
Happy Reading 🌹🌹
Dinda menutup pintu dengan keras, dan segera memberhentikan taxi untuk entah kemana yang penting dia menenangkan hati dan pikirannya.
Aryo tidak tau jika ATM bersama bereka di pantau oleh Dinda, dia mendapatkan notifikasi menandakan ada pengeluaran uang didalamnya. Bahkan nominalnya tidak main-main, meskipun Dinda anak orang kaya tetapi sebagai manusia tidak tau bagaimana kedepannya bukan. Kehidupan bagaikan roda yang terus berputar.
Sedangkan Aryo mengamuk di dalan mobil "Arrgggghhhh...bagaimana Dinda tau tentang uang yang aku gunakan untuk Nanda. Jika memakai uangku akan habis, uang keluarga tidak mungkin ibu pasti akan mengamuk"
Tanpa sepengetahuan Aryo dan Dinda ada beberapa mata-mata yang sudah dikirim tuan Chen, dengan segera mengirimkan kejadian hari ini salah satunya tentang Aryo yang menampar Dinda lagi serta tuduhan-tuduhan yang dilayangkan Aryo kepada Dinda.
Mobil Aryo sudah dipasang penyedap suara dan GPS agar orang-orang suruhan tuan Chen dapat dengan mudah melacaknya.
...🌈🌈...
Selama di dalam taxi Dinda mengusap air matanya dengan kasar dan sesekali memukul-mukul dadanya karena sesak. Sesak dengan segala perkataan yang terlontar dari mulut suaminya.
Bagaimana bisa suaminya berfikiran sepicik itu, apakah hubungan yang mereka rajut selama ini tidak pernah membuat Aryo mengerti tentang dirinya, jangankan barang mewah Dinda saja tidak pernah meminta uang bulanan ke Aryo jika bukan Aryo sendiri yang memberikannya.
Aryo memasuki rumah dengan wajah kusutnya, orang tua Aryo dan Nanda hanya memandangnya heran.
"Ada apa dengan suamimu itu Nan?" tnya Indah
"Tidak tau mah, coba Nanda susul mas Aryo ke kamar dulu ya" jawab Nanda segera beranjak dari sofa.
Cklek
"Mas" panggil Nanda
Melihar suaminya hanya tertunduk di sofa, Nanda mendekatinya dan duduk disampingnya.
"Mas" panggil Nanda lagi dengan sedikit mengguncang lengan suaminya
Aryo menoleh ke sumber suara, dilihatnya wajah istri keduanya dan turun ke perut buncitnya.
"Ada apa denganmu mas? kenapa wajahmu lelah sekali? apakah banyak pasien yang kamu tangani hari ini?" tanya Nanda dengan serentetan pertanyaan.
"Iya, aku ingin mandi dulu. Siapkan pakaianku" jawab Aryo
...🌈🌈...
Kini Dinsa sudah berdiri di Alkid (Alun-alun Kidul) kota Yogyakarta yang terkenal dengan keberadaan beringin kembarnya yang menyimpan banyak mitos di kalangan masyarakat Yogyakarta.
Salah satu mitosnya adalah jika kita berhasil berjalan lurus melewati pohon beringin kembar tersebut dengan menutup mata, maka hajat kita akan terkabul. Ini boleh di percaya maupun tidak dan jangan di kaitkan dengan agama, menurut otorrr namanya budaya dan agama tidak bisa disatukan 😃
Dinda menghela nafasnya pelan, dia segera mendekati pedagang yang menyewakan alat tutup mata, yah Dinda ingin mencobanya dan mengucapkan hajatnya.
Dinda kini sudah berjalan lurus menuju arah pohon beringin kembar dengan mata tertutup, orang-orang yang melihatnya segera menyingkir agar tidak mengganggunya.
Dinda diam, dia berhenti. Setelah di buka ternyata dia berada di tengah-tengah pohon beringin, orang-orang sekitar memandangnya takjub. Karena tidak semua orang bisa melakukannya.
__ADS_1
Dinda dengan senyum pedihnya mengucapkan hajatnya Ya Tuhan sampai kapan rumah tanggaku akan terus engkau beri cobaan, hatiku sakit. Jikalaupun aku harus berpisah dengan suamiku, maka pisahkanlah tanpa saling menyakiti. ucap Dinda di dalam hati.
...🌈🌈...
Nanda sudah bersiap-siap dengan gauh mewah dan sexinya, dia menunggu Aryo yang tengag bersiap-siap. Ya seperti janjinya siang tadi, mereka akan makan malam romantis nan mewah tidak lupa juga Nanda akan mendapatkan tas branded lagi hari ini.
Mereka melewati perjalanan dengan berbincang-bincang tak terasa mereka sudah sampai di restoran mewah tersebut.
Mereka duduk salah satu meja yang berada di tengah, Nanda tersenyum bahagia apa yang dulu hanya dapat dia bayangkan kini semua menjadi kenyataan. Ya jika dia berhasil mendepan Dinda maka dia dan anaknya tidak akan hidup susah, apa yang dia inginkan semua terpenuhi. Baju bagus, barang-barang mewah, dan berkumpul dengan kalangan sosialita.
...🌈🌈...
Dinda melangkahkan kakinya dengan malas sepanjang perjalanan, hanya menendang-nendang kerikil kecil yang dia temudi.
Tin... tin..
Tin... tin...
Klakson mobil mengganggu dirinya menikmati kegalauan hatinya, Dinda berdecak kesal dan menoleh kebelakang dengan menekukkan wajahnya.
Sedangkan seseorang yang memunyikan klakson hanya tersenyum gemas, dia gemas melihat wajah cemberut Dinda.
Dinda menghampiri mobil dan mengetok pintunya tok.. tok..tok. Dengan segera jendela kacanya turun dan masih memandang kedepan. Dinda yang melihatnya menyerengitkan keningnya bingung apakah orang ini gila malam-malam menggunakan kaca mata hitam?
Sedangkan yang sang sopir hanya menghela nafasnya frustasi, tuannya ingin terlihat cool do depan wanita pujaannya tetapi di matanya tuannya menjadi manusia bodoh.
"Tuan segeralah pulang jangan terus menlakson orang yang sudah berjalan di pinggir trotoar" ucap Dinda sebal
Ck.. apakah wanita ini tidak terpesona dengan wajah tampanku yang cool ini. gumam laki-laki itu sebal.
"Ayo masuk, malam-malam jangan berjalan sendirian. Dikira kamu kuntilanak" ucap Zack, ya laki-laki itu Zack. Sejak keluar dari Rumah Sakit dia mengikuti sepasang suami-istri tersebut.
"O.. oh... tuan Zack. Maaf saya tidak tau jika itu anda" ucap Dinda menunduk.
"Segeralah masuk akan aku antar pulang"
"Tidak perlu tuan saya bisa naik taxi"
"Apakah kau menolak bantuanku?" ucap Zack sengit
"Bukan begitu tuan, baiklah saya akan pulang bersama anda" jawab Dinda
"Bagus, masuklah"
Selama perjalanan hanya keheningan yang terjadi di dalam mobil.
"Apakah kamu sudah makan? tanya Zack
"Sudah tuan"
Krukkk... krukkk
Haisss... perut tidak ada akhlaq kenapa disaat seperti ini mebuatku malu. Umpat Dinda dalam hati.
__ADS_1
Zack dan Niko yang mendengar suara perut Dinda hanya mengulum senyum.
"Nik mampir ke tempat makan terdekat"
"Baik tuan"
"Eh, tidak usah kita langsung pulang saja" jawab Dinda panik
"Apa kamu pikir aku mengajakmu makan malam? Jangan GeEr memang tujuanku dan Niko mencari makan diluar ternyata ketemu kunti yang kelaparan" jawab Zack acuh.
Dinda yang mendengarnya menjadi sebal, dia tau yang dimakhsud adalah dirinya.
10 menit mereka sampai di salah satu restoran mewah di Yogyakarta.
"Aku ke toilet dulu, kau pesanlah terlebuh dahulu" ucap Zack
Dinda segera menuju meja paling pojok dekat jendela, ia ingin melihat oemandangan kota Yogyakarta dari ketinggian. Indah satu kata yang dapat Dinda ungkapkan.
Seorang pelayan mendekat dan memberikan daftar menu dihadapan Dinda.
"Nanti akan saya panggil, saya masih menunggu teman" terang Dinda
"Baik nona, jika sudah selesai menesan silahkan panggil saya" jawab pelayan tersebut undur diri.
"Maaf lama" ucap Zack dengan duduk di depan Dinda.
"Em... kau ingin pesan apa?" tabya Dinda yang masih sibuk membaca menu makanan.
"Samakan saja dengan pesananmu" jawab Zack yang tanpa berkedip memandng wajah Dinda yang tengah serius membaca daftar menu.
"Baiklah... permisi saya pesan steak beef dan minumnya orange juice untuk dua orang" ucao Dinda kepada pelayan.
"Baik nona, mohon di tunggu sebentar"
"Aku ingin ketoilet sebentar ya" ucap Dinda, karena tidak hati-hati Dinda tersenggol pelayan yang sedang lewat.
Pyar
Suara pecahan gelas mengalihkan atensi pengunjung, untung Zack cepat menangkap tubun Dinda yang oleng sehingga kini mereka berdekapan dengan erat bahkan wajah mereka hanya berjarak 5cm, hembusan nafas Zack yang bau mint menenangkan Dinda sama dengan Zack bau jasmine dari Dinda memabukkan Zack.
Dua orang yang tidak jauh dari meja Dinda dan Zack menatap dengan tajam, mereka adalah Aryo dan Nanda.
Aryo merasakan emosinya sudah mencapai di ubun-ubun, bahkan tangannya terkepal sehingga menimbulkan urat-urat tangannya dan kuku-kukunya memutih.
Sedangkan Nanda penasaran siapa laki-laki yang bersama Dinda tersebut. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Aryo, seringai licik muncul di bibirnya.
...🌈🌈...
Holla teman-teman
Hari ini Up 2 bab nih
maaf ya jika lama alurnya, otor ingin menampilkan konfliknya satu persatu.
__ADS_1
Salam sayang dan sehat dari autor 💚❤