Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 65


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Sayang, kamu berangkat kerja?" Tanya Zack pada Dinda.


"Iya Sayang," Jawab Dinda dengan mengambilkan sarapan untuk suaminya.


"Hem, kenapa tidak diserahkan dulu ke Santi selama hamil?" Jawab Zack yang terus mengamati istrinya.


"Sayang, nanti ketika akan melahirkan. Aku tidak akan bekerja lagi." Jawab Dinda dengan tenang.


"Jadi kamu akan menghandel dua perusahaan sekaligus setelah anak kita lahir." Lanjut Dinda dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


"Ide bagus sayang, kamu hanya akam di rumah. Mengurusi anak kita dan suamimu ini." Jawab Zack dengan tersenyum.


Zack tidak pernah melarang Dinda untuk bekerja, tetapi istrinya itu sering lupa waktu jika sudah berhadapan dengan pekerjaan.


Sehingga membuat Zack untuk selalu mengingatkannya beristirahat.


Kini Dinda tengah berjalan ke ruangannya, dia menggunakan lift khusus untuknya.


Ting


Dinda telah sampai di lantai yang dia tuju.


"Selamat pagi, Santi." Sapa Dinda pada sahabat sekaligus sekertarisnya.


"Selamat pagi juga mbak Dinda." Jawab Santi, dengan segera dia berdiri dan menyerahkan buket bunga.


Dinda menaikkan sebelah alisnya "dari siapa San?" Tanya Dinda yang masih melihat buket bunga tersebut.


"Tidak tau mbak, tadi pagi satpam depan yang dititipi." Jawab Santi.


Dinda segera menerimanya "Terima kasih, aku akan masuk keruanganku dulu." Jawab Dinda dengan melangkahkan kakinya ke ruangan CEO.


Dinda meletakkan tas dan blezernya di sudut ruangan, dia mengambil bunga tersebut.


Terlihat kertas pink yang di lipat berbentuk hati disana.

__ADS_1


Maaf


Semangat untuk hari ini ❤


Begitulah kira-kira tulisan dalam kertas itu.


Dinda bingung, tidak ada nama maupun inisial pada kertasnya.


Dinda hanya mengedikkan bahunya, dan menaruh buket tersebut di rak belakangnya.


Di kantor Aryo.


Dia tersenyum, pasti saat ini mantan istrinya sudah menerima buket bunga yang dia beli tadi pagi.


Ya, yang mengirimkan buket bunga itu adalah Aryo. Dia rela pagi-pagi pergi ke perusahaan mantan istrinya itu.


"Sebentar lagi pasti kita bisa bersama lagi sayang." Ucap Aryo lirih


Aryo merasa telah dapat suntikan boster, setelah membayangkan jika Dinda telah menerima bunga pemberiannya.


Dia menjalani harinya penuh dengan semangat dan senyum terus menghiasi wajahnya.


Di perusahaan lain


Zack tengah menerima laporan dari orang suruhannya.


"Bagaimana?" Tanya Zack dingin.


"Melapor Tuan, tadi pagi Tuan Aryo datang ke perusahaan Nyonya dan menitipkan sebuah buket bunga kepada satpam." Ucap pria tersebut.


Tatapan mata Zack serasa mengulitinya hidup-hidup.


"Baiklah, terus awasi dia. Laporkan semuanya kepadaku!" Perintah Zack dengan mengibas-ngibaskan tangannya.


Dengan segera pria itu sedikit membungkuk dan berllu dari ruangan Zack.


Tut

__ADS_1


"Nik, segera ke ruanganku." Ucap Zack


"Baik, Tuan." Jawab Niko.


Dengan segera Niko memakai jasnya, dia menghela nafasnya beras.


"Aryo, kamu membuat singa yang tidur menjadi bangun! membuat pekerjaanku menjadi berkali-kali lipat!" Umpat Niko pelan.


Segera Niko melangkahkan kakinya ke ruangan CEO.


Tok... tok... tok


"Masuk"


"Tuan,"


"Niko, bagaimana saham kita di perusahaan Pratama?"


"Hanya 25% tuan." Jelas Niko pada Zack dengan menunjukkan data yang ada di dalm tabletnya.


"Nik, hubungi seluruh investor yang menanam saham di perusahaan Pratama. Kita akan membeli saham mereka dengan harga dua kali lipat." Ucap Zack


"Baik Tuan, akan segera saya laksanakan." Jawab Niko


"Hem, satu lagi. Setiap hari kirim bunga ke kantor istriku." Ucap Zack dengan tenang.


Niko menyerengitkan dahinya, "Untuk apa Tuan? Apa Nyonya Dinda ingin membagikan bunga setiap pagi ke para karyawannya?" Tanya Niko dengan memiringkan kepalaya.


"Bukan! Aryo tadi pagi mengirim bunga ke perusahaan Dinda, dan aku tidak akan kalah dengannya!" Seru Zack pada Niko dengan tatapan tajam.


"Baik, Tuan!" Seru Niko, dengan segera dia meninggalkan ruangan Zack.


...🌈🌈...


HALO MAAF TEMAN-TEMAN


AUTOR SEDANG SAKIT, JADI BELUM BISA MAKSIMAL DALAM MENULISNYA

__ADS_1


PROMO NOVEL



__ADS_2