
Happy Reading 🌹🌹
Zack yang mendengar dan melihat adegan lewat pantulan lift menahan kesal, asisten tidak ada aklaq dia mencuri kesempatan untuk menyentuh wanitaku. Zack berdehem dengan keras.
Ekhmmmm....
Zack melihat asistennya lewat pantulan lift dengan tajam, Niko yang melihat hal tersebut menjadi merinding. Bagaimana bisa aku lupa jika ada beruang kutub disini gumam Niko didalam hati.
Dinda yang tidak menyadari kecemburuan Zack hanya menampilkan wajah datarnya saja.
...🌈🌈...
Zack, Dinda, dan Niko sudah sampai di lantai paling tinggi dimana letak ruangan Zack di Rumah Sakit X
Mereka berjalan menuju ruangan Zack.
Cklek
"Silahkan masuk tuan" Ucap Niko yang tengah membukakan pintu
"Em" ucap Zack dingin, dia masih kesal dengan perilaku asistennya tadi di dalam lift.
"Terima kasih tuan Niko" jawab Dinda dengan nada yang halus
"Eh... sama-sama nona. Panggil saja saya Niko" ucap Niko yang sedikit membungkuk
"Apakah boleh? sepertinya kurang sopan tuan" jawab Dinda yang tengah berfikir
"Tentu saja boleh nona, selama nona Dinda yang memanggil saya" jawab Niko dengan senyum.
Zack yang melihat mereka mengobrol di tengah pintu hanya mencincingkan matanya, yang dia lihat ada rona merah di wajah Niko.
"apakah kalian akan terus mengobrol?" ucap Zack yang menyadarkan Niko dan Dinda tengah asik sendiri dengan obrolan mereka.
Dinda hanya tersenyum kikuk berbeda dengan Niko dia merasakan bulu kuduknya meremang dan membuatnya sedikit berkeringat dan pucat karena bertabrakan dengan tatapan Zack yang tajam.
Dinda yang melihat Niko berkeringan langsung menyodorkan sapu tangannya "Tuan apakah anda sakit?" tanya Dinda yang sudah menggantungkan tangannya di depan wajah Niko.
"Ti.. tidak nona. Aku baik-baik saja" jawab Niko gugup
"Tapi tuan pucat dan berkeringat, ayo kita turun akan saya periksa" jawab Dinda, dia sedikit menyeka keringat di dahi Niko.
Zack yang melihat hal tersebut memelototkan matanya ke Niko asisten tak ada akhlaqqqqq!!!! apakah kamu ingin mati begitilah kira-kira arti tatapannya
Niko yang melihatnya menelan salavinanya susah payah nona jangan begini, aku masih jomblo jerit Niko dalam hati.
__ADS_1
Niko langsung mundur "Terima kasih nona, mari kita masuk. Akan saya jelaskan apa yang perlu nona lakukan selama mendampingi tuan Zack di Rumah Sakit" jawab Niko yang kemudian dia langsung masuk di dalam ruangan dan berdiri di samping meja bosnya.
Zack mendengus kesal, dan segera dia duduk di kursi kebesarannya. Dinda mengikuti dari belakang dan berdiri di depan meja Zack.
Zack menatap lurus ke Dinda, yang di tatap menyerengitkan dahinya kenapa dia menatapku terus apakah ada nasi yang tertinggal di wajahku ketika makan siang tadi. Tidak sadar Dinda meraba wajahnya dia mencari apakah ada sisa nasi yang menempel.
Zack dan Niko yang melihat Dinda meraba wajahnya sendiri heran.
"Kenapa kau meraba wajahmu sendiri?" tanya Zack
Dinda tersentak kageh "Ehh... tuan dari tadi melihatku aku mencari apakah ada nasi yang menempel di wajahku" jawab Dinda dengan cengir kudanya.
Zack tergelak dengan jawaban Dinda, dia tertawa hingga sedikit mengeluarkan air mata. Ya ampun sayang kau begitu menggemaskan!!!! jerit Zack dalam hati.
"Kenapa tuan tertawa, apa ada yang lucu?" tanya Dinda heran
"Ekh... tidak. Niko segera beritahu dokter Dinda apa yang perlu dia lakukan selama aku di Rumah Sakit ini" Ucap Zack memerintahkan asistennya.
"Baik tuan"
"Nona tuan Zack tidak ada lama menjabat di Rumah Sakit X ini. Karena beliau ingin meninjau langsung kinerja seluruh pegawai kesehatan di sini" ucap Niko sedikit menjeda
"Jadi nona selama tuan Zack memimpin Rumah Sakit ini, nona yang akan mengurusi segala hal dan keperluan dari tuan Zack. Mungkin nona harus menginap di kediaman tuan Zack mengurus dari tuan Zack bangun sampai tidur" ungkap Niko.
"Maaf tuan, saya tidak bisa menginap karena saya sudah menikah dan apakah saya ini bekerja sebagai baby sister tuan Zack?" tanya Dinda
"Baiklah nona, tapi nona harus sudah sampai di Rumah Sakit ini sebelum tuan Zack datang. Karena tuan Zack tidak bisa makan sendiri sehingga nona harus selalu menemani tuan Zack ketika sarapan, makan siang, dan makan malam" ucap Niko lagi
Zack pun mengalihkan pandangannya ke asistennya apa yang kau rencanakan begitulah artinya.
Niko yang ditatap hanya menamoilkan wajah tenangnya, dia tau bosnya heran dengan ucapan Niko kepada Dinda.
"Baiklah tuan, jika untuk menemani makan dan berangkat pagi saya siap. Apakah hanya itu pekerjaan saya tuan? Tanya Dinda pada Niko
"Hanya itu nona, selebihnya jika ada pekerhaan di Rumah Sakit nona bisa membantu tuan Zack" ucap Niko
"Tapi bagaimana dengan pasien saya tuan, saya tidak mungkin meninggalkan mereka"
"Tenang saja nona, akan ada dokter pengganti selama Anda mendampingi tuan Zack"
...🌈🌈...
Diruangan Aryo dia terlihat gusar bagaimana tidak. Sekarang Dinda menjadi pendamping pimpinan di Rumah Sakit ini.
Banyak yang mengatakan bahwa mereka serasi, apakah mereka tidak tau jika Dinda sudah milik Aryo.
__ADS_1
Aryo menggebrak meja karena kesal, kenapa Dinda tidak menolaknya. Apakah dia mengincar Zack karena hartanya? Ya pasti karena Zack lebih kaya dibandingkan Aryo, terlebih perusahaan pamannya sedikit ada masalah yang Aryo dengar dari ayahnya.
Kring... Kring
Aryo mengalihkan perhatiannya terhadap Hp yang bergetar tertera di layar jika Nanda menelfun.
"Hallo"
"Hallo mas, ada apa denganmu? apakah kamu sedang marah?" tanya Nanda
"Tidak, ada apa?"
"Ihh... sayang kenapa ucapanmu dingin terhadapku" ucap Nanda merajuk
Aryo hanya mengusap wajahnya kasar, dengan menghela nafas dalam-dalam.
"Maafkan aku Honey, ada apa?
"Sayang aku ingin makan di restoran bintang 5 dan ada keluaran tas terbaru"
"Minggu lalu mas sudah belikan tas yang kamu inginkan bukan, kenapa sekarang kamu meminta tas lagi?" jawab Aryo frustasi, sudah berapa ratus juta yang dia keluarkan untuk menuruti keinginan Nanda. Jika sampai Dinda tau entah apa yang akan terjadi.
"Honey, apakah kamu mulai perhitungan denganku? Aku juga tidak menginginkan tas itu, tetapi anak kamu yang menginginkannya." jawab Nanda sedikit kelas.
Apakah ngidam bisa se-ekstrim ini? tanya Aryo didalan hati.
Karena tidak ingin berdebat dengan Nanda dia hanya menuruti kemauan istri ke-2nya
"Baiklah, nanti kita akan pergi untuk membelinya"
"Terima kasih sayang"
Sambungan telfun dimatikan, akhir-akhir ini Nanda memang suka meminta hal-hal yang mewah. Berbeda dengan Dinda, dia jarang meminta hal kepadanya malah terkadang Aryo harus memaksanya.
Kenapa aku sekarang jadi membandingkan Nanda dan Dinda, tidak tidak boleh... Karena Nanda sedang hamil jadi mood dan keinginan ibu hamil dan yang tidak hamil berbeda. Ya karena bawaan bayi. Gumam Aryo di dalam hati.
...🌈🌈...
Hallo semuanyaaa....
Aku update hari ini. Akan aku usahakan novel ini selalu update setiap hari.
Jangan lupa tekan tombol favorit. like. komentar kalian.
salam sayang dan sehat dari autor 💚❤
__ADS_1