
Happy reading 🌹🌹
"Tapi Aryo tidak adil terhadapmu, dia selalu bersama Dinda di tempat kerja maupun rumah." Jawab Intan dengan sengit.
"Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa nyonya, saya hanya ank yatim piatu tidak ada yang menolong maupun peduli dengan keadaan saya." Jawab Nanda yang sudah terisak.
"Tenanglah, ada aku. Mulai sekarang anggap saja aku adalah ibumu." Jawab Intan yang kemudian memelun Nanda dengan sayang, Nanda hanya menyeringai dalam pelukan mertuanya.
...****************...
Intan dan istri kedua Aryo semakin akrab, bahkan mereka pergi keluar berdua untuk berbelanja baju ibu hamil untuk Nanda.
Intan kasihan terhadap Nanda, karena harus mengalami morning sicknes yang parah, terlebih tidak ada yang merawatnya. Aryo sibuk bekerja dan selalu menempel dengan Dinda.
Intan semakin yakin bahwa Dinda itu mandul, nyatanya setiap malam selalu tidur dengan Aryo tapi tidak ada tanda-tanda kehamilan, sedangkan Nanda yang baru 3 bulan menikah dengan Aryo sudah hamil 2 bulan. Aryo anaknya berarti sehat dan tok cer karena sudah terbukti dapat menghamili Nanda.
...*****************...
Aryo dan Dinda masuk ke dalam rumah, hanya bertemu dengan ayah Ridwan.
"Selamat sore ayah" Ucap Aryo dan Dinda.
"Sore, kalian sudah pulang?" Tanya Ridwan yang menerima salam dari anak dan menantunya.
"Iya ayah, hari ini tidak ada pasien yang operasi dan kebetulan Dinda tidak ada pasien yang perlu di pantau 24 jam" Jawab Aryo.
"Yasudah segeralah kalian mandi" Ucap Ridwan.
"Iya yah." Aryo dan Dinda menuju kamar untuk mandi, Aryo memilih mandi di kamar Nanda agar tidak mengantri dan cepat selesai.
Dinda segera turun dan bergegas ke dapur, dia akan mulai memasak untuk makan malam keluarga.
Aryo duduk bersama ayahnya Ridwan dengan ditemani segelas teh dan biskuit.
"Mama kemana yah?" tanya Aryo
"Pergi keluar dengan Nanda, katanya mau beli baju untuk ibu hamil." Jawab Ridwan
"Hah?? apakah mama sudah menerima kehadiran Nanda dan bayi kami?" Tanya Aryo, yang sedikit curiga karena ibunya menjunjung tinggi status sosial.
"Iya, apa ayah pernah berbohong kepadamu? Seharusnya kamu sebagai suami lebih perhatian lagi kepada istri keduamu, sampai baju hamil saja tidak punya di dalam lemarinya." Ucap ayah Ridwan
"Nanda tidak pernah meminta baju yah, mana aku tau. Yang dia minta hanya makanan-makanan yang tidak aku sukai dan selalu menenpel kepadaku." Jawab Aryo
"Itu bawaan bayi kamu, berarti anakmu tidak mau jauh darimu." Ujar ayah Ridwan menjelaskan.
Selang beberapa waktu, mobil sedan masuk kepekarangan rumah.
Nanda dan Mama Intan keluar dari mobil dengan banyak tas belanja yang sudah mereka bawa.
"Mama habis ngeborong satu toko?" Tanya ayah Ridwan dengan menyerengitkan dahinya, karena tas belanja yang dibawa istrinya sangat banyak.
"Tentu saja mama memboring satu toko, untuk menantu mama yang cantik dan segera memberikan kita cucu." Ucap Mama Intan
Deg
Dinda yang sedari tadi sibuk memasak, untuk sesaat berhenti melakukan aktivitasnya. Apa makhsud dari perkataan mama?. Dengan segera Dinda menepis hal-hal buruk yang ada di dalam otaknya, Dinda berfikir sekarang mertuanya sudah menerima madunya.
Sedangkan Aryo dan Ridwan risau dengan ucapan Intan, karena disini ada Dinda juga yang sedang memasak di dapur. Meskipun agak jauh ruang keluarga dengan dapur, tetap akan kedengaran karena tidak terhalang tembok.
Jangan ditanya bagaimana wajah Nanda, dia yang paling bahagia. Dengan perlahan-lahan rencananya berhasil.
"Mama, sebentar lagi pasti akan mendapatkan cucu lagi dari mbak Dinda. Benarkan mas?" Tanya Nanda ke suaminya.
"I...iya benar mah, mama pasti sebentar lagi akan mendapatkan cucu lagi" Jawab Aryo dengan sesekali melirik arah dapur.
"Apa kamu yakin Aryo kalau istri pertama kamu itu sehat? nyatanya kamu baru menikahi Nanda 3 bulan aja sudah menghasilkan cucu untuk mama, sedangkan kamu dan Dinda sudah 5 bulan menikah belum juga ada hasilnya." Jawab Intan dengan judes.
"Ma, makhsud mama apa? aku sehat-sehat saja kok, tidak pernah sakit sekalipun." Tanya Dinda yang berjalan dari arah dapur, ya Dinda sedikit tidak kuat dengan ucapan mertuanya.
"Mandul, apa yakin kamu tidak mandul. Lihatlah Aryo sudah terbukti sangat sehat karena sudah membuat Nanda hamil, sedangkan kamu? sampai saat ini tidak hamil-hamil." Jawab Intan dengan frontal.
Sakit hati, pasti. Tapi Dinda mencoba memakluminya. Karena memang benar suaminya sudah berhasil membuat madunya hamil.
__ADS_1
"Sudahlah mah, namanya anak pasti akan dapat kalau sudah waktunya." Ucap ayah Ridwan menengahi, karena dia melihat suasana sudah tidak kondusif.
"Iya mah, sudah ayo kita makan. mbak Dinda sudah capek-capek memasak untuk kita semua." Ucap Nanda dengan membawa ibu mertuanya duduk
Mereka berlima makan dengan sesekali Nanda bermanja-manja dengan Aryo, Dinda yang melihat itu hanya biasa saja. Berbeda dengan Intan, pasti Dinda merencanakan sesuatu agar Aryo tidak tidur dengan Nanda aku harus mencegahnya.
Disatu sisi Aryo gusar, dia melihat Dinda tanpa ekspresi dan lebih dingin dari sebelumnya. Dia ingat pertengkaran beberapa waktu lalu tentang kehamilan, dan membuat dirinya menyesal. Karena melukai hati istrinya lagi, sekarang ibunyapun ikut menyalahkan Dinda yang belum kunjung juga hamil.
...**************...
Di perusahaan
Zack Alexander menyenderkan kepalanya di kursi kebesarannya dengan senyum yang membuat bulu kuduk berdiri.
"Bagaimana kondisi wanitaku Nik?" Tanya Zack.
"Mereka terlibat pertengkaran kecil tuan ketika berada di dalam mobil, ternyata orang tua dari Aryo juga tidak mengetahui pernikahan kedua dari anaknya. Seluruh pegawai Rumah Sakit perlahan-lahan di pihak dokter Dinda tuan. " Jelas Niko, dia menganggap bosnya gila karena ingin merebut dan merusak rumah tangga orang lain. Tetapi dia tetap mendukung usaha bosnya tersebut.
"Hahaha.. bagus, akan kita persiapkan surprise yang lebih indah lagi Nik. Aku tidak ingin wanitaku terbelenggu dalam pernikahan konyol seperti itu." Ucap Zack yang sudah mulai serius dalam menjalankan rencananya.
"Baik tuan." Jawab Niko dengan setengah membungkukkan badan.
"Selalu pasang mata-mata di sekitar mereka dan lindungi wanitaku dari orang jahat. Aku yakin akan ada yang mencoba mencelakainnya." Ucap Zack memberi perintahnya.
"Baik tuan, akan segera saya hubungi bodyguard terbaik kita." Jawan Niko
Flashback
Setelah Zack bertemu dengan Dinda di taman, dia segera keperusahaannya. Dia sudah tidak sabar ingin mengetahui latar belakang wanita yang sudah membuat dia tergila-gila. Padahal selama ini Zack tidak pernah merasakan jantungnya berdebar-debar dengan wanita lain setelah dia dikhianati oleh kekasihnya dulu.
"Tuan seluruh informasi dokter Dinda sudah di kumpulkan oleh orang-orang kepercayaan kita." Ucap Niko sambil mengemudi menuju perusahaan.
"Hemm, aku sangat penasaran dengan latar belakang wanitaku. Dia sangat menggemaskan ketika marah." Ucap Zack yang tersenyum ketika mengingat kejadian di taman tadi.
"Iya tuan." Jawab Niko. Apakah sebentar lagi akan kiamat? Tuhan senyumnya sangat mengerikan, gumam Niko dalam hati.
Mereka sudah sampai di perusahan, dengan wajah dingin dan langkah yang lebar mereka memasuki perusahaan, dan masuk ke lift khusus CEO.
Mereka sudah sampai lantai tertinggi di perusahaan, hanya terdapat ruang CEO, sekertaris dan wakil CEO.
"Tuan ini map yang berisi seluruh informasi dari dokter Dinda." Ucap Niko yang menyerahkan map tersebut kepada bosnya.
Zack dengan segera membuka map tersebut, terdapat banyak foto wanitanya, terdapat juga foto suami dan madunya. Yang bikin Zack kaget ternyata Dinda anak dari salah satu pengusaha terkaya nomer 3 di China, dan Dinda selama ini menyembunyikan nama belakang dari keluarga ayahnya.
"Apa benar Dinda anak dari Chen Quon Biming?" Tanya Zack pada asistennya.
"Benar tuan, dokter Dinda adalah anak tunggal dari tuan Chen."Terang Niko
"Tapi kenama di dalam identitas Dinda tidak ada nama dari ayahnya?" Tanya Zack
"Dokter Dinda selama ini menentang permintaan tuan Chen, karena mengambil jurusan kedokteran. Sedangkan keinginan tuan Chen agar anaknya meneruskan perusahaan keluarganya tuan. Terlebih lagi dokter Dinda ketika menikah dengan dokter Aryo tidak mendapatkan restu dari tuan Chen." Jawab Niko dengan panjang lebar.
"ohoo... baiklah, mari kita jalin kerjasama dengan perusahaannya Nik, aku ingin lebih banyak mengenal Dinda dan keluarganya." Jelas Zack.
"Baik tuan, apakah ada perintah lagi.?" Tanya Niko
Zack menyerahkan foto kepada asistennya "Unggah foto ini di web Rumah Sakit X, aku ingin memulai mengusik pernikahan mereka" Ucap Zack.
Niko yang menerima perintah bosnya hanya mengangguk, sebenarnya dia tidak tega karena tidak etis permainan bosnya. Tetapi dia masih sayang dengan nyawanya.
Flashback off
...*******************...
Dirumah sakit kembali heboh, karena Nanda terlihat datang bersama dengan Indah mamanya Aryo, mereka sedang mengantri di bagian dokter kandungan.
Teman-teman Nanda yang melihatnya saling berbisik-bisik.
"Jadi dia simpanan dokter Aryo?"
"Menjijikkan wanita pe*******ur"
"Masih kalah jauh cantiknya dengan dokter Dinda."
__ADS_1
"Kasian dokter Dinda, rumah tangganya dirusak dengan wanita seperti dia.
Nanda yang mendengar dirinya digunjing menjadi sedih dan marah, kenapa semuanya menyalahkan dirinya, semua membela Dinda dari pada dia. Semua ini bukan kesalahannya.
Intan yang menyadari bahwa menantunya tidak baik-baik saja, mengedarkan pandangannya. Dilihatnya banyak yang berbisik-bisik dan melihat ke arah Nanda dan dirinya.
"Jika aku jadi dokter Aryo aku akan lebih memilih dokter Dinda daripada ulat bulu itu, kasian dokter Dinda sudah cantik dan baik tapi disia-siakan." Ucap salah satu perawat yang ganti shift melintas di belakang Indah dan Nanda.
Dengan segera Intan berlari dan menjambak rambut orang tersebut.
"Heh, ngomong apa kamu barusan? Dinda memang cantik tapi dia mandul, pantas Aryo lebih memilih Nanda daripada dia. Dia tidak bisa memberiku cucu, sedangkan Nanda sudah hamil" Ucap Intan dengan garang.
"Achh, lepaskan tanganmu. Dasar ibu mertua tak ada akhlaq. Anak itu rejeki, sekarang dokter Dinda belum diberi kepercayaan. Jangan menyalahkan keadaan. Memang dasar anak dan Nanda yang tidak tau diri." Ucap orang tersebut yang ikut menjambak rambut Intan.
"Aduhhh, rambutku bisa rontok!!! Lepaskan. Nanda dan Aryo sudah menikah sebentar lagi akan diresmikan" Ucap Intan sengit.
"Lepaskan dulu tanganmu dari rambutku nenek lampir!!! Achh, yaaaaa Nanda sekali pelakor tetap pelakor. Sejarah tidak akan pernah merubahnya!! Ucap orang tersebut tak kalah sengit.
Nanda yang melihat mertuanya dan asisten Dinda saling menjambak bingung, karena tidak ada yang mencoba melerai. Mereka sibuk merekam perkelahian tersebut.
"Berhenti!!!! Cukup kamu Santi lepaskan tanganmu dari ibu mertuaku!" Ucap Nanda yang mencoba melepaskan tangan Santi dari rambut mertuanya.
Kepalang tanggung, Santi menjambak rambut Nanda "Dasar tidak tau malu masih berani kamu muncul di Rumah Sakit ini, gara-gara perbuatan mesummu dan dokter Aryo. Dokter Dinda ikut terseret dalam masalah. Pelakor tidak tau malu!!!" Ucap Santi.
"Apa makhsudmu lepaskan!!!" Jawab Nanda.
Karena kegaduhan tersebut menyita perhatin seluruh pengunjung Rumah Sakit hingga satpam datang dan melerai mereka, Dinda dan Aryo berlari menuju TKP karena baru dapat kabar bahwa ada ibu-ibu dan Nanda yang membawa-bawa nama Dinda.
"CUKUP!!!" ucap Aryo lantang.
"Ada apa ini?" Tanya Dinda
"Aryo lihat perbuatan perempuan setan itu, dia menjambak rambut mama dan Nanda." Ucap Intan memelas.
"Santi apa yang kamu lakukan! lepaskan tanganmu dari Nanda!" Ucap Dinda, kemudian dia mendekat dan melerai Nanda dan Santi.
Bruk
"Nanda" Ucap Aryo dan Dinda bersama, Nanda terjatuh karena terlalu lemas dengan perkelahian tadi.
Dinda mencoba membantu Nanda berdiri tapi tangannya di tepis oleh Aryo. Sakit jangan di tanya lagi. Aryo segera membopong Nanda untuk di periksa apakah kandungannya baik-baik saja.
Intan yang melihat hal tersebut tersenyum licik., dan segera menyusul Aryo dan menantunya.
"Dasar nenek lampir!" ucap Santi sambil membenarkan rambutnya.
"Semuanya bubar.. bubar!" Ucap satpam.
"Mohon maaf pak sudah membuat keributan, dan kamu Santi ikut keruanganku sekarang!" Ucap Dinda.
...********************...
"Bagaimana dok dengan kandungan menantu saya?" Tanya Intan
"Baik-baik saja, tolong untuk ibu Nanda jangan di buat stress dan kecapekkan dahulu. Karena kandungannya masih muda." Jelas dokter tersebut.
"Iya dok, terima kasih." Ucap Aryo.
Aryo membawa Nanda dan mamanya masuk ke taxi yang sudah dia pesan, sepanjang jalan banyak yang menggunjingkan mereka, tetapi Aryo tidak peduli. Berbeda dengan Nanda, dia sangat malu karena semua orang tau pernikahannya dengan Aryo. Darimana orang-orang tau tentang perbikahan dan kehamilannya, yang tau hanyalah orang rumah. Dinda?? ya pasti Dinda yang sudah menyebarkan gosip tersebut.
Kebencian, iri, dan dengki kepada Dinda semakin menjadi-jadi didalam diri Nanda. Dia menyalahkan, semuanya karena Dinda. Pasti Dinda tidak suka karena sekarang Aryo dan Mamanya lebih dekat dengan Nanda.
...*****************...
Hallo teman-teman
Jangan lupa likenya
Cuaca di Yogyakarta sedang hujan sampai banjir di beberapa titik daerah.
Bagaimana daerahmu?
Salam sehat dari autor 💚❤
__ADS_1