Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 44


__ADS_3

...Jangan lupa loh sesajennya....


...tak aduin ke mbah Marijan nanti 😁...


Happy Reading 🌹🌹


Kaki jenjang nan ramping sedang berjalan menuju ke pintu keluar bandara, rambut yang melambai-lambai tertepa angin sungguh membuat dirinya semakin indah.


"Neng taxi" ucap salah seorang supir taxi yang mangkal di area bandara


"Iya pak, tolong masukkan koper-koper saya" ucap Dinda


Dengan segera sopir tersebut memasukkan koper-koper besar ke bagasi taxinya


"Diantar kemana neng? tanya sang sopir.


"Ke daerah apartemen X pak"


"Siap neng"


Kini taxi menuju ke apartemennya, sebenarnya Papanya membeli sebuah mansion tetapi dia enggan untuk menempatinya. Karena terlalu besar dan sepi.


Waktu terus berjalan, sampai pada akhirnya dia harus menemui pimpinan perusahaan Pratama. Tangannya mulai bergetar dan berkeringat, dia tidak ingin menunjukkan kegelisahannya di depan Zack maupun Santi.


Setelah kejadian di mall Dinda kembali bergetar hebat, matanya mulai berkabut. Sekelebat bayangan mantan madunya jatuh dari tangga bukan aku yang melakukannya dia ya dia memfitnahku, wanita ular itu tega memcelakai anaknya tentu saja dia tega mencelakaiku. Aku harus kuat! dia terus bergumam dalam hatinya.


Dimalam acara pertunangan rekan bisnis Zack, Dinda mengedarkan pandangannya dia menemukan keluarga Pratama. Tetapi pura-pura tidak mengetahuinya, dia tidak mau kegelisahannya mencuat.


Acara semakin ramai ketika pertukaran keduanya, telapak tangan Dinda berkeringat. Dia gugup karena di pandang oleh Aryo semenjak tadi.


Keinginan untuk menghindar berakhir petaka bagi dirinya, kegelisahan yang sudah dia tahan sebelum acara di mulai. Kini meledak dengan hebat, jangankan profesinya sebagai dokter. Ibu tetaplah ibu, meskipun kejadian sudah setahun yang lalu tapi kesakitan hatinya tidak akan pernah sembuh 100% terlebih mengingat anak yang belum pernah dia lihat tetapi sudah harus pergi. (autor udah ngalamin kehilangan malaikat sebelum lahir kedunia, dan masih sedih banget meskipun kita terlihat baik-baik saja di luar, terkadang tanpa apa aba-aba menangis. Semoga kamu bahagia di surga ya nak. Amin)

__ADS_1


Dinda meluapkan kesedihannya malam itu, karena mereka sudah membunuh jabang bayi didalam perut Dinda.


Flashback off


Kini keadaan Dinda sedikit kembali terguncang, tatapannya kosong dan setitik air mata turun dari mata indahnya.


Yang dulu selalu memancarkan cahanyanya kini seketika redup tidak ada semangat untuk hidup.


Nyonya Chen hanya bisa menangis melihat kondisi Dinda.


"Pah, kamu harus membuat keluarga Pratama membayar mahal atas semua ini." ucap Nyonya Chem terisak dalam pelukan suaminya


"Iya mah, tenanglah. Akan kita bicarakan nanti." jawabnya


"Mama sendiri yang akan menghancurkannya, meskipun Dinda sudah dewasa dan pekerjaan bagus Bagi Mama Dinda masih kecil. Mama yang akan melindungi dia di garda terdepan!!" ucap Nyonya Chen


Siapa yang tidak pernah mendengar perkataan dari orangtua kita, meskipun kita sudah dewasa, menikah, bahkan memiliki anak. Bagi kedua orangtua kita menganggap kita masih kecil masih butuh perlindungan mereka. (yak autor juga gitu, i love you mak 😭 jadi sedih yang ngetik)


"Bagaimana Zack, Dinda seperti dulu" jelas Nyonya Chen


"Dinda akan baik-baik saja Mah, tenanglah. Aku sudah memberi mereka sedikit pelajaran" jelas Zack


"Apa yang kamu rencanakan Zack?" tanya Tuan Chen


"Aku menanam modal di perusahaan pratama dengan nama asistenku Yah, kami sudah menarik hampir 50% saham di perusahaan Pratama. Saat ini Tuan Ridwan masuk ke Rumah Sakit karena terkena serangan jantung" jelas Zack


"Ayah juga harus segera memberi mereka pelajaran, Mama dengan perusahaan Pratama memasukkan proposal ke perusahaan cabang kita bukan? kita tolak saja sehingga tidak akan ada investor yang mau menanam modal lagi" jelas Nyonya Chen


"Bagaimana menurutmu Zack?" tanya Tuan Chen


"Lebih baik teruskan saja kerjasamanya Pah, kita bisa menghancurkan mereka dari dalam dan luar sekaligus" jawan Zack

__ADS_1


"Tapi Dinda tidak akan menyentuh keluarga Pratama bukan? bagaimana jika dia marah?" ucap Tuan Chen


"Ayah apa tidak ingat, Dinda tidak akan menyentuh keluarga Pratama jika dia tidak disakiti lagi. Lihatlah semalam dia dipermalukan dan di tampar di tempat umum, berarti keluarga Pratama yang memulainya" jelas Nyonya Chen


"Baiklah mari kita mulai saja permainan kita tanpa melibatkan Dinda, kita harus membuatnya benar-benar sembuh dulu" ucap Tuan Chen


"Baik Ayah" ucap Zack


"Zack apa kamu tau aset apa saja yang dimiliki oleh tuan Chen?" tanya Nyonya Chen


"Aset pribadi yang tidak banyak diketahui publik ada sebuah butik milik Nyonya Intan, ada Villa, tabungan di bank Swiss dan saham 25% milik tuan Ridwan yang tidak di ketahui oleh siapapun bahkan keluarganya" jelas Zack


"Ck, bahkan Ridwan sudah mempersiapkan semuanya. Lin.. urus bank di Swiss dan vari tahu sama 25% itu!" seru Tuan Chen


"Baik tuan" jawab Lin


Dengan segera dia meninggalkan apartemen nonanya, dia segera menghubungi anak buahnya di Swiss dan yang sudah dia sebar untuk memata-matai keluarga Pratama.


...🌈🌈...


HALO SEMUANYA


MAAF BARU UP SEDIKIT


NANTI JIKA ADA WAKTU SENGGANG LAGI


AKU AKAN UP BAB BARU


TEMAN TEMAN JANGAN LUPA MAMPIR KE MANTAN EHH.... RAHASIA SANG MANTAN


__ADS_1


__ADS_2