Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
EP 83


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Waktu terus berjalan.


Terlihat Nanda tengah membuntuti Zack yang sedang berada di Bali untuk bertemu dengan rekan kerjanya dari Singapura.


Nanda terus melihat dan memantau pergerakan Zack.


Terlihat matahari telah kembali ke peraduannya, terlihat Zack akan makan malam bersama asistennya Niko.


Nanda melihat Zack sudah selesai memesan makanannya, dengan segera dia berdiri dari kursinya.


Zack dan Niko telah selesai makan malam, mereka segera kembali ke kamar masing-masing karena besok masih banyak ertemuan yang akan mereka hadiri.


"Tuan, akan saya antarkan Anda ke kamar." Ucap Niko yang melihat bosnya sedikit limbung.


"Tidak perlu Nik, kau segera beristirahat saja. Besok kita masih banyak pertemuan." Jawab Zack, sekuat tenaga dia mengumpulkan kesadarannya.


Nanda yang melihat Zack sudah memasuki lift, segera diriny memakai lift yang lain unguk menuju ke lantai yang sama dimana Zack tidur.


Zack keluar dari lift, Nanda yang melihat mendekat dan sengaja menabrakkan dirinya di tubuh Zack.


"Ah, maaf." Ucap Nanda dengan suara yang dibuat sedikit mendesah.

__ADS_1


Zack mengalihkan pandangannya ke Nanda, jakunnya naik turun. Melihat pemandangan di depan mata membuat tubuhnya merasa panas.


Sekuat mungkin Zack menetralkan detak jantungnya dan hawa panas yang semakin berlebih.


Nanda tersenyum sinis ke arah Zack, dia dengan berani mendekat dan merapatkan dirinya ke tubuh Zack.


Zack ingin menolah, tetapi tubuhnya berkata lain. Keringat bercucuran, bahkan Zack menggigit bibirnya hingga berdarah.


Nanda semakim berani menyentuh dada bidang teraebut, Zack menggeram dia tidak akan tergoda dengan wanita yang ada di depannya.


Tangan Nanda meraba celana Zack, dia mencari kunci kamar hotel milik Zack. Dapat! Segera Nanda melangkahkan kakinya ke kamar Zack.


Terlihat ruangan yang begitu mewah, Zack yang mengikuti Nanda ingin segera mendinginkan kepalanya.


Zack menggeram, entah apa yang terjadi semalam. Kini Nanda tengah setengah naked.


Segera dirinya mengambil foto sebanyak mungkin, dengan seringai licik dia mengirimkan pada nomor yang sudah dia kenal siapa pemiliknya.


Nanda melihat pria di sampingan dengan mendengus kesal, karena hanya autor dan Tuhan yang tau ada apa dengan mereka.


...**...


Disebuah kamar dengan nuansa klasik, tengah terduduk seorang wanita yang tengah menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Hatinya bagai tersayat sembilu, dia menatap nanar gambar yang terpampang dalam HPnya.


Lagi dan lagi, apakah dia harus kalah dengan wanita jailang tersebut. Tentu saja tidak! Dia akan mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya.


Dengan segera wanita tersebut beranjak dari kasurnya dan menuju ke kamar mandi untuk mendinginkan pikirannya.


Jika bermain secara halus tidak bisa, makan dia akan bermain kasar. Demi keutuhan rumahtangga dan putranya.


Segera wanita tersebut berganti pakaian dan berdandan tipis, dia menelfon seseorang untuk menyiapkan penerbangannya saat itu juga ke Bali.


Dengan langkah elegant, wanita tersebut berjalan menuju mobilnya untuk mengantarkannya ke bandara.


Kini dirinya sudah berada di dalam pesawat, dia membuang pandangannya ke jendela. Dengan tangan terkepal dan emosi yang meletup-letup.


Tentu saja dia akan menghabisi wanita ular itu dengan tangannya sendiri jika sampai suaminya benar bermain gila. Maka keduanya harus lenyap dari bumi ini.


Perjalanan yang dia tempuh cukup melelahkan, tetapi karena hatinya sedang panas. Segera dia berangkat ke hotel dimana suaminya tengah menginap.


Niko kaget dengan kedatangan istri bosnya yaitu Dinda, dia menangkap raut wajah yang emosi, kecewa, dan sakit hati.


"Nyonya, ada apa sampai menyusul kemari?" Tanya Niko


"Tunjukkan kamar suamiku." Jawab Dinda dingin

__ADS_1


Niko dengan susah payah menelan air liurnya, dengan segera dia berjalan beriringan dengan Dinda menuju kamar Zack.


__ADS_2