
Happy Reading 🌹🌹
Kini Dinda, Zack, dan Aryo sudah berdiri di sepan makam. Ukuran makam tersebut jelas berbeda dengan yang lainnya.
Bisa dikatakan berbentuk persegi (Kalau di daerah autor, misal janin masih berupa gumpalan darah itu dimasukkan ke dalam kendi).
Dinda dengan segera berjongkok di samping makan tersebut, dia menaburkan bunga mawar yang sempat dia beli ketika perjalanan ke TPU.
Sedangkan Aryo masih berdiri menatap makam itu. (mau autor nisan juga, karena kebudayaan dan agama itu sedikit sulit di gabungkan jadi autor skip. Kalau pengalaman pribadi, makam anak autor dikasih batu nisan karena tidak tau jenis kelaminnya jadi di kasih nama hari dimana kantung bayinya di ambil ketika kuret)
Dinda melafalkan do'a-do'a untuk anaknya, dia berharap mereka akan bertemu di surga nanti.
Saat ini Aryo melangkahkan kakinya untuk berada di sisi sebelah makan tersebut, yang bersebrangan dengan Dinda.
Dengan segera Aryo memeluk makan tersebut dan menangis kencang, seakan dia tidak percaya dengan kenyataan yang ada di hadapannya.
Aryo tidak memperdulikan jasnya yang kotor, tidak memperdulikan dia menangis jika ada Zack di tempat itu.
Dinda yang melihat Aryo hanya bisa menangis, Zack hanya dapat mengalurkan kekuatan bagi istrinya.
"Maafkan Ayah, Nak ...Maafkan Ayah." Gumam Aryo yang masih memeluk makam itu.
Sudah tiga puluh menit lamanya, Aryo masih senantiasa memeluk makam anaknya.
"Aryo, ayo kita pulang." Ajak Zack yang tengah menepuk pundaknya.
__ADS_1
Aryo hanya menggeleng, dia masih ingin lebih lama di makam tersebut.
"Iya mas, hari sudah semakin gelap. Sepertinya hari ini akan turun hujan." Ucap Dinda yang ikut membujuk mantan suaminya tersebut.
"Kalian kembalilah terlebih dahulu, aku masih ingin berada disini." Ucap Aryo tanpa mengalihkan pandangannya dari makam tersebut.
Dinda dan Zack saling menatap, "Sayang, aku akan tinggalkan kamu sebentar dengannya. Kamu bisa menguatkannya agar dia tidak terlalu larut dalam penyesalan." Ucap Zack yang tengah berbisik di telingan Dinda.
Sebenarnya Zack sedikit tidak rela meninggalkan istri dan mantan suaminya itu, tetapi dia harus bersikap dewasa.
Dinda hanya menatap Zack bingung, Zack yang melihat istrinya segera memeluk dan mengecup dahinya.
"Aku akan tinggalkan kalian berdua sebentar, kalian harus mengobrol dengan tenang. Ingat hanya sebentar." Ucap Zack pada Aryo dan memberikan penegasan bahwa dia hanya meninggalkan Dinda sebentar untuk bersamanya.
Dengan segera Zack melangkahkan kakinya untuk menjauh dari mereka.
"Apakah sakit?" Ucap Aryo
"Hem? Makhsudmu?" Tanya Dinda yang masih bingung arah pembicaraan Aryo
"Apakah, waktu itu aku terlalu membuatmu sakit Din?" Tanya Aryo yang saat ini sudah memandang Dinda dengan tatapan sendu.
"Tentu." Hanya satu kata yang dapat Dinda ucapkan, dia tidak ingin hilang kendali lagi.
"Maaf." Jawab Aryo lirih.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak bilang, jika kamu sedang hamil dulu Din? Jika tau kamu hamil, aku tidak akan pernah menceraikanmu." Ucap Aryo.
"Aku juga tidak tau jika sedang hamil, setelah pulang dari pengadilan aku sudah pingsan dan tidak ingat apapun lagi." Jelas Dinda
"Din, maukah kamu memberikanku kesempatan?" Tanya Aryo yang kini menggenggam tangan mantan istrinya.
Dengan segera Dinda menepis tangan Aryo, "Jangan macam-macam Aryo!" Ucap Dinda
"Mari kita mulai dari awal lagi Din, pasti anak kita akan bahagia jika kedua orangtuanya kembali bersatu bukan?" Ucap Aryo dengan melihat lagi makam anaknya.
"Jangan gila! Aku sudah menikah dan saat ini sedang mengandung anak dari suamiku." Jawab Dinda dengan emosi, dia tidak habis pikir dengan Aryo.
"Tidak apa-apa Din, bukankah bagus. Aku sudah menalakmu dulu 3x. Jika kita menikah mau harus menikah terlebih dahulu dengan laki-laki lain. Kamu bisa ceraikan Zack Din, dan masalah anak yang ada dalam perutmu. Aku dengan senang hati merawatnya asalkan bersamamu Din." Ucap Aryo yang mengiba pada mantan istrinya.
Dinda segera berdiri, "Kamu benar-benar sudah gila Aryo!! Sampai matipun aku tidak akan pernah meninggalkan Zack!" Seru Dinda dengan segera dia beranjak dari makam tersebut dan meninggalkan Aryo seorng diri.
Aryo hanya memandang kepergian Dinda dengan pandangan yang sulit diartikan.
...🌈🌈...
HALO READERS JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL LIKE SETELAH MEMBACA
MAAF TIDAK BISA UP BANYAK
PERSIAPAN UJIAN SEKOLAH, JADI MOHON DI MENGERTI
__ADS_1
PROMO NOVEL