Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 69


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Kini kehamilan Dinda sudah sembilan bulan, sebentar lagi akan melahirkan.


Banyak barang yang di beli oleh Zack untuk menyambut kelahiran sang buah hati, tak pernah luntur senyum Zack.


Kini Dinda tengah duduk sambil memakan sekotak buah melon, sejak kehamilannya semakin membesar. Dinda sangat suka memakan buah-buahan.


"Achhhhh.... " Rintih Dinda.


Perutnya serasa kram dan pinggangnya sedikit panas, sehingga membuat buah yang ada di pangkuannya terjatuh berhamburan di lantai.


"Nyonya! Tolong.... tolong....!!" Teriak seorang maid.


Dengan langkah lebar setengah berlari, Zack menuruni anak tangga dan menuju ke asal suara.


Zack melihat Dinda yang sudah terduduk di lantai, dengan merintih-rintih menahan sakit.


Segera Zack membopong Dinda dan menuju ke Rumah Sakit, selama di perjalanan tubuh Zack menjadi tempat pelampiasan kesakitan Dinda.


Rambutnya di jambak, tangan yang digigit, punggung yang di cakar, bahkan beberapa kancing Zack sudah berhamburan entah kemana.


Mobil mewah Zack sudah sampai di Rumah Sakit, segera dia membopong Dinda untuk masuk ke Rumah Sakit.


Suster yang melihat kedatangan Zack, dengan segera berlari membawa brangkar dan membantu meletakkan Dinda untuk tidur di atas brangkar tersebut.

__ADS_1


Kini Zack tengah menghubungi keluarganya untuk segera datang ke Rumah Sakit, kini Zack masuk ke ruangan dimana istrinya akan melahirkan.


Terlihat wajah yang pucat, kening yang berkeringat dan kerutan-kerutan di wajah yang menahan sakit.


"Bagaimana Dok?" Tanya Zack pada dokter kandungan tersebut.


"Sudah sembilan Tuan, sebentar lagi. Silahkan Tuan memberi semangat ke Nyonya Dinda." Jawab Dokter tersebut.


"Sakit." Cicit Dinda, dengan nafas yang tersengal dia mencoba menetralisir rasa sakit tersebut.


"Kamu pasti bisa sayang, aku akan selalu di sampingmu." Ucap Zack dengan mengecup dahi Dinda.


Dokter kembali mengecek jalan bayi lagi, "Tuan... Nyonya... pembukaan sudah sempurna, Nyonya dalam hitungan ketiga tolong mengejang ya." Kata dokter memberikan intruksi pada Dinda.


Oeekkk.... oeekkk... oekkk (autor ketawa sendiri bayanginnya)


"Selamat Tuan dan Nyonya, kalian mendapatkan putra yang tampan dan sehat." Ucap dokter tersebut.


Dinda dan Zack menangis haru, terutama Dinda dia tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi seorang ibu.


"Selamat menjadi ibu sayang, kamu sudah bekerja keras untuk melahirkan putra kita." Ucap Zack penuh haru.


"Selamat menjadi seorang ayah, kita menjadi orang tua sekarang sayang." Jawab Dinda yang sudah menangis.


Zack mengedup dahi Dinda dengan penuh perasaan "I love you." Ucap Zack pada istrinya.

__ADS_1


"Permisi Tuan, kami akan membersihkan Nyonya Dinda dan akan memindahkannya di ruang rawat inap. Bisa Tuan tunggu di luar." Ucap seorang suster pada Zack.


Zack menganggukkan kepala dan segera kekuar dari ruang bersalin tersebut.


Di luar ruangan sudah ada orang tua Zack dan orang tua Dinda, yang sudah menunggu cucu pertama mereka.


"Bagaimana Zack?" Tanya Tuan Chen.


Zack segera memeluk ayah mertuanya, "Selamat Ayah, sudah menjadi seorang kakek." Ucap Zack


Seluruh kekuarga sangat bahagia mendengar hal tersebut.


Kini Dinda dan bayinya sudah di oindah di ruang rawat inap VVIP.


Bayi merah yang berada di dalam box, sedang di kelilingi oleh para opa dan omanya.


Dinda dan Zack yang melihat hal tersebut sangat bahagia.


"Apa kalian sudah memberi nama anak kalian?" Tanya Ayah Zack.


"belum Ayah. Kami akan memberikan nama sesuai para readers inginkan." Ucap Zack


Teman-teman bagi ide untuk nama bayi dari Zack dan Dinda ya.


Silahkan tuliskan di kolom komentar

__ADS_1


__ADS_2