
...Terima kasih atas saran dan kritik kalian....
...Maaf jika alurnya lambat ya, autor hanya manusia biasa....
...Autor ingin membawakan kronologinya sedetail mungkin....
...Autor juga ada kerjaan di real life sehingga mencuri-curi waktu untuk menulis tiap episodenya....
Happy Reading 🌹🌹
3 bulan kemudian
Hoek... hoekk...
Suara seseorang sedang muntah-muntah, membuat Zack terbangun.
Dia meraba sisinya kosong, dengan segera dia beranjak dari peraduannya.
Melihat Dinda yang terduduk lemas didepan closet.
"Sayang, are you oke?" Tanya Zack yang cemas, kini telapak tangannya sudah menyentuh dahi istrinya.
"Aku lemas sekali Zack, seakan tenagaku tercabut dari tempatnya." Ucap Dinda lemah, dia menghidup aroma sedalam-dalamnya yang menguar dari tubuh suaminya.
"Apa kamu hamil Baby? Kata rekan-rekanku, Ibu hamil akan muntah-muntah." Ucap Zack bersemangat
"Ayo kita periksa sayang," Lanjut Zack, dengan segera dia membopong istrinya.
Zack memakaikan baju ke tubuh istrinya, karena Dinda hanya menggunakan baju kesukaan Zack.
Dengan telaten dia menggantikannya, tidak ada anu-anu kali ini. Dia ingin segera memastikan apa yang menjadi praduganya.
Setelah selesai memakaikan baju ke Dinda, segera Zack juga mengganti bajunya.
Mereka segera turun dengan Dinda di dalam gendongannya. Setelah masuk kedalam mobil, segera Zack menancap gas.
Tidak perlu menunggu lama, kedatangan mereka yang pagi-pagi buta menjadi berita heboh di Rumah Sakit.
Dengan segera mereka di layani secara VVIP, tanpa mengantri dan lainnya.
Saat ini Dinda tengah berbaring dengan dokter Sinta, dokter tersebut memainkan alat USGnya di atas perut Dinda.
"Bagaimana, dok?" Tanya Zack tidak sabaran, kornea matanya terus menatap layar seperti TV itu.
__ADS_1
"Lihatlah Tuan, Nyonya. Yang kecil itu adalah bakal janin kalian, sudah terbentuk kantong dengan sempurna." Ucap dokter Sinta menunjukkan jabang bayi mereka.
"Mana dok, kenapa hanya kacang polong yang kelihatan di layar! Tidak mungkin bibit unggulku menghasilkan kacang di perut istriku!" Seru Zack yang tidak terima.
"Sayang, tenanglah. Itu bentuk awal bayi kita, jika bertambahnya usia kehamilanku. Akan bertumbuh seperti bayi kebanyakan yang sudah lahir di dunia." Jelas Dinda dengan penuh kesabar.
"Berapa usia kehamilan saya dok?" Tanya Dinda, dia terharu karena mengetahui dirinnya hamil.
"Saya perkirakan 6 Minggu Nyonya, karena masih sangat rentan. Tolong banyak beristirahat dan tidak melakukan aktivitas yang berat-berat, atau berfikir hingga membuat stress" Jelas dokter Sinta panjang.
Dengan segera Zack dan Dinda memberi kabar kepada keluarga besar mereka.
Tuan dan Nyonya Chen sangat bahagia dengan kabar kehamilan anaknya, sebentar lagi mereka akan mendapatkan cucu pertama di keluarga mereka.
Tidak jauh berbeda dengan keluarga Biming, keluarga Alexander juga sangat bahagia dengan kabar tersebut.
Dengan segera mereka mengeluarkan berita tentang kehamilan Dinda.
Banyak surat kabar, koran, majalah yang mengangkat atas kabar berita kehamilan pewaris perusahaan Biming.
...🌈🌈...
Kini tengah berkumpul keluarga Pratama di ruang TV, setelah membaca berita kehamilan Dinda di sebuah majalah.
Nanda mengepalkan tangannya, dia sangat kesal karena Dinda menjadi perbincangan nomor 1 di kota tersebut.
"Bagaimana mungkin, Dinda jelas-jelas dinyatakan mandul disurat dokter itu!" Seru Intan
Intan segera menatap Nanda yang tengah kesal menatap layar TV.
"Nanda, Mama tanya sama kamu. Kamu tidak membohongi kami waktu itu bukan?" Tanya Intan yang mulai mengintrogasi menantunya.
"Ten.. tentu saja tidak Mah, kenapa harus berbohong. Tidak ada untungnya untukku." Jawab Nanda sedikit terbata.
Aryo mencoba mengingat-ingat ketika mereka melakukan pemeriksaan ke dokter.
Intan mencincingkan matanya, menatap curiga pada Nanda "Awas jika kamu berbohong, akan aku usir kamu dari rumah ini." Jawab Intan
Nanda yang mendengar ocehan mertuanya segera meninggalkan ruangan tersebut, dia langsung mencoba menghubungi wartawan yang sudah dia berikan foto dan video Dinda.
Tut... tut... tut...
"Halo"
__ADS_1
"Heh!! kamu itu becus tidak sih, sekarang Dinda sudah hamil. Kapan kamu akan mengeluarkan beritanya!" Seru Nanda di sebrang telfun.
"Aku sedang membuat hotline, tunggu 10 menit akan aku publikasikan"
"Baik, aku akan menghancurkanmu jika kau tidak mempublikasikannya segera!"
Kini Zack dan Dinda tengah berkumpul di kediaman keluarga Biming, mereka mengobrol dan sesekali tertawa.
Lin datang dengan tergesa-gesa, "Maaf, Tuan ada yang ingin saya sampaikan." Ucapnya
Mereka yang melihat Lin seperti akan menyampaikan hal yang penting segera mengajaknya masuk ke ruangan kerjanya
"Ada apa Lin?" Tanya Tuan Chen
Lin segera menyerahkan tabletnya, tertera di hotline berita tentang Dinda yang masuk ke kamar hotel dengan laki-laki parubaya.
Brak
Chen membanting tablet asistennya dengan keras, Zack yang mendengar suara benda jatuh dari dalam ruangan kerja mertuanya segera menerobos masuk.
Dilihatnya mertuanya sedang memegang kelingnya dan Lin hanya menunduk, Zack segera mendekat.
"Ada apa Ayah?"
Chen menghembuskan nafasnya kasar "Ada yang menyebarkan foto dan video Dinda tengah masuk ke dalam kamar hotel dengan client-nya 2 bulan lalu." Ucapnya
Zack yang mendengarkannya seketika emosi, bukan emosi karena Dinda masuk ke kamar dengan laki-laki tersebut, tetapi emosi kepada orang yang menyebarkannya.
Zack tau siapa client itu, karena ketika pulang dirinyalah yang menjemput Dinda.
Zack segera merogoh saku celananya dan menelfun asistennya.
"Niko, kau tau masalah Dinda. Segera retas seluruh jaringan internet. Hapus seluruh berita dan cari tahu dalangnya. Segera bawa ke markas!" Intruksi Zack
"Baik Tuan"
...🌈🌈...
NANTI AUTOR LANJUT YA
AUTOR KERJA DULU
HABIS INI POKOKNYA PENDERITAAN NANDA
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KENOVEL TEMENKU YA