Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 6


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Nanda membuka selimutnya , dia terus berfikir bagaimana caranya agar segera di resmikan pernikahannya. Ya satu-satunya jalan dia harus bisa hamil.


Bagaimanapun caranya dia harus bisa hamil anak dari suaminya Aryo.


----


Pagi menjelang Nanda dan Aryo sarapan bersama, karena mereka pagi-pagi harus berangkat untuk menghindari bertemu dengan Dinda.


“Honey , nanti kamu turun di halte bis ya. Agar menghindari dari karyawan lain.” Ucap Aryo dengan memakan sarapannya.


“Kenapa aku harus turun di halte beb, pagi-pagi mbak Dinda juga belum sampai di rumah sakit.” Ucap Nanda dengan kesal, karena selain sembunyi dari Dinda dia juga harus menyembunyikan hubungannya di depan orang lain juga.


“Iya, tapi untuk berjaga-jaga. Kamu tahu sendirikan sift di rumah sakit ada yang jaga malam. Otomatis mereka pagi-pagi sudah turun ke basement.” Jawab Aryo memberi pengertian ke istri sirinya, dia paham konsekuensi yang akan di hadapi jika sampai ketahuan memiliki dua istri.

__ADS_1


“Baiklah, kalau begitu aku tunggu di dalam mobil.” Ucap Nanda yang segera berdiri dari duduknya.


Aryo lagi-lagi hanya dapat menghela nafas, dia juga tidak ingin memperlakukan Nanda seperti itu, tapi dia juga menjaga hubungan mereka dari gunjingan orang-orang.


---


Sesampainya dirumah sakit, Aryo dikagetkan dengan keberadaan Dinda yang sudah berada di depan ruangannya.


“Sayang, ada apa kemari? Sejak kapan kamu menungguku?” tanya Aryo memborbadir pertanyaan ke istrinya.


“Oh, aku habis mencari sarapan yang diluar. Karena pasienku baru bisa di tinggal tadi subuh.” Ucap Aryo, dia harus berbohong lagi untuk kesekian kalinya.


“Cepatlah pulang dan beristirahat mas, jangan sampai sakit. Ini aku tadi membawakanmu sarapan karena kamu sudah sarapan ini akan aku bawa lagi ya?” ucap Dinda dengan menunjukkan bekal makanan.


“Terima kasih yank, sini aku akan makan untuk nanti siang. Agar tidak perlu repot-repot harus ke kantin lagi.” ucap Aryo dengan senyumnya, dia menghujani siuman di seluruh wajah istrinya itu.

__ADS_1


“ihh malu dilihat orang nanti mas, kalau begitu aku keruanganku dulu ya. Semangat bekerja. I love you” ucap Dinda yang mengecup pipi suaminya dan meninggalkan suaminya sendiri berdiri terpaku melihat Dinda yang berjalan semakin menjauh dari ruangannya.


Ada rasa bersalah dan menyesal yang Aryo rasakan, bukan pernikahan yang seperti ini yang diinginkan Aryo, dia ingin memiliki rumah tangga yang bahagia.


Nanda yang bersembunyi di balik tembok melihat suami dan madunya hanya dapat menahan sesak didada. Dia sakit melihat suaminya begitu menyayangi istri pertamanya. Dia semakin mantap dengan keyakinannya, ya dia harus hamil bagaimanapun caranya.


Sedangkan Dinda, tanpa permisi air matanya lolos begitu saja dari mata indahnya. Seakan dia tidak percaya apa yang sudah terjadi.


Apakah benar apa yang dikatakan orang itu? Tapi bagaimana bisa mas Aryo mengkhianatinya, apakah dia membuat kesalahan yang fatal? Pernikahan kami baru berjalan empat bulan. Tidak mungkin mas Aryo berselingkuh, dia tidak pernah memiliki teman wanita selain teman-teman yang sudah dikenalkan ke Dinda.


-------


Hallo teman-teman ini karya kedua saya (apakah bisa disebut kedua, karena yang pertama belum tamat) hehehe


Mohon dukungannya, kritik dan saran yang positif sangat saya nantikan. Agar saya semakin berkembang lebih baik lagi.

__ADS_1


Jangan lupa follow IG @frd_95


__ADS_2