Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 70


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Kehidupan keluarga Pratama berubah dengan drastis, jika dulu mereka bergelimang harta. Kini mereka harus bekerja keras untuk bisa makan.


Intan yang biasanya dilayani oleh para maid, kini melakukan semuanya dengan tangannya sendiri. Dari mulai memasak hingga mengepel, setiap hari dia di sibukkan dengan pekerjaan rumah.


Seperti hari ini, di pagi hari Intan harus pergi ke pasar tradisional. Seumur hidupnya dia belum pernah ke tempat yang dia anggap menjijikkan tersebut.


Sedangkan Ridwan dan Aryo berusaha mencari pekerjaan agar dapat menyambung hidup.


Terlihat Ridwan setiap pagi pergi ke kota dengan naik bis, berusaha menemui rekan-rekannya dulu agar dapat bekerja di perusahaan mereka.


Sedangkan Aryo, dia rela bekerja serabutan demi menghidupi keluarganya. Meskipun uang sisa dari menjual mansion masih ada, tetapi jika terus digunakan tanpa ada pemasukan akan habis juga.


Di belahan dunia lain, terlihat Nanda dan Candra tengah bermain dengan Abel.


Setelah penculikan Abel beberapa bulan lalu, Candra berusaha membebaskan Nanda meski meminta tolong dari seorang mafia.

__ADS_1


Kini kehidupan Candra dan Nanda juga tidak lebih baik dari Aryo, mereka bertiga menjadi tahanan mafia tersebut karena sesuai perjanjian. Candra harus rela bekerja di bawah naungan mafia sampai melunasi hutangnya.


"Mas, kapan kamu akan membawa kita kabur dari tempat ini!" Ujar Nanda dengan merengut kesal.


"Sabarlah Nan, jika tidak berhati-hati kita semua bisa mati." Jawab Candra setengaj berbisik.


Nanda tidak habis pikir dengan Candra yang bekerjasama dengan seorang mafia, meskipun dirinya bebas dari bui. Tapi dia merasa masuk ke kandang singa.


"Jika kamu tidak segera membawa kita pergi dari sini aku akan kabur sendiri!" Jawab Nanda


Candra yang selalu mendengar keluhan Nanda hanya menghela nafasnya kasar, bagaimanapun mereka ada Abel yang masih kecil.


Kini keluarga Pratama tengah berkumpul di ruang tamu, mereka menonton TV yang ukurannya cukup besar.


Terlihat di salah satu stasiun TV menanyangkan keluarga Alexander dan Biming tengah berbahagia.


Lahirnya pewaris kedua perusahaan raksasa tersebut.

__ADS_1


"Aryo, lihat itu! Jika kamu bisa mendapatkan Dinda lagi, hidup kita tidak akan susah." Ucap Intan dengan memakan kacang kulit.


"Benar Aryo, kita harus mendekati Dinda lagi. Tapi kali ini cobalah menggunakan otakmu! Jangan seperti kejadian terakhir yang membuat perusahaan kita bangkrut." Jawab Ridwan yang mendukung usulan istrinya.


"Tapi tidak mungkin Aryo dapat mendekati Dinda lagi, bagaimana caranya." Jawab Aryo frustasi, dia hanya menatap nanar layar TV tersebut.


"Pakailah otakmu Aryo, kamu bisa pura-pura tidak sengaja bertemu atau kamu datang kerumahnya untuk meminta maaf." Jawab Intan setengah jengkel terhadap anaknya.


"Jika Zack tau, pasti dia akan membuat hiduo kita semakin susah. Sudahlah Mah, lebih baik kita fokus dengan kehidupan kita sendiri." Ujar Aryo


"Cih, kamu pikir Mama kuat hidup susah seperri ini! Lihat, tangan Mama sudah lecet-lecet karena pekerjaan kasar di rumah." Jawab Intan dengan menunjukkan telapak tangannya yang sudah keriput tersebut.


"Benar Aryo, Papa juga tidak mau kita hidup susah seperti ini. Apa kita coba meminta maaf ke mereka saja Mah, agar kita bisa kembali ke kota?" Tanya Ridwan yang sudah antusias memiliki hidup yang mewah lagi.


"Benar Pah, kita bisa berpura-pura menyesali perbuatan kita. Meskipun Mama menjadi pembantu disana bukankah sangat bagus, Mama bisa membuat Dinda dan Zack bertengkar dan bercerai?" Ungkap Intan dengan semangat empat lima.


"Bagus itu Mah, Aryo bisa menjadi pahlawan bagi Dinda dan anaknya itu." Jawab Ridwan tak kalah semangat dengan istrinya.

__ADS_1


Jangan lupa sumbangkan namanuntuk anak Zack dan Dinda


__ADS_2