
...Jangan lupa sesajennya teman...
...Jangan jadi pembaca gelap, huewww😖...
...Sedih banget lo aku, pembacanya menurun drastiss... auto lemes jari-jariku buat ngetik...
Happy Reading 🌹🌹
Dengan langkah anggun Dinda beriringan langkah tegap Zack, mereka memasuki tempat acara pertunangan rekan bisnisnya tersebut berlangsung.
Cklek
Pintu utama dibuka, seluruh tamu yang sudah berada di dalam gedung itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah Zack dan Dinda.
"Tampan sekali"
"Gila.. siapa wanita yang di gandeng oleh tuan Zack?"
"Pasangan yang serasi"
"Siapa wanita cantik yang tengah bersama tuan Zack?"
Beberapa kasak-kusuk tersebut yang terdengar di telinga Zack, dia menyunggingkan senyum tipis dan semakin mempererat tangannya dalam memegang pinggang kekasihnya.
Kedatangan Zack dan Dinda tidak lepas dari sorot mata keluarga Pratama.
"Jeng bukankah itu mantan menantumu?"
"Iya jeng, dia menggandeng yang lebih ganteng dari anakmu jeng dan tentunya sangat kaya raya"
Intan yang mendengar anaknya di bandingkan dengan pria lain menjadi geram terlebih Nanda saat ini dia sangatlah iri dengan Dinda.
"Udahlah jeng, percuma dia itu wanita mandul gak bisa kasih anak buat Aryo"
Temannya saling melirik "Iya sih jeng, tapi mantan mantumu sangat cantik jeng" tambahnya lagi
Nanda dibuat semakin kesal karena ucapan tersebut terlebih kini suaminya sedang memandangi Dinda tanpa berkedip.
Disisi lain pasangan Zack dan Dinda tengah saling melempar senyum dan saling menyapa kepada rekan bisnis yang lainnya, Dinda belum menyadari keberadaan keluarga Pratama.
"Selamat datang tuan Zack terima kasih sudah menyempatkan hadir di acara saya" ucap Antony selaku tuan rumah dan pemilik acara malam ini.
"Tentu saja aku akan datang tuan Antony" ucap Zack
"Siapa wanita cantik disampingmu Zack?" tanya Antony
"Tentu saja kekasihku" ucapnya dengan memeluk pinggang rmping Dinda dengan sangat posesive.
Antony yang melihatnya hanya terkekeh pelan "baiklah aku akan meninggalkan lakian, selamat menikmati hidangan di sini" ucapnya
Zack dan Dinda menikmati acara pertunangan Antony dengan wanitanya. Dinda berkaca-kaca sekelebat bayangan masa lalu muncul dulu dia juga sangat bahagia ketika dilamar oleh seseorang yang dicintai.
"Kamu kenapa Baby" ucap Zack
"Tidak apa-apa sayang, aku ijin ke toilet sebentar" ucap Dinda
"Akan aku temani" ucap Zack
"Tidak perlu sayang hanya sebentar" Dinda segera berlalu dari meja tersebut.
Aryo yang sedari tadi memperhatikan Dinda, dia segera mengikutinya dengan beralasan pergi ke toilet.
__ADS_1
Dinda menetralkan perasaannya, tidak bisa di pungkiri sekejam dan sesakitnya masa lalu tetap ada hal yang membekas membuatnya tidak bisa di lupakan.
Grep
Aryo mencekal tangan Dinda yang sudah dia tunggu sejak tadi didepan pintu toilet.
Dinda menoleh dan raut wajahnya berubah menjadi marah "Apa-apaan sih kamu! lepasin!!" seru Dinda
"Tidak, banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu Dinda!" seru Aryo kini dia menyeret Dinda di taman belakang.
Dinda dengan langkah terseok-seok mengikuti langkah Aryo.
"Lepasin!!!" ucap Dinda dengan memukul lengan Aryo
Kini mereka sudah di taman Aryo belum melepaskan cekalan tangannya, matanya langsung menatap tajam bercampur sendu ke arah mantan istrinya.
Dinda yang sudah tidak tahan menggigit tangan Aryo "Aaaaaaa.... aihhh Dinda!" serunya
Dinda hanya menatapnya dengan tajam dengan deru nafas yang memburu.
"Dinda ada yang ingin aku bicarakan"
"Apalagi yang perlu dibicarakan semua sudah selesai di pengadilan satu tahun yang lalu"
"Apa kamu selama ini berselingkuh dengan Zack selama kita menikah dulu?"
Dinda membelalakkan matanya dia tidak menyangka suaminya masih berfikir seperti itu terhadapnya
"Apa kamu pikir aku manusia breng****k sepertimu!"
"Jawab saja Dinda! jawab!" Tanya Aryo dengan memegang kedua pundak Dinda, Aryo emosinya sudah tidak bisa dibendung dia sangat marah ketika Zack merengkuh pinggang kecil mantan istrinya itu.
"Hidupku tidak ada urusannya lagi denganmu Aryo!" ucap Dinda berkaca-kaca
"Kenapa jika aku benar berselingkuh? apa itu membuatmu sakit?"
"Cih, ternyata kamu tidak jauh beda dengan ja*****ng keputusanku sudah benar menjatuhkan talak 3 terhadapmu"
"Setidaknya aku bukan pembunuh sepertimu!"
"A.. apa makhsudmu Dinda, aku membunuh siapa?"
Dinda tidak menjawab dia berlalu dari hadapan Aryo sengan luka hati yang muncul kepermukaan lagi.
Sedangkan di dalam pesta.
Zack tengah memerintahkan beberapa penjaga untuk mencari keberadaan Dinda.
Dimeja keluarga Pratama Nanda tengah risau menunggu suaminya yang sudah 30 menit lamanya pergi ke toilet tidak juga kembali.
"Mah, mas Aryo kenapa lama sekali. Aku akan menyusulnya"
"Segera susul pestanya sudah mau selesai"
Bruk
Nanda bertubrukan dengan Dinda, tidak berselang lama Aryo sudah di belakang Dinda.
Plak
"Dasar wanita ja****lng!!!!"
__ADS_1
Nanda segera melayangkan tamparan ke Dinda, semua yang ada di pesta itu mengalijkan perhatiannya ke sumber suara.
Aryo kaget "Nanda kamu jangan membuat malu! kenapa kamu menampae Dinda! " hardik Aryo
"Mas! kamu membela wanita ini dibanding istrimu!"
"Tentu saja aku membela Dinda disini kamu yang bersalah!" geram Aryo
"Mas jangan mentang-mentang dia mantan istrimu kamu bermain gila dibelakangku, ingat kamu punya Abel. Kamu Dinda jangan pernah mendekati suamiku, kamu sadar diri kamu wanita cacat tidak memberi keturunan untuk Mas Aryo!!" terian Nanda
Zack tidak mendekat, dia ingin melihat apakah Dinda benar-benar sudah melupakan masa lalunya.
Dinda yang mendengarnya mengepalkan tangannya, dengan keras dia menampar Nanda dengan membabi buta.
Plak...
"Satu tamparan aku membalasmu"
Plak..
"Dua tamparan kau mengataiku jala****ng"
Plak...
"Tiga tamparan kau pelakor"
Plak... plak....plak... plak
"TAMPARAN KARENA KAU PEMBUNUH!!!"
"KALIAN PEMBUNUH!!!! KELUARGA PRATAMA PEMBUNUHH!!!!"
"Aaaaaa..." jerit Dinda yang langsung menjambak rambut Nanda dan mendorongnya hingga tersungkur ke lantai.
Dinda benar-benar sudah tidak tahan memendam semuanya, malam ini dia akan meledakkan diri bersama keluarga Pratama.
Deg
Jantung Aryo seakan terpompa cepat, dia bingung kenapa Dinda menyebut keluarganya pembunuh.
Intan yang melihat menantunya dihajar habis-habisan oleh Dinda segera mendekat untuk menolong Nanda karena sudah tidak berdaya.
Tamu yang lain masih kaget dengan ucapan kedua wanita tersebut.
"Hentikan!!! Hentikan Dinda!" ucap Intan yang mencoba melepaskan Nanda dari genggamannya.
"Mama tolong aku... aaaaa sakit!" ucap Nanda kini tas yang di bawa Dinsa di hantamkan ke badannya.
"Aryo!! apa kamu hanya akan diam!" ucap Ridwan
Aryo segera tersadar dan melindungi Nanda dari amukan Dinda. Dinda yang melihat Aryo pasang badan untuk Nanda meneteskan air matanya, kenapa... kenapa dia tidak pasang badan untuk Dinda dan anak dalam kandungannya.
Dengan cepat Dinda melepas sepatunya dan memukulkan ke Aryo.
...🌈🌈...
TEMAN TEMAN AYO TINGKATKAN LIKENYA
BESOK AKU UP LEBIH BANYAK LAGI
JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL TEMENKU YA... DIJAMIN BAKALAN SUKA BANGET!!
__ADS_1