Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 60


__ADS_3

MAAF TEMEN-TEMEN


JUMLAH EPISODENYA SEMPAT KELIRU, TAPI AUTOR SUDAH PERBAIKI.


DUKUNG TERUS AUTOR REMAHAN RENGGINANG INI


Happy Reading 🌹🌹


Aaaaaaa!!!!!


Teriakan histeris dari seluruh tamu, Dinda yang masih dalam pelukan Zack tidak merasakan sakit apapun di tubuhnya.


Prang


Suara pisau jatuh di lantai dengan berlumuran darah.


Bruk


Seseorang jatuh tersungkuh di lantai.


Nanda yang melihatnya menangis, Intan dan Ridwan segera menyongsong orang itu.


Ya, orang yang sudah melindungi Dinda adalah Aryo, jarak mereka tidak terlalu jauh.


Aryo berlari secepatnya menuju ke arah Dinda, untuk menghalau Nanda.


"Aryoo!!! bangun nak, bangun!!" Suara histeris Intan memecahkan kesadaran Dinda.


"Din.... da" Ucap Aryo lirih, dia tersenyum kearah Dinda dan tanpa sadar dia meneteskan air mata.


Dinda yang melihat Aryo mengorbankan dirinya dari kejahatan Nanda, masih terpaku pada tempatnya.


Kenapa!! Kenapa baru sekarang Aryo melindunginya?


"Yah, cepat bawa Aryo!!" Ucap Intan


Dengan segera Ridwa membawa Aryo dengan di bantu beberapa tamu.


Nanda masih terpaku di tempatnya, dia mengangkat tangannya yang terkena darah Aryo dengan gemetar.


Bahkan di luar sudah terjadi kericuhan karena sang empunya pesta bersimbah darah, para wartawan yang di luar ingin menerobos masuk.


Sedangkan wartawan yang terpilih meliput di dalam ruangan, sebanyak mungkin mengambil gambar.


"Penjaga!!! tahan wanita itu!" Seru Zack pada bawahannya.


Dengan segera, Nanda di ringkus dari TKP. Tidak ada pemberontakan dari Nanda, karena dia masih dalam keadaan shock.


"Sayang, ayo kita pulang!" Ucap Zack, dwngan segera dia menggendong istrinya tersebut.


Zack bahkan tidak habis fikir, jika mantan madu istrinya itu nekat ingin membunuh Dinda.


Malam itu juga, banyak media online mengeluarkan berita bagaimana ricuhnya pesta keluarga Pratama.


Di mulai Nanda dengan segala skandalnya, terkuaknya kebenaran foto dan video tentang berita perselingkuhan Dinda, dan tumbangnya pewaris perusahaan Pratama.


Saat ini di Rumah Sakit, Aryo tengah menjalani operasi. Karena luka tusuk yang cukup dalam dan kehilangan darah yang cukup banyak.


Membuat Aryo sempat kritis.


Ceklek


Dokter yang menangani Aryo keluar dari ruang operasi.


"Dok, bagaimana keadaan anak saya?" Tanya Intan cemas.


"Semua berjalan baik, tidak ada luka serius. Sebentar lagi pasien akan di pindahkan di rawat inap." Jelas dokter tersebut.


Intan dam Ridwan lega mendengar kabar tersebut.


"Ayah, Mama ingin menuntut Nanda. Jebloskan dia kedalam penjara Yah." Ucap Intan penuh dendam pada sang menantu.

__ADS_1


"Iya Mah, saat ini asisten Aryo sedang membuat laporan di kantor polisi." Jawab Ridwan, semenjak Aryo masuk ke ruang operasi.


Ridwan menelfon Riko untuk membubarkan acaranya dan mengurus Nanda.


Saat ini Zack dan Dinda sudah sampai mansion mereka, Zack tetap menggendong istrinya.


"Zack, kau bisa turunkan aku. Aku pasti berat." Jawab Dinda pada suaminya.


"Tidak sayang, kau berat juga karena perbuatanku. Aku tidak ingin kau kecapekkan." Jawab Zack yang disertai dengan senyumnya.


Dinda menyandarkan kepalanya pada dada bidang Zack.


Bagaimana nasib Nanda?


Saat ini Nanda sudah berada di kantor polisi, setelah penjaga yang di bawa oleh Zack meringkusnya.


Orang suruhan Zack menyerahkan Nanda pada pihak berwajib.


Bahkan kini ketiga asisten berwajah datar tersebut sudah duduk di depan polisi, untuk menuntut Nanda.


"Baiklah, siapa yang akan memulai?" Tanya Pak Polisi.


"Saya." Jawab ketiganya bebarengan.


Mereka saling melemparkan tatapan tajam, tidak ada yang ingin mengalah.


Pak Polisi hanya menghela nafasnya panjang, sudah hampir satu jam lamanya. Mereka tidak ada yang mau mengalah.


"Tuan-tuan, bisakah kalian mengalah. Kita mulai dari ujung kanan." Jawab Pak Polisi tersebut.


"Tidak bisa! saya yang pertama sampai di kantor polisi." Jawab Niko pada Pak Polisi.


"Heh! saya yang membawa pelaku di kantor polisi ini, jadi saya terlebih dahulu bukan?" Jawab Riko dengan menatap tajam Niko.


"Ck, karena usia kalian lebih muda. Jadi orang dewasa dulu yang di dahulukan. Benar begitu Pak Polisi?" Jawab Lin yang menggunakan senjata usia.


Riko dan Niko mencincingkan matanya, mana ada yang seperti itu orang pada umumnya bilang jika orang dewasa mengalah ke anak kecil.


"Tidak!" Jawab Niko dan Riko bebarengan.


"JADI SIAPA DULU YANG MAU MEMBUAT LAPORAN HAH!! JANGAN MEMBUANG WAKTUKU!" Jawab Pak Polisi ngengass.


Niko dan Riko menunjuk ke arah Lin.


"Baiklah kita mulai." Ucap Pak Polisi kembali duduk dengan tenang.


Dengan tenang dan tertib, ketiga asisten tersebut membuat laporan menuntut Nanda.


Brak


Semua terjingkat kaget.


Terlihat seorang ibu-ibu dengan nafas memburu, tatapan tajam berganbung di meja Pak Polisi.


"Ada yang bisa saya bantu bu?" Tanyanya


"Air."


Dengan segera Pak Polisi mengambilkan air mineral di belakang mejanya.


Dengan sekali teguk air itu tandas.


"Saya ingin menuntut wanita yang bernama Nanda." Ucap Ibu tersebut.


"Tuntutan untuk apa bu? Silahkan duduk dulu." Dengan segera Pak Polisi menyediakan kursi lagi.


Seertinya hari ini akan berat. Gumamnya dalam hati.


"Saya melaporkan atas pencemaran nama baik suami dan keluarga saya, tekain video dan foto yang beredar dengan nyonya Dinda tempo lalu." Jelas suami Pak Bambang.


Dengan segera Pak Polisi membuatkan laporan baru lagi, sungguh sial nasib wanita itu.

__ADS_1


"Bolehkah saya melihat wanita itu?" Tanya istri Pak Bambang


"Mari saya antar, Nyonya."


Dengan segera Pak Polisi menuju sel Nanda, dan tidak hanya di ikuti oleh istri Pak Bambang tetapi ketiga pria berwajah datar.


"Ini selnya, tolong jangan membuat keributan." Ucap Pak Polisi.


Terlihat seorang wanita meringkung di pojokan, dengan gaun yang dia kenakan untuk pesta tadi.


Bedanya gaun yang awalnya terlihat cantik, kini sudah terkena percikan darah manusia, make up yang luntur, rambut yang sudah acak-acakan.


Ekhm


"Bagaimana rasanya masuk bui?" Tanya istri pak Bambang


Nanda serega mendongakkan kepalanya, dia bingung ketika melihat wajah perempuan yang sama sekali tidak dia kenal.


Netranya kini di alihkan ke tiga sosok pria, tentu dia mengenali asisten Riko dan Niko.


Nanda segera berdiri dan berjalan ke pinggir sel "Riko, keluarkan aku dari sini. Aku tidak bersalah." Jawab Nanda dengan tangan ingin menggapai Riko


Riko segera memundurkan diri, "Maaf, dulu Anda memang Nyonya saya. Tetapi sekarang tidak lagi setelah Anda menusuk Tuan Aryo." Jawabnya dengan dingin dan datar.


"Tidak.. tidak... aku tidak ingin menusuk suamiku Riko!" Jawab Nanda cepat.


"Jika tidak menusuk Tuan Aryo, kau ingin menusuk Nyonya kami?" Sekarang buka Riko tetapi Niko yang menjawabnya.


"Tentu saja! Semua ini gara-gara Dinda, jika dia tidak kembali ke negara ini semuanya tidak akan terjadi!!" Seru Nanda dengan menggebu-gebu


"Ck, dasar wanita tidak tahu diri." Ucap Lin yang memandang remeh ke arah Nanda.


Istri Pak Bambang yang hanya menjadi mendengarpun menyela pembicaraan mereka.


"Heh, wanita sundal!! kau tau siapa aku?"


Nanda memandang dari atas sampai bawah, dia meneliti wajah serta oenampilan perempuan yang ada di depannya.


"Siapa kau nenek peyot!" Jawab Nanda remeh.


"Apa kau bilang!!! Matamu buta, aku belum nenek-nenek! Aku istri Pak Bambang yang ada dalam video dan foto yang kau sebar itu!" Jawab istri Pak Bambang dengan menggebu ingin sekali rasanya dia mencakar wajah sok polos itu.


"Ohh... pantas saja suami Anda berselingkuh dengan Dinda, secara Anda sudah nenek-nenek sedangkan Dinda masih segar." Jawab Nanda yang meremehkan lawannya tersebut.


Tanpa babibu istri Pak Bambang segera memasukkan salah satu tangannya ke sel, dan menjambak kuat rambut Nanda.


"Wanita sundal!! Suamiku tidak semurahan dirimu ya!!! apalagi Nyonya Dinda, jangan menyamakan perilaku liar sepertimu!!!! Kau itu hanya wanita yatim dan miskin yang secara licik masuk ke rumah tangga Aryo!!! Apa kau pikir aku tidak tau akal busukmu!!!" Teriak istri Pak Bambang di depan wajah Nanda.


"Aaa. a... sakit!!! Lepaskan aku, dasar wanita gila!!" Nanda mencoba melepaskan diri, tetapi rambutnya di tarik semakin kuat


"Ya, aku akan berubah jadi gila di depanmu!!! jangan kau macam-macam dengan wanita gila sepertiku, kau bisa mati hari ini juga!!!"


Suara teriakan istri Pak Bambang dan Nanda memenuhi kantor tersebut, bahkan ketiga pria itu tidak ada niatan untuk melerai mereka.


Orang-orang yang masuk ke sel hanya melihat dan menyoraki siapa saja yang terkuat.


Pak Bambang yang sayup-sayup mendengar suara istrinya di luar, segera masuk ke dalam kantor polisi.


Begitu juga beberapa polisi segera menuju sumber suara.


"Mama!!!" Seru Pak Bambang.


Dilihatnya kedua tangan istrinya sudah masuk kesel memegang rambut Nanda, begitupula Nanda yang sudah merusak tatanan rambut istrinya.


Dengan segera para polisi memisah kedua wanita tersebut dengan susah payah.


"Ingat, akan aku buat kau akan membusuk di penjara!!!" Seru istri Pak Bambang.


...🌈🌈...


HALO JANGAN BOSEN YA KE NOVEL AKU

__ADS_1


__ADS_2