkan nyawamu dan bayimu." Ucap Aryo sendu.


"Ck, untuk apa aku berterima kasih. Itu bahkan tidak setimpal dengan yang kalian lakukan dulu terhadapku dan anakku." Jawab Dinda, yang kini sudah berkaca-kaca.


"A... anak? Makhsudmu apa Din, aku tidak mengerti?" Tanya Aryo bingung.


"Tuan, setelah pulang dari sidang perceraian kalian dua tahun lalu. Nyonya Dinda keguguran." Kali ini Niko yang menjelaskan terhadap Aryo dan keluarganya.


Aryo dan kedua orangtuanya membelalakkan matanya tidak percaya, bahkan saat ini Aryo seakan mengingat ucapan Dinda ketika di pesta rekan kerjanya.


Dinda menyebut Aryo dan keluarganya pembunuh? Mungkinkah yang di makhsud, mereka telah membunuh calon anaknya bersama Dinda.


Tes


Aryo menangis, dia tidak menyangka sudah membuat buah hatinya tiada. Dia menangis meraung dengan memukul-mukul dadanya yang sesak.


"Aryo, tenanglah Nak." Ucap Intan dan Ridwan.


"Mah, Aryo sudah membunuh anak kami mah. Buah hati kami." Ucap Aryo yang masih menangis.


Dinda yang melihat betapa hancurnya Aryo tanpa sadar meneteskan air matanya juga.


Bagaimanapun Aryo adalah mantan suaminya, yang sudah pernah menjalani hari-harinya


"Sudahlah Aryo, tidak ada yang perlu kamu sesali." Ucap Dinda tenang.


"Tidak Din!!! Tidak!! seharusnya kita bisa hiduo bahagia jika aku sabar menantinya Din." Ucap Aryo dengan menggelengkan kepalanya, dia seakan tidak terima dengan kenyataan yang ada.


"Percuma kamu tangisi! Anakku tidak akan pernah bisa hidup lagi!" Seru Dinda


"Dimana makanya Din, dimana?!" Tanya Aryo yabg kini sudah mencoba mencabut jarum infus yang berada di punggung tangannya.


"Aryo, apa kamu gila!!" Seru Zack yang menghalau Aryo berbuat nekat.


"Tuan, dimana makam anakku?" Ucap Aryo memelas.


Dia ingin mengunjungi makan anaknya, dan bersimpuh didepannya, meminta maaf karena perbuatan Ayahnya sendirilah yang menyebabkan dia tidak dapat lahir kedunia.


"Sembuhkanlah dirimu, kita akan kemakanya bersama-sama." Jawab Zack dengan tenang.


...🌈🌈...


HALO MAAF AUTOR SEDANG SAKIT


JADI BARU BISA UP BAB BARU

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL LIKENYA SETELAH SELESAI MEMBACA


__ADS_2