Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 18


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Aryo membawa Nanda dan mamanya masuk ke taxi yang sudah dia pesan, sepanjang jalan banyak yang menggunjingkan mereka, tetapi Aryo tidak peduli. Berbeda dengan Nanda, dia sangat malu karena semua orang tau pernikahannya dengan Aryo. Darimana orang-orang tau tentang perbikahan dan kehamilannya, yang tau hanyalah orang rumah. Dinda?? ya pasti Dinda yang sudah menyebarkan gosip tersebut.


Kebencian, iri, dan dengki kepada Dinda semakin menjadi-jadi didalam diri Nanda. Dia menyalahkan, semuanya karena Dinda. Pasti Dinda tidak suka karena sekarang Aryo dan Mamanya lebih dekat dengan Nanda.


...***************...


"Santi apa yang sudah kamu lakukan terhadap Nanda dan mertuaku?" Tanya Dinda pada asistennya.


"Bukan aku yang memulai dok, aku hanya lewat dan mengomentari hubungan dokter Aryo dan Nanda. Tiba-tiba nenek lampir itu menjambak rambutku." Jawab Santi berdecak kesal jika mengingat Intan.


"Itu ibu mertuaku Santi!" Jawab Dinda dengan memegang keningnya, dia tidak habis pikir Santi terlibat perkelahian dengan mertua dan madunya.


"Kesal kali aku lo dok, gara-gara foto yang beredar di wibset dokter Dinda ikut terseret namanya, bahkan nenek lampir itu mengataimu mandul dok!" Jawab Santi marah.


Dinda hanya menghela nafas, dia ingat tadi pagi di panggil ke ruang dirut Rumah Sakit X Yogyakarta terkait foto suami dan madunya. Sehingga mereka menjelaskan status pernikahannya sekarang. Bahkan fotonya tidak bisa dihapus sampai sekarang, operatornya juga tidak bisa mengakses. Seakan website tersebut di lindungi oleh orang yang berkuasa.


Didalam taxi, Nanda hanya menangis sesenggukan di dalam pelukan mertuanya. Dia malu, marah, sakit karena digunjing oleh orang-orang bahwa dia pelakor.


"Sudah Nan, kenapa kamu menangis terus?" Tanya mama Intan.


"Mah, ini semua pasti karna Dinda. Dirumah Sakit tidak ada yang tau tentang pernikahanku dengan mas Aryo. Aku malu mah.... hiks" Jawab Nanda sesenggukan.


"Sudah, nanti akan kita balas Dinda. Kenapa kamu malu? toh kamu sudah menikah dengan Aryo." Jawab mama Intan dengan menenangkan menantunya, dia kesal dengan Dinda. Jika sampai terjadi apa-apa dengan cucunya, dia tidak akan mengampuni Dinda.


"Hikss... mau di balas bagaimana mah? Aku belum menikah secara resmi dengan mas Aryo mah hanya pernikahan siri saja." Jawab Nanda, akhirnya akan datang juga hari kemenanganku, dan aku akan menyingkirkan Dinda. Kata Nanda di dalam hati.


"Akan mama suruh Aryo segera melangsungkan pernikahan kalian, untuk Dinda akan kita pikirkan nanti, sudah jangan menangis." Jawab Intan


...🌈🌈...


Di rumah sakit

__ADS_1


Brak


Aryo mendorong pintu ruangan Dinda dengan kasar, sehingga penghuni ruangan tersentak kaget.


Dinda yang tau jika suaminya sesang marah, segera menyuruh Santi untuk keluar sari ruangannya.


Plak


Tangan besar dan kekar tersebut secara kasar mendarat di pipi putih Dinda.


"Apa kamu puas!!!!" Tanya Aryo dengan tatapan marah.


"Apa makhsud kamu mas, aku tidak mengerti!" Jawab Dinda dengan mata berkaca-kaca, karena baru pertama kali Aryo bermain fisik.


Aryo melangkah maju, sedangkan Dinda melangkah mundur hingga tubuhnya menabrak tembok "Jangan pura-pura tidak tau!!! Pasti kamu menyuruh Santi dan yang lainnya untuk mencaci Nandakan? Katakan!!!!" Ucap Aryo yang berteriak di depan wajah Dinda.


Dinda memejamkan mata, dia menetralkan pikirannya dan mengesampingkan rasa sakit hatinya. Dia marah karena dituduh tanpa bukti "Apa gunanya aku menghasut mereka mas!!! Apa mas buta jika mereka pasti melihat postingan di wibset Rumah Sakit, mereka bukan orang bodoh mas! mereka memiliki mata dan akal pikiran!!!" Jawab Dinda tak kalah sengit dengan suaminya.


Dengan kasar tangan Aryo mengapit pipi Dinda "Seharusnya kamu berterima kasih kepada Nanda, dia akan memberiku anak. Jika terjadi apa-apa dengan kandungan Nanda jangan salahkan aku jika aku benar-benar menceraikanmu." Jawab Aryo dengan dingin dan melepaskan apitan tangannya dengan kasar.


Dinda tidak pernah berfikir untuk bercerai, dia memiliki impian untuk menikah satu kali dan membina rumah tangganya sebaik mungkin. Tapi kenyataannya pernikahan yang baru berjalan 5 bulan sudah di penuhi dengan luka.


Setelah Aryo keluar dari ruangan, Dinda merosot terduduk di atas lantai dan memeluk erat kedua lututnya. Hikss... hikss.. hikss... kamu jahat mas!!


Hampir satu jam lamanya Dinda menangis hingga tidak sadar dia tertidur di lantai dingin ruangannya, sebuah tangan membuka pintu secara perlahan dan mendekat ke arah Dinda dengan pelan-pelan, diangkatnya tubuh ringkih itu di gendongannya dan menaruhnya di brangkar tempat pasien dokter Dinda biasa di periksa. Dengan pelan-pelan orang tersebut meletakka tubuh Dinda di tempat itu, dipanpanginya wajah canti tersebut tangannya mengelus pipi kemerahan bekas tamparan Aryo "Aku akan melindungi dan membalas perbuatan yang sudah mereka lakukan terhadapmu sayang, aku akan menjadi payung didalam hidupmu meskipun bukan tempat untuk bersandar, tetapi akan selalu mengiringi langkahmu di dalam suka dan duka" gumam orang tersebut, dengan penuh perasaan dia mengecup bibir dan dahi Dinda dengan penuh cinta.


So sweet, siapa kira-kira yang diam-diam ingin melindungi dokter Dinda ya??


...🌈🌈...


Dirumah


Nanda dan Intan kini sudah sampai dirumah, Ridwan yang melihat istrinya sudah pulang segera menghampiri.

__ADS_1


"Loh, ada apa dengan Nanda ma?" Tanya Ridwan bingung yang melihat istri siri anaknya seperti orang habis menangis.


"Ini semua gara-gara Dinda!" Ucap Intan emosi.


"Apa hubungannya dengan Dinda?" Ucap Ridwan semakin bingung.


"Sudahlah, ayo masuk dulu akan mama jelaskan ke ayah." Jawab Intan dengan menggandeng Nanda untuk masuk kerumah.


Mereka bertiga kini duduk di kamar yang Nanda tempati, mama Intan menceritakan semuanya ke Ridwan, dan Ridwan terlihat marah.


"Apa yang akan mama lakukan?" Tanya Ridwan dengan marah.


"Kita harus segera meresmikan oernikahan Nanda dan Aryo yah, mama tidak mau jika nanti cucu kita dianggap anak haram." Ucap Intan dengan menggebu-gebu.


"Tapi mah...yah.. mas Aryo tidak akan meresmikan pernikahan kami jika Dinda tidak mau." Ucap Nanda menyela.


"Apa!? yah bagaimana cara membuat Dinda agar menyetujuinya?" Tanya Intan ke suaminya.


"Ayah juga tidak tau mah, kamu tau sendiri Aryo begitu mencitai Dinda, ingat dulu perjuangannya?" Jawab Ridwan.


"Tapi mama tidak mau nanti Nanda dan cucu kita dijadikan bahan gunjingan orang-orang yah!" Jawab Intan.


"Ayah juga tidak mau mah" Ucap Ridwan.


"Nanda tau mah, bagaimana kalau......


...🌈🌈...


Hallo para readers


Maaf autor updatenya belum bisa pasti waktunyaa, autor nulisnya pas ada waktu luang.


Karena sakit beberapa waktu lalu, pekerjaan autor jadi menumpuk, dan tanggung jawab dalam mengisi privat & kelas harus kejar tayang 😖😖

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan komennya ya.


Salam sehat dari autor 💚❤


__ADS_2