Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 39


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Terlintas masa lalu dimana ketika Aryo dan Dinda berpacaran, dan bagaimana setelah mereka menikah hingga akhirnya bercerai. Tanpa sadar disudut mata Aryo basah, dengan segera dia mengusapnya dengan kasar.


"Tidak... benar aku memiliki dua istri tetapi aku tidak sembunyi-sembunyi, sedangkan dia pergi makan malam dengan laki-laki tanpa berpamitan kepadaku. Ya Nanda lebih baik, dia juga bisa memberikanku keturunan yang cantik" gumam Aryo.


...🌈🌈...


"Setelah ini kamu mau balik ke kantor atau pulang Bebs?" tanya Zack


"Emm... aku ingin berbelanja dengan Santi. Apakah boleh?" ijin Dinda, meskipun mereka belum menikah tetapi Dinda akan ijin atau memberi kabar kepada calon suaminya itu.


"Apa aku perlu ikut?" tawar Zack


"Tidak perlu sayang, aku hanya ingin membeli beberapa pakaian dan sepatu saja" jawab Dinda


"Baiklah, kamu belilah baju pesta sayang. Aku baru ingat rekan bisnisku Antony besok malam mengadakan acara pertunangannya" jelas Zack


"Ya sayang" jawab Dinda


...🌈🌈...


Aryo yang tengah gundah gulana, asik bermain dengan pikirannya sendiri bertolak belakang dengan istrinya Nanda, kini Nanda tengah menuju ke pusat perbelanjaan. Karena dia stress dengan suara tangisan anaknya, dia akan merilekskan diri dengan berbelanja.


Kini di dalam mobil Dinda dan Santi tengah bercengkrama mereka menceritakan hal-hal diluar pekerjaan, sudah diniatkan jika mereka hari ini akan melepaskan sejenak urusan kantor.


Mobil Dinda sudah sampai di parkiran mall, dan segera masuk ke mall tersebut dengan Santi.


Mereka asik keluar masuk toko satu ke toko lainnya, bukan karena mereka tidak memiliki uang karena mereka bahagia meski keluar masuk toko sekedar melihat-lihat (kayak autor yak masuk mall cuma beli es krim mekdi doang 😂)


Kini Dinda dan Santi tengah berada disalah satu outlet merk terkenal.


"Ada yang bisa kami bantu nona?" tanya seorang pelayan.


"Tunjukkan aku baju kantor, baju pesta, dan koleksi sepatu kalian yang terbaru" ucap Dinda


"Baik silahkan ikuti saya"


Dinda dan Santi segera mengikuti langkah pelayan toko tersebut.


"Ini koleksi kami nona".


Dinda dan Santi melihat-lihat koleksi tersebut, kini tujuan Dinda tertuju pada sepatu yang berada di tengah etalase.



Grep


Sepasang tangan juga tengah memegang sepatu tersebut, mereka saling menatap dengan sengit.


"Hey! lepaskan tanganmu dari sepatuku!" seru seorang wanita.

__ADS_1


Dinda tersenyum miring "Cih, ini masih dietalase jangan mengaku-ngaku sepatumu" jawab Dinda tak kalah tajam


Wanita yang tengah memperebutkan sepatu hak tinggi tersebut adalah Nanda dan Dinda.


"Tapi aku yang melihat sepatu ini lebih dulu" ucap Nanda tidak mau mengalah


"Heh uler kadut, kamu baru melihat aku sudah menyentuhnya lebih dulu" ucap Dinda sinis


"Apa kamu bilang uler kadut!! siapa, aku??" tanya Nanda


"Tentu saja siapa lagi, yang dari tadi bicara hanya kamu sm aku. Kamu pikir aku bicara sama setan?" ucap Dinda yang memancing emosi Nanda


"Cih, lepasin enggak. Emang kamu kuat membeli sepatu ini? lihat penampilanmu hanya pegawai kantoran biasa tetapi gayanya seperti nyonya muda. Ups mantan nyonya muda lebih tepatnya" jawab Nanda menyeringai


Dinda yang mendengarkannya sedikit nyeri di hatinya "Aku kerja masa kalah sama kamu yang pengangguran. Lebih tepatnya mantan suamiku diambil sama ********* makhsudmu?" ucap Dinda


"Kau mengataiku ja****lang!!!" teriak Nanda


Semua pengunjung di toko tersebut sekelika mengalihkan atensi mereka ke Nanda dan Dinda.


"Aku tidak bilang kamu ja****lang, jika kau merasa baguslah berarti kau sadar diri" ucap Dinda, dengan segera dia mengambil sepatu tersebut dan berjalan ke kasir.


"Hey wanita mandul, jika kamu tidak mandul tidak mungkin suamimu membuatku hamil!!" seru Nanda, dia sudah terlanjur emosi. Banyak pengunjung membicarakan mereka dan bahkan merekam kejadian itu.


"Ya benar, jika bukan karena perempuan mu****an sepertimu yang rela membuka kakinya lebar-lebar dibawah kungkungan laki-laki tidak mungkin mereka menolak." ucap Dinda


Nanda mengepalkan tangannya dia mengedarkan pandangannya banyak yang merekam bahkan bergunjing "Kenapa kalian lihat-lihat matikan Hp kalian jika kalian tidak ingin berurusan dengan keluarga Pratama!!!" seru Nanda.


Dinda yang melihat Nanda memakai nama keluarga Pratama hanya tersenyum sinis, dia tidak lebih unggul dariku yakin Dinda dalam hati.


Santi yang melihat Dinda dan rivalnya segera mendekat ke Dinda. "Mbak tidak apa-apa?" tanya Santi


"Tidak apa-apa San, tenang aja" kata Dinda dengan menepuk pundak Santi


Nanda melewati Dinda dan menyenggol bahunya, Dinda hanya menghela nafasnya dia seakan-akan ingin mencabik-cabik wanita tersebut.


"Dasar ular kadut, aku jambak juga rambutnya" ucap Santi jengkel


"Sudahlah, ayo segera kita bayar belanjaan kita" ajak Dinda, mereka segera menuju kasir.


"Hitung semua belanjaanku jangan sampai ada yang lecet" ucap Nanda angkuh


"Baik nyonya" ucap kasir


Dinda yang dibelakangnya untuk mengantri dan beberapa pengunjung lainnya yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.


"Totalnya 93jt nyonya"


Nanda segera menyodorkan kartu ATMnya


"Maaf nyonya ATM anda tidak bisa digunakan untuk transaksi" ucap kasih

__ADS_1


Pft


Dinda dan Santi menahan tawanya begitu juga pengunjung yang sedang mengantri.


"Kalau tak mampu bayar jangan sok dong! ATM kosong kok disodorin" ucap Santi


"Diam kamu gadis kampung!" jawan Nanda jengkel


Nanda segera mengeluarkan seluruh kartu ATMnya


"Ini coba lagi, saya masih banyak kartu ATM" ucap Nanda angkuh tapi dalan hati dia mengumpat karena malu terlebih di hadapan Dinda mantan madunya.


Beberapa kali dan sudah tidak ada kartu ATM yang Nanda serahkan.


"Bagaimana nyonya, apakah bisa membayar belanjaan Anda? tanya kasir tersebut


"Seluruh ATM ku sudah kamu coba tetapi tidak ada yang berhasil, mesin ATM toko ini yang rusak bukan ATM saya" ucap Nanda ngotot.


"Tapi nyonya mesin kami tidak rusak, jika rusak pasti akan ada permberitahuan di sistem komputer kami" jelas kasir


Dinda yang melihat hal tersebut segera menyodorkan Blackcard nyaa "Bayar saja pakai ini mbak, hitung-hitung saya beramal" kata Dinda


Seketika rungan itu riuh dengan gelak tawa atas perkataan Dinda.


"Dasar benalu gak dulu gak sekarang hidup kok jadi benalu, isin ngerti ra" ucap Santi


"Heh, diam ya kamu orang kampung baru dikota sehari udah belagu. Kamu Dinda aku gak butuh uangmu!" jawab Nanda


"Apa kamu tidak lihat, kami sudah mengantri sedari tadi hanya menunggu orang yang tidak memiliki uang untuk membayar. Kamu kira waktu kami hanya untuk berleha-leha sepertimu" ucap Dinda tajam.


"Jika kamu tidak mampu berbelanja ditempat ini, dari awal jangan masuk hanya membuat kami yang ingin menghabiskan uang jadi terkendala. Sudahlah kamu terima saja uangku atau kamu pergi dari sini" ucap Dinda lagi.


"Iya benar jangan sok kaya kamu, mantu Pratama kok gak punya duit" ucap salah satu nyonya


"Benar" ucap yang lainnya


"Heh!! aku memang mantu Pratama mesin ATM toko ini saja yang memang rusak dasar!!!" dengan segera Nanda berlalu dengan rasa marah di dalam hatinya.


Sedangkan yang lainnya hanya menyorakkinya, Dinda dan Santi segera membayar belanjaan mereka.


Nanda sudah masuk kedalam mobilnya, dia mencengkram kuat setir mobilnya bre***sek awas kamu Dinda kamu sudah mempermalukan aku, akan aku buat perhitungan denganmu!


Nanda segera menelfun suaminya perihal ATM yang tidak bisa ia gunakan untuk bertransaksi.


...🌈🌈...


Hallo semuanyaaa....


Aku up lagi.


perayaan karena lolos kontrakk

__ADS_1


dukung teruss yaa. 🌹🌹


__ADS_2