
Happy Reading 🌹🌹
"baik tuan, bagaimana tuan akan mendekati nona Dinda?" tanya Niko penasaran
"sudah aku rencanakan nik, meskipun harus mengorbankan Dinda akan aku buat Dinda berpisah dengan laki-laki brengs****k seperti Aryo"
"tapi tuan, bagamanapun Aryo tetap suami nona Dinda"
"cihh, tidak pantas dia disebut suami. Dia tidak bisa membahagiakan Dinda, aku yang akan membahagiakannya sampai maut memisahkan kita" ucap Zack dengan senyum-senyum
lah wong edan guyu-guyu dewe, gumam Niko dalam hati.
"bagaimana pengajuan kerjasama dengan perusahaan tuan Chen? tanya Zack lagi
"sudah di balas tuan, tapi tuan Chen sendiri yang akan menghadiri rapat dengn pihak kita. Tapi belum tahu untuk waktunya tuan" jelas Niko asistennya.
"baiklah, kita tunggu saja Nik, pasti akan ada tontonan yang sangat seru." jawan Zack.
...🌈🌈...
Sinar mentari menembus celah-celah cendela kamar Dinda, sejak kejadian kemari sore Dinda belum keluar kamar. dilihatnya Aryo suaminya juga tidak ada di kamar, sudah di pastikan dia tidur dengan madunya.
Dinda segera bergegas mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kerja. Dengan menghela nafas panjang sebenarnya dia malas untuk keluar kamar hari ini.
Dinda keluar kamar bebarengan dengan Nanda dan Aryo mereka beradu pandang beberapa detik, Dinda segera memutuskan pandangannya terlebih dahulu dan turun menuju meja makan untuk sarapan.
__ADS_1
Aryo yang melihat Dinda mengacuhkannya merasa sedih direlung hatinya, Nanda yang melihat suaminya memandang Dinda sangat kesal, padahal kemarin dia sudah berusaha membuat suami dan Dinda bertengkar tetapi Aryo masih memikirkan Dinda.
"Ayo turun makan mas yang lain sudah menunggu" ucap Nanda dengan menggandeng lengan suaminya
Aryo sadar dari lamunannya "ayo" mereka menuruni tangga dengan Nanda yang menggandeng tangan Aryo.
Dinda yang melihat dari meja makan hanya menatap sendu, sudah lama dirinya dan Aryo tidak pernah berpegangan tangan.
Intan yang melihat ekspresi Dinda tersenyum tipis, rencananya dan Nanda pasti akan berhasil.
"Silahkan nyonya dan tuan, sayur dan lauk sudah saya sajikan" ucap bi Lasmi
"Terima kasih bi" jawab Dinda
"Ya non, sama-sama" jawab bi Lasmi yang segera ke belakag lagi untuk merekam kegiatan nonanya.
"maaf ya mbk, sepertinya bayiku ingin agar ibunya melayani papanya" ucap Nanda
Entah kenapa hatinya sekarang rapuh "baiklah" ucap Dinda
Tiga orang yang melihat hal tersebut hanya memperhatikannya.
"Sayang, nanti kita beli susu hamil dan vitamin ya" ucap Intan memulai obrolan
"Tapi susu dan vitamin Nanda masih ada mah"
__ADS_1
"Kita beli lagi saja untuk berjaga-jaga sayang, jangan sampai kehabisan mama tidak mau sampai cucu mama kekurangan gizi" ucap Intan dengan melirik Dinda
"Iya Nan, kamu belilah beberapa barang keperluan kamu juga" ucap Ridwan
"baiklah yah" ucap Nanda
"Aryo kamu harus banyak menghabiskan waktu untuk Nanda, karena dia sedang hamil pasti membutuhkanmu di sampingnya" ucap Intan dengan melirik Dinda
"iya mah, akan Aryo usahakan"
"ya harus diusahakan dong, karena sebebtar lagi kamu akan menjadi Ayah. Mama ingin pernikahanmu dan Nanda segera di resmikan"
"tapi mah... "
"tidak ada tapi-tapian. Mama akan mempersiapkannya"
Dinda yang mendengarkan percakapan dimeja makan seakan hatinya diremas. Bagaimana bisa mertuanya menyuruh untuk meresmikan pernikahan di depan umum, bagaimana jika ayah dan ibunya tau? Dinda mengingat jika dia sudah diusir ayahnya dari mansion ketika tidak ingin meneruskan perusahaan keluarga.
"aku sudah selesai, aku berangkat kerja dulu semuanya" ucap Dinda segera berdiri dan berlalu dari meja.
...🌈🌈...
Hallo semuanya.
maaf akhir bulan pekerjaan semakin membludak.
__ADS_1
jangan lupa tombol favorit dan likenya
salam sehat dari autor 💚❤