Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 28


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Honey, apakah kamu mulai perhitungan denganku? Aku juga tidak menginginkan tas itu, tetapi anak kamu yang menginginkannya." jawab Nanda sedikit kelas.


Apakah ngidam bisa se-ekstrim ini? tanya Aryo didalan hati.


Karena tidak ingin berdebat dengan Nanda dia hanya menuruti kemauan istri ke-2nya


"Baiklah, nanti kita akan pergi untuk membelinya"


"Terima kasih sayang"


Sambungan telfun dimatikan, akhir-akhir ini Nanda memang suka meminta hal-hal yang mewah. Berbeda dengan Dinda, dia jarang meminta hal kepadanya malah terkadang Aryo harus memaksanya.


Kenapa aku sekarang jadi membandingkan Nanda dan Dinda, tidak tidak boleh... Karena Nanda sedang hamil jadi mood dan keinginan ibu hamil dan yang tidak hamil berbeda. Ya karena bawaan bayi. Gumam Aryo di dalam hati.


...🌈🌈...


Dinda sudah kembali keruangannya, ini hari terakhir dia menangani pasien. Karena kedepan selama Zack memimpin Rumah Sakit X Dinda akan selalu mendampingi seluruh kegiatannya.


"Bagaimana dok rasanya berada di dekat tuan Zack?" tanya Santi kepo.


Dinda yang mendengarkannya hanya menaikkan satu alisnya "Biasa saja san tidak ada yang istimewa, bahkan dia terkesan dingin dan arogan" jawab Dinda, ya Dinda ingat Zack adalah orang yang di tabraknya beberapa bulan lalu ketika dia ingin menghadiri peresmian Rumah Sakit di Makassar.


"Uchhh... meskipun begitu bukannya membuat pesonannya semakin bertambah kan dok, dia pasti juga akan setia dengan kekasihnya" Jawab Santi gamblang, dia tidak menyadari perubahan raut wajah Dinda.


Ya Dinda mengakui meskipun dingin dan arogan tetapi Zack laki-laki yang tampan. Suaminya juga sebenarnya tampan hanya dia memiliki dua istri terlebih sekarang dia suka main tangan membuatnya menjadi minus akhlaq.


Santi yang menyadari dokter Dinda tidak menjawab dia heran, persekian detik baru mengingat ucapan yang baru saja dia luncurlan dari mulut laknatnya itu dasar mulut terkutuk tidak ada remnya seketika memukil bibirnya dengan pelan.


"Maaf dokter Dinda" cicit Santi.


"Tidak apa-apa san" jawab Dinda dengan senyumnya.


Masih di gedung Rumah Sakit X kantor dengan jawaban tertinggi kini hawa panas dan dingin mendominasi ruangan tersebut. Bagaimana tidak, setelah dokter Dinda berpamitan undur diri untuk menyelesaikan pekerjaannya hari ini.


Niko yang tau bahwa keadaan akan sangat berbahaya ingin mengikuti langkah Dinda tetapi sebelum dia melangkah keluar dari pintu Zack sudah memanggilnya dengan suara yang dingin dan tenang.


"Nik" ucap Zack


Gluk


Niko mematung "ya tuan" jawab Nik setelah membalikkan badannya ke arah Zack.


"Tutup pintunya dan kunci" peribtah Zack


"A.. ap.. apa tuan kenapa harus di kunci" ucap Niko gugup mampus gue! harus punya alasan yang logis, ayo otak bekerjasalah denganku jerit Niko dlm hatinya.

__ADS_1


Zack hanya memandangnya dengan tajam, Niko segera menutup dan mengunci pintu tersebut dan segera berdiri di depan meja tuannya.


"Apakah kamu tau kesalahamu? tanya Zack


"Sa... saya sudah mengajak donter Dinda bersalaman tuan" gluk kerongkongan Niko serasa kering bagaikan di gurun pasir.


"Hm... hukuman apa yang pantas untuk orang yang berani menyentuh milikku?" jawab Zack dengan bersedekap dada dan bersender di kursinya.


Cih milikku, Dinda masih milik suaminya bos ucap Niko di dalam hati "Saya mengaku salah tuan, maafkan saya" ucap Niko yang mati-matian menekan rasa takutnya.


"Aku akan memaafkanmu jika kau membuatku senang" Zack menjeda ucapannya "apa makhsud dari ucapanmu tadi ketika kamu memberitahukan pekerjaan Dinda selama mendampingiku di Rumah Sakit X ini?" tanya Zack


"Begini tuan, jika nona Dinda lebih banyak menghabiskan waktunya dengan anda bukankah sangat menguntungkan. Selama nona Dinda lebih banyak bersama anda, anda bisa melakukan pendekatan tanpa bersusah payah. Kita dapat menjauhkan secara perlahan antara nona Dinda dan suaminya" terang Niko panjang.


Zack yang tau arah pikiran Niko sangat senang, dia bahkan tidak sampai berfikir untuk mengikat Dinda lebih banyak di sampingnya "bagus Niko, kau sangat cerdas. Aku sangat beruntung memiliki asisten yang pintar seertimu" ucap Zack bangga.


Niko yang mengetahui bosnya sangat senang bagaikan mendapat oase di gurun sahara.


"Baiklah selama Dinda berada di sampingku, suruh seseorang untuk selalu mengambil fotoku dengannya. Aku sudah memulai permainannya maka akan aku lanjutkan dan yang mengakhiri entah Aryo, Dinda atau calon mertuaku" ucap Zack senang sudah membayangkan wanitanya akan lepas dari suaminya.


"Tuan yakin ingin menjadi pebinor?" tanya Niko takut-taku


"Huh, apa itu?" tanya Zack


"Perebut Bini Orang"


Zack menggebrak meja dengan keras, Niko sampai terjingkat kaget "ya memang benar.. hahha" jawab Zack


Disisi lain Aryo kini tengah bersiap-siap untu pulang, dia menunggu Dinda di depan ruangannya.


5 menit menunggu akhirnya Dinda sudah keluar dari ruangan dengan menenteng tasnya.


Aryo segera berdiri dan menghampiri Dinda, ayo kita pulang.


Dinda hanya mengangguk dan melangkah bersama dengan suaminya.


Dinda dan Aryo sudah berada di dalam mobil, Dinda membuang pandangannya kesamping entah sampai kapan hubungan mereka akan seperti ini.


Aryo yang melihat Dinda hanya diam memulai bertanya.


"Bagaimana pekerjaanmu hari ini sayang?" tanya Aryo


"hem...Biasa saja"jawab Dinda acuh tanpa melihat wajah Aryo


"Apakah kamu senang di tunjuk untuk mendampingi tuan Zack?" tanya Aryo


Dinda menoleh "tentu saja senang, karena dia atasan kita" jawab Dinda

__ADS_1


Aryo tersenyum sinis "Senang karena mendapat mangsa baru?" ucap Aryo sarkas.


"Apa makhsudmu!" Seru Dinda tidak terima


"Jangan pura-pura bodoh Din, aku tau perusahan pamanmu sedang ada masalah keuangan. Kamu mencoba peruntungan untuk dapat mendekati tuan Zack buka?" ucap Aryo sarkas.


"berhenti....AKU BILANG BERHENTIII!!!!" teriak Dinda, ya dia sakit hati bagaimana bisa pria berpikiran sepicik itu. Toh perusahaan pamannya disini hanya cabang, jiapun bangkrut akan bisa membangunnya lagi.


Aryo mengerem secara mendadak dan menoleh ke arah Dinda, dilihatnya Dinda sudah menangis.


Plak


Dinda melayangkan tamparan ke Aryo dia sungguh tidak tau jalan pikiran laki-laki di sampingnya itu


"Apakah aku wanita matre di matamu hah!! kalaupun aku dekat dengan tuan Zack bukankah kita impas? kita sama-sama memiliki kekasih" ucap Dinda sengit.


Aryo yang mendengarkannya marah mengepalkan tangannya. Tersenyum smirk


"Ternyata kau wanita murahan"


Dinda yang mendengarkannya berdenyut nyerii dihatinya


"Jika aku murahan, sebutan untukmu dan maduku apa heh? bahkan kalian lebih rendah dari kata mu*****han maupun ja*******lang! Bahkan dengan tidak tau malunya kau memakai uangku yang sudah aku kumpulkan susah payah demi menyenangkan ja****langmu itu he"


Plak


"Keluar" kata Aryo dingin setelah menampar Dinda, Aryo serasa tertohok dengan jawaban istrinya.


Dinda segera menyambar tasnya "aku juga tidak betah satu mobil dengan laki-laki pengecut dan breng*****sek ingat ATM sudah aku block jika kau ingin memuja ja***langmu itu pakai uangmu atau keluargamu"


Blam


Dinda menutup pintu dengan keras, dan segera memberhentikan taxi untuk entah kemana yang penting dia menenangkan hati dan pikirannya.


Aryo tidak tau jika ATM bersama bereka di pantau oleh Dinda, dia mendapatkan notifikasi menandakan ada pengeluaran uang didalamnya. Bahkan nominalnya tidak main-main, meskipun Dinda anak orang kaya tetapi sebagai manusia tidak tau bagaimana kedepannya bukan. Kehidupan bagaikan roda yang terus berputar.


Sedangkan Aryo mengamuk di dalan mobil "Arrgggghhhh...bagaimana Dinda tau tentang uang yang aku gunakan untuk Nanda. Jika memakai uangku akan habis, uang keluarga tidak mungkin ibu pasti akan mengamuk"


Tanpa sepengetahuan Aryo dan Dinda ada beberapa mata-mata yang sudah dikirim tuan Chen, dengan segera mengirimkan kejadian hari ini salah satunya tentang Aryo yang menampar Dinda lagi serta tuduhan-tuduhan yang dilayangkan Aryo kepada Dinda.


Mobil Aryo sudah dipasang penyedap suara dan gps agar orang-orang suruhan tuan Chen dapat dengan mudah melacaknya.


...🌈🌈...


Hallo readersssss


maaf kmrin tidak update...

__ADS_1


sedang menyiapkan materi untuk hari Senin 😖😖


__ADS_2