
Jangan lupa tekan tombol like setiap membaca
Happy Reading 🌹🌹
Hari ini acara pernikahan Dinda dan Zack, sudah banyak saudara, teman, bahkan rekan bisnis memenuhi ruangan hotel yang sudah di sulap menjadi indah.
Zack yang berada di dalam ruangan sangat gugup, perasaan ini berbeda ketika dia hanya bisa membayangkan. Kenyataannya saat ini akan menjadi nyata.
"Hay son, apakah kamu sudah siap?" Tanya Ayah Zack
"Siap!" Ucap Zack
Ayah Zack yang melihat kegugupan dalam diri anaknya, terkekeh pelan.
"Jangan gugup, Zack." Ujar Ayahnya.
Saat ini Zack sudah masuk kedalam ruangan, dia berjalan ke altar yang sudah di sediakan.
Gugup. Satu kata yang dapat menggambarkan bagaimana Zack saat ini.
MC mempersilahkan mempelai wanita memasuki ruangan.
Seluruh tamu dan Zack menatap ke arah pintu yang akan digunakan oleh Dinda untuk memasuki ruangan tersebut.
Krieeettttt
Untuk sesaat pandangan keduanya terkunci, Dinda melemparkan senyum terbaiknya terhadap calon suaminya. Sedangkan Zack masih terpaku di tempat.
Dinda berjalan dengan di gandeng oleh Ayahnya, Tuan Chen.
__ADS_1
Para tamu undangan berdecak kagum dengan kecantikan mempelai wanita, tidak kalah para kaum hawa iri dengan gaun yang dikenakan Dinda.
Gaun yang berkilau karena taburan batu mulia, belahan dada yang rendah terlihat sexy namun tetap elegant, tidak lupa dia memakai mahkota yang sangat indah melingkar di atas kepalanya.
Kini Dinda sudah diantarkan oleh Ayahnya sampai di hadapan Zack.
"Zack, aku serahkan putriku. Kau harus nerjanji membahagiakannya, jika kau sudah tidak mencintainya kembalikan kembali kepadaku dengan cara yang baik." Ujar Tuan Biming
"Saya berjanji, akan selalu membahagiakan Dinda hingga maut memisahkan kita Ayah." Jawab Zack mantap dengan menatap Dinda.
Tuan Chen menyerahkan tangan Dinda ke Zack, mereka kini tengah berdiri dan saling mengucap janji suci.
Dinda menangis terharu, karena dia sangat bahagia. Pernikahan yang dia inginkan sekali dalam seumur hidup, kandas di tengah jalan.
Kini dia dipersunting oleh Zack, dengan keikhlasan kedua orangtuanya.
"Sayang, jangan menangis di hari bahagia kita." Ujar Zack
Zack segera mendekat, dan mendekap erat pinggan wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Zack mendekatkan wajahnya, dan mencium bibir ranum itu di hadapan para tamu.
Para tamu bertepuk tangan, dan ikut berbahagia dengan pasangan tersebut.
Berbeda dengan keluarga Pratama, Aryo menatap nanar pasangan yang berada di depan. Intan dan Ridwan harus memutar otak agar Dinda berpisah dengan Zack, sedangkan Nanda tengah cemburu karena sedari Dinda masuk tatapan Aryo tidak pernah lepas dari mantan madunya tersebut.
Kini Aryo dan Dinda menerima ucapan salam dari para tamu, sampailah pada giliran keluarga Pratama.
Aryo naik dengan menggendong Abel dan di sampingnya Nanda, di ikuti oleh kedua orangtuanya.
"Selamat Din, untun pernikahan kalian." Ucap Aryo kini mengulurkan tangan untuk bersalaman.
Dinda melirik Zack, suaminya menganggukan kepala. Segera Dinda membalas jabatan tangan tersebut "Terima kasih, Tuan Aryo." Jawab Dinda dengan melemparkan senyum tipisnya.
__ADS_1
Aryo yang masih menggenggam tangan Dinda, secara kasar di pisahkan oleh Nanda.
"Apa-apaan sih kamu Nan?" Ujar Intan yang melihat kelakuan menantunya tersebut.
"Buruan Mas, masih banyak tamu yang antri dibelakanh kita!" Ucap ketus Nanda pada sang suami.
"Selamat, Tuan Zack." Ucap Aryo.
"Terima kasih Tuan, aku sungguh berterima kasih padamu. Karena sudah melepaskan Dinda waktu itu." Jawab Zack tersenyum lebar.
"Jangan seneng dulu ya Din, ingat kau itu hanya wanita mandul. Siap-siap saja menjanda yang kedua." Ucap Nanda dengan nada mengejek.
Dinda yang mendengarkanya hanya tersenyum tipis, dia mencondongkan diri ke arah telinga kiri Nanda dan berbisik.
"Khawatirkan saja, dirimu. Karena aku tau kartu AS-mu." Ucap Dinda dengan senyum *smirk.
🌈🌈*
Acara pernikahan Dinda dan Zack telah usai, mereka tidak pulang ke mansion. Dengan segera Zack menuntun Dinda ke lantai atas gedung hotel tersebut.
Zack yang melihat Dinda, memukul-mukul kakinya segera menggendongnya.
Aaaa..
"Turunkan, aku Zack." Ucap Dinda, karena dia malu jika berpapasan dengan tamu lain.
"Tenanglah sayang, simpan tenagamu untuk nanti." Ucap Zack yang tengah berbisik di telinga Dinda.
Dinda tersipu malu, dia menyembunyikan wajahnya di ceruh leher suaminya.
...**Haredang gak nih? ...
...🌈🌈...
__ADS_1
PROMO NOVEL**