Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 5


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Semburat oranye sudah menghiasi langit, jalan raya sudah penuh dengan orang-orang yang letih dengan rutinitas pekerjaan dan ingin segera beristirahat dirumah. Berbeda dengan dua orang yang di dalam ruangan bernuansa putih tersebut.


“Malam ini menginaplah dirumah beb.” Ucap Nanda bergelayut manja di lengan dokter Aryo.


“Aku akan coba menghubungi Dinda dulu, aku harus membuat alasan agar bisa menginap dirumah.” Ucap Aryo dengan mencari daftar kontak istri pertamanya tersebut.


Drtt.. drttt


“Halo mas.” Jawab Dinda menerima telfun dari dari suaminya Aryo.


“Sayang hari ini aku tidak bisa pulang, karena ada pasien yang perlu aku pantau 24 jam.” Ucap Aryo mencari alasan agar bisa bersama madunya malam ini.


“Apakah perlu aku temani mas?” jawab Dinda karena khawatir suaminya akan begadang malam ini dan tidak memiliki teman.


“Ti..tidak perlu sayang, kamu pulanglah dan beristirahat dirumah.” Jawab Aryo yang gelagapan karena mendadak Dinda menawarkan diri untuk menemaninya.


“Baiklah mas, jangan lupa makan. Aku akan pulang dulu.” Ucap Dinda yang sudah berjalan menuju basemen rumah sakit.


“Iya sayang jangan khawatir, bye bye” ucap Aryo yang langsung mematikan sambungan telfunnya.


Nanda sangat senang, hari ini akan menghabiskan malamnya dengan suami tercinta. Mereka bersiap-siap untuk pulang, mereka berjalan bersama bergandengan tangan menuju basement. Sepasang mata melihat mereka tanpa mereka sadari.

__ADS_1


Mereka meninggalkan basement menuju rumah yang Nanda tinggali pemberian dari Aryo. Sebelum mereka sampai kerumah, mereka makan malam dan membeli beberapa kebutuhan sehari-hari di supermarket.


Sesampainya dirumah Aryo duduk di sofa, dan Nanda membuatkan teh hangat untuk suaminya tersebut.


“Beb aku mandi dulu ya?” ucap Nanda kepada Aryo.


“Iya honey, bersihkan diri terlebih dahulu.” Ucap Aryo dengan mengecup dahi istri sirinya.


Nanada meninggalkan Aryo sendiri diruang tamu. Pikiran Aryo berkelana, dia tidak akan bisa selamanya menyembunyikan pernikahan keduanya kepada Dinda. Tetapi dia juga takut apakah orang tuanya akan menerima istri keduanya, karena ibunya sangat menyayangi Dinda.


Aryo beranjak dari sofa dan naik ke lantai atas untuk menyusul Nanda, dia juga ingin mandi untuk menyegarkan pikirannya yang sedang kalut.


Ceklek!


Grep..


Aryo terlonjak kaget karena Nanda memeluknya dari belakang. “kenapa menganggetkanku?” ucap Aryo dengan mengelus dadanya.


“Kamu sedang memikirkan apa, sampai aku keluar kamar mandi kamu tidak tahu?” ucap Nanda dengan memanyunkan bibirnya.


Aryo menghadap istri sirinya tersebut, dan memeluknya. Ada rasa bersalah di hati Aryo karena Nanda harus menjadi istri simpanannya, jika bukan karena kebodohannya dia mungkin tidak akan dalam di situasi yang rumit ini.


“Tidak, aku hanya mengamati kamar ini. Karena sudah cukup lama tidak datang kemari.” Ucap Aryo dengan senyum.

__ADS_1


“Kamu selalu sibuk dengan istri pertamamu.” Jawab Nanda ketus dengan berjalan menuju tempat tidur.


“Bukan begitu honey, kamu tahu sendiri selama aku di Jakarta aku tinggal satu rumah dengan orang tuaku, aku tidak bisa terlalu sering pergi menemuimu ke Jogja. Nanti menimbulkan kecurigaan.” Ucap Aryo yang memeluk Ninda dari belakang.


Nanda memutar badannya menghadap suaminya “kapan pernikahan kita akan diresmikan? Aku tidak ingin menjadi istri simpananmu terlalu lama, beri aku status yang jelas dan sah di mata agama dan negara.” Ucap Nanda dengan tegas, karena dia sudah tidak kuat jika kedepannya harus menyaksikan kemesraan Aryo dengan Dinda.


“Beri aku waktu, aku tidak bisa langsung begitu saja membawamu kerumah. Pernikahanku dan Dinda baru berjalan 4 bulan.” Ucap Aryo sendu.


Dia tidak ingin menyakiti istrinya tapi juga tidak ingin menyakiti madunya.


Nanda memalingkan badan dan segera merebahkan diri di atas kasur, dia menyelimuti dirinya sampai ujung kepala. Rasanya hatinya pedih karena setiap dia meminta diresmikan pernikahannya selalu ada alasan, dia semakin bertekad untuk menjadi istri Aryo satu-satunya. Walaupun harus menyakiti Dinda, karena dia sangat mencintai Aryo.


Aryo menghela nafas, jika membahas tentang pernikahan akan berujung dengan pertengkaran.


“Aku akan mandi dulu honey” Aryo beranjak masuk ke kamar mandi.


-------


Hallo teman-teman ini karya kedua saya (apakah bisa disebut kedua, karena yang pertama belum tamat) hehehe


Mohon dukungannya, kritik dan saran yang positif sangat saya nantikan. Agar saya semakin berkembang lebih baik lagi.


Jangan lupa follow IG @frd_95

__ADS_1


__ADS_2