
Happy Reading 🌹🌹
Flashback
Dinda terbangun pukul empat pagi, dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena terus memikirkan suaminya. Entah kenapa kali ini di tinggal oleh Aryo bekerja di rumah sakit hingga tidak pulang hatinya gelisah. Biasanya dia merasa baik-baik saja, apa karena sekarang mereka tinggal sendiri. Jika dulu ada mertuanya yang menemani, sekarang sepi.
Dinda menuju wastafel untuk cuci muka, kemudian pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuknya dan suaminya. Dia akan membawakan bekal untuk suaminya, karena Dinda tau jika berjaga malam akan sulit untuk pergi makan.
Dengan baju berwarna pink muda dan rok span Dinda berjalan menuju ruangan suaminya, setelah sampai dia coba mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban. Hingga beberapa menit dia duduk di kursi depan ruangan suaminya suster lain melintasinya.
“Sus, apakah dokter Aryo masih sibuk?” tanya Dinda.
Suster yang ditanya bingung, kenapa menanyakan dokter Aryo pagi buta seperti ini.
“Dokter Arya sudah pulang sejak kemarin sore mbak, jika ada janji bisa menemui ketika jam praktek.” Jawab suster tersebut, suster tersebut belum mengenal Dinda bahwa dia juga salah satu dokter di rumah sakit ini dikarenakan berbeda gedung.
Deg
Untuk sesaat Dinda terpaku dengan jawaban suster.
__ADS_1
“Oh begitu, baik sus. Terima kasih.” Jawab Dinda dengan senyumnya.
Dinda duduk seakan tulang-tulangnya terlepas dari tubuhnya. Apa mas Aryo pulang sejak kemarin sore? Dia pulang kemana? Sedangkan aku dirumah hanya sendiri? Dinda terus bergelut dengan pikirannya. Dia selalu menepis pikiran-pikiran negatifnya, hingga mendapatkan pesan chat dengan nomor tidak di kenal.
đź’Ś Jagalah suamimu dengan baik.
Tangannya serasa gemetar, sebenarnya ada apa ini?
Dinda coba menghubungi nomor tersebut tetapi tidak aktif, beberapa kali mencoba juga percuma.
Hingga dia melihat suaminya berjalan menuju ruangannya, dia meneliti dari atas sampai bawah. Mas Aryo berganti warna baju, kemarin dia memakai baju warna putih, sekarang biru muda. Semakin menambah kecurigaan di hati Dinda, tetapi dia takut jika tidak ada bukti akan menimbulkan pertengkaran dengan suaminya.
Untuk saat ini diam lebih baik, semoga mas Aryo benar-benar setia terhadapku.
---
“Santi apakah kamu punya pacar?” tanya Dinda yang menyangga dagunya dengan kedua tangan.
Dinda dan Santi sudah akrab, karena patner kerja dan setiap hari lebih banyak menghabiskan waktunya dengan Santi.
__ADS_1
“Eh? Belum dok, masih jomblo. Hiks.” Jawab Santi yang pura-pura sedih.
“Tidak mungkin.” Ucap Dindang dengan menyipitkan matanya.
“Heheheh, ada sih dok. Tapi saya sudah tidak ingin melanjutkan hubungan kami lagi.” jawab Santi dengan sendu, dia coba menahan air matanya agar tidak jatuh.
“Kenapa? Cobalah berbagi cerita denganku San.” Jawab Dinda dengan memeluk Santi.
“Kami sudah berhubungan cukup lama, sekitar 2 tahun. Tetapi beberapa waktu lalu saya memergoki dia bergandengan tangan dengan wanita lain yang tidak saya kenal dok. Hati saya sakit, saya coba bertanya baik-baik dia tetap tidak ingin mengakui. Padahal sudah jelas-jelas saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. Makanya saya sudah tidak ingin menlanjutkan hubungan kami, karena dimasa depan akan tetap terulang kembali sekali pasangan kita berkhianat akan mengulanginya.” Jawab Santi yang menerawang kenangan pahitnya.
“Bukankah setiap manusia dapat berubah lebih baik San? Mungkin kekasihmu akan berubah di masa depan.” Tanya Dinda dengan menopang dagunya.
“Tidak! Karena dia berselingkuh dengan sadar dok, dia melakukan dengan 100% sadar. Tidak sedang setengah tidur.” Jawab Santi dengan mengerucutkan bibirnya, karena kesal.
“Baiklah.. baiklah, semoga kamu segera mendapatkan pasangan yang setia.” Ucap Dinda dengan menepuk pundak Santi.
-------
Hallo teman-teman ini karya kedua saya (apakah bisa disebut kedua, karena yang pertama belum tamat) hehehe
__ADS_1
Mohon dukungannya, kritik dan saran yang positif sangat saya nantikan. Agar saya semakin berkembang lebih baik lagi.
Jangan lupa follow IG @frd_95