Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 57


__ADS_3

...Jangan lupa like dan sesajennya...


Happy Reading 🌹🌹


Flashback


Setelah Santi mematikan telfun dari Dinda, Hpnya kembali berdering. Tertera nama Niko dilayarnya.


“Halo, Niko.”


“Bagaimana keadaan kantor, kamu masih bisa mengendalikannya?”


“Masih dapat aku kendalikan, sebenarnya siapa yang menyebarkan berita itu?”


“Nanda.” Jawab Niko datar


“Apa!! Dasar uler kadut sialan!”


Setelah menerima kabar tersebut, Santi segera mematikan sambungan telfunnya. Segera dia menelfun asisten Pak Bambang untuk meluruskan masalah dan menanyakan keadaan mereka.


Flasback off


Saat ini Dinda tengah duduk di sofa kamarnya, Hpnya terus berbunyi.Media sosialnya diserang oleh para netijen yang budiman.


Dinda hanya menatapnya nanar, ingin sekali membuka dan membaca komenarnya. Tetapi dia ingat sedang hamil muda, tidak boleh stress.


Cklek


“Sayang.” Panggil Zack yang tengah menyembulkan kepalanya dari balik pintu.


Dinda yang merasa dipanggil mengalihkan pandangannya, seketika tangis Dinda pecah. Mungkin karena hormon Ibu hamil.


Zack segera berjalan menuju sofa yang tengah diduduki oleh istrinya, dipeluknya Dinda dengan penuh perasaan.


“Sttt... sayang jangan bersedih. Ingat ada kacang polong di sini.” Ucap Zack dengan mengelus perut istrinya.


Dinda yang tidak suka mendengar anaknya disebut kacang polong, mencubit perut six pack suaminya.


“Jangan menyebutnya kacang polong, kau pikir anak kita sayur-sayuran.” Ucap Dinda kesal.


Zack yang melihatnya hanya tertawa “Sayang malam ini kamu tidur dengan Mama dulu ya, aku dan Ayah akan keluar menemui client.” Jelas Zack yang masih memeluk Dinda.


“Hem, baiklah. Tapi pulang bawakan aku martabak coklat, coklatnya yang banyak ya. Belikan dua jangan kurang dan jangan lebih.” Ucap Dinda dengan manja.


“Bahkan segerobaknya sama mamangnya akan aku bawakan untukmu Baby.” Ucap Zack terkekeh, membayangkan dirinya benar-benar membawa penjual dan grobaknya untuk Dinda.


Malam telah tiba, saat ini Zack, Tuan Chen, dan ayah Zack menuju kesebuah gudang yang berada di pinggiran kota.


Tempat yang sepi, sunyi, dan penuh semak belukar. Bekas gudang yang terbakar masih menyisakan bekas kekejaman api saat melahapnya.

__ADS_1


Dengan langkah tegap, gagah, dan berwibawa. Ketiga pria beda usia tersebut memasuki gudang tersebut. Sudah banyak anak buah yang memberi hormat kepada mereka.


“Di mana dia?” Tanya Zack dingin, saat ini wajahnya begitu menyeramkan.


“Gedung sayap kiri tuan.” Ucap salah satu bodyguardnya.


Terlihat seorang laki-laki berbadan tambun tengah terikan di kursi dengan seluruh badannya terikat, wajah yang sudah lebam, dan baju yang sudah compang camping seperti di mamah anjing.


Byur


Zack menyiram laki-laki tersebut dengan air.


Huk..huk..huk


Dengan keadaan lemah, lemas, dan badan serasa terpisah dari tulangnya, pria tersebut memaksa untuk membuka kedua kelopak matanya.


Terlihat tiga pria berbeda generasi tengah memandangnya tajam, seakan pandangan mereka menguliti dirinya secara hidup-hidup.


Zack mendekat dan menaikkan salah satu kakinya untuk bertumbu tangannya.


“Siapa yang memberimu foto dan video istriku?” Ucapnya tenang.


“Na...Nanda Tuan.” Jawab laki-laki itu gemetar takut.


“Apa yang kau dapatkan darinya?” Tanya Zack lagi.


Bukk


Hantaman keras di pipi kiri pria tersebut dari Zack, karena dia tau orang tersebut berbohong.


“Aku tidak suka mengulangi pertanyaanku, kau paham hah!!” Ucap Zack menggelegar di dalam ruangan.


“Tenanglah son, kau jangan mengotori tanganmu untuk manusia sampah seperti dia. Ingat istrimu sedang hamil. Serahkan pada kami berdua, bukan begitu besan?” Kata Ayah Zack.


“Tentu saja, meskipun aku tua. Tenagaku tidak kalah dengan para bodyguard itu!” Tunjuk Tuan Chen dengan dagunya pada salah satu boduguard yang ada di ruangan itu.


Tuan Chen dan Ayah Zack segera membawa anak mereka mundur dan melihat saja.


“Kau tau siapa aku?” Tanya Ayah Zack


Pria tersebut langsung mengangguk.


“Bagus, sekarang untuk mempermudah semuanya jawab saja tanpa banyak berulah. Mengerti !!” Ucapnya lagi.


Dengan cepat pria itu mengangguk karena hantaman Zack sangat sakit, lebih dari yang dia dapatkan dari anak buah mereka.


“Kau dapat imbalan apa, dari perempuan itu?” Tanya Tuan Chen, bahkan dia tidak sudi menyebut namanya


“U..uang dan tubuhnya." Jawab pria itu gemetar

__ADS_1


“Berapa?" jawabnya dingin


“1 Milyar”


Seketika tawa keduanya pecah, darimana Nanda mendapatkan uang sebanyak 1 Milyar.


Mereka bahkan berani bertaruh jika keluarga Pratama tidak akan memberikan uang sebanyak itu secara cuma-Cuma.


“Aku akan menawarimu 2 Milyar, bawakan video bercinta kalian.” Ucap Ayah Zack.


“Tapi tuan, aku tidak mau jika sampai istriku tau. Dia tengah hamil tua.” Jawab laki-laki itu dengan nada khawatir.


Zack naik pitam mendengar perkataan pria itu, brengsek sekali bukan istrinya juga tengah hamil tetapi dia ingin mencelakai wanita hamil juga.


“Tenang saja, identitasmu akan aku rahasiakan. Jika kau tidak mau, ucapkan selamat tinggal pada istri dan calon anakmu yang sebentar lagi akan lahir.” Lanjut Ayah Zack.


“Saya menerimanya tuan, tolong...tolong jangan pisahkan saya dengan istri dan anak saya.” Ucapnya dengan menggelengkan kepalanya dan air matanya sudah menetes.


“Baik, ingat jangan sampai kau kabur dan berkhianat. Istrimu dan anakmu yang akan menanggung perbuatanmu!” Tekan Tuan Chen.


Sedangkan di kediaman Pratama tengah berkumpul ruang keluarga, Nanda yang tengah bermain dengan Abel hanya sibuk berdua. Tanpa merespon ocehan mertuanya.


“Ck, lihat memang ******. Untung kita tidak jadi membuat Aryo menikah lagi dengannya yah.


Mama pasti akan malu bertemu dengan teman-teman arisan dan juga kolega perusahaan kita.” Ucap Intan yang tengah duduk disamping suaminya.


“Tapi Mah, siapa yang mendapatkan foto dan video Dinda? Ayah pikir, hanya orang yang memiliki nyawa lebih dari satu untuk berurusan dengan keluarga Biming dan Alexander.” Ucap Ridwan yang tengah berfikir.


Deg


Seketika tubuh Nanda menegang, dia tidak memperlihatkan foto dan video yang dia dapatkan tidak ada Ayah mertuanya karena itu malam hari.


Tapi Nanda menganggapnya hanya angin lalu, karena pada kenyataannya dia tidak pernah mendapatkan ancaman apapun dari kedua keluarga tersebut.


Intan seketika menatap Nanda yang tengah duduk di atas karpet dengan cucunya, dia ingat jika gambar tersebut sama dengan yang diperlihatkan kepadanya dan Aryo pada malam itu.


Sedangkan Aryo, hanya diam saja. Dia seperti enggan ikut campur masalah Nanda dan mantan istrinya itu.


Di dalam pikiran Aryo saat ini, bagaimana Dinda bisa hamil. Padahal dia ingat betul jika surat yang didapatkan oleh Nanda itu tertera jika mantan istrinya mandul.


Ada rasa tidak rela jika Dinda hamil anak dari pria lain, sedangkan dengan dirinya sampai tiga bulan menikah tidak ada tanda-tanda jika Dinda hamil.


...🌈🌈...


HAPPY READING


JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL TEMENKU


__ADS_1


__ADS_2