BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH

BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH
SAINTESS YANG TERSESAT #2


__ADS_3

Saintess berjalan lesu menuju kuil dengan tatapan kosongnya. Betapa hancur hatinya saat mengetahui jika sang suami telah membangun hubungan dengan adik kandungnya sendiri.


Hatinya lebih sakit saat mendengar sang putri memanggilnya 'bibik' alih-alih memannggil nya dengan sebutan 'ibu'. Dia tidak tahu harus melakukan apa. Dihatinya saat ini hanya tertimbun rasa kesal, marah dan sedih. Hatinya sangat sakit karena penghianatan tersebut.


Dia menyeret kakinya menuju kuil putih. Dengan perasaan yang sudah hancur, Saintess pun melampiaskan amarahnya dengan mengacak-acak peralatan doa sehingga berjatuhan di lantai. Dia berteriak sejadi-jadinya dengan bercucuran air mata.


"KENAPA INI TERJADI PADA KU DEWA..!! MENGAPA INI HARUS TERJADI...!!"


"AKU SUDAH BERUSAHA MENJADI UTUSAN TERBAIK UNTUK MU, NAMUN MENGAPA HAL INI HARUS TERJADI PADAKU..!! MENGAPA DISAAT AKU MELAKUKAN RITUAL SUCI ITU MALAH BERAKHIR MENJADI SEPERTI INI?! MENGAPA KAU TIDAK MEMBERKATI KU, MENGAPA KAU MALAH MENGUTUK KU SEPERTI INI?"


Wanita itu berteriak sejadi-jadinya dengan emosi yang sudah menutup akal sehatnya. Dia benar-benar sakit hati dan merasa tidak adil karena harus mendapat kan penghianatan dari orang-orang yang dia percayai.


"Kepala uskup terus berkata jika aku melakukan Ritual itu aku akan mendapatkan berkat darimu. Namun, kau malah memberi penderitaan yang sangat menyakitkan ini kepada ku...."


"MULAI SAAT INI SUDAH TIDAK ADA LAGI UTUSAN MU YANG SETIA ITU. MULAI SAAT INI AKU AKAN MENJADI SESEORANG YANG BEGITU MEMBENCI MU, DEWA!! "


Bersamaan dengan itu, terdengar suara petir menyambar dengan bersautan. Angin berhembus kencang sehingga membawa sebuah debu.


Saintess yang merasa sudah tidak memiliki semangat hidup itu pun langsung melakukan sesuatu yang begitu bodoh dan tidak masuk akal.


Dia melafalkan sebuah mantra sehingga perlahan-lahan timbul sebuah aura jahat yang menyelimuti dirinya. Matanya yang awalnya bewarna biru secara perlahan-lahan berubah menjadi hitam dengan urat-urat hitam yang timbul di sekitar matanya.


Dia menyeringai jahat lalu berkata "Mulai saat ini aku telah menjadi seorang pengikut iblis. Aku akan menghancurkan seluruh pulau ini dengan aura jahat!! " ujar Saintess mulai menyebarkan aura jahat keseluruh pulau.


Secara mendadak semua tumbuhan pun mati mengering. Langit-langit ditutupi oleh awan hitam. Bahkan angin berhembus dengan kencang sehingga bisa merobohkan pilar-pilar kuil putih.


"HANCURKAN SEMUANYA, HANCURKAN!!! HAHAHAHHAAHHAHAHAH...!! "


...****************...


" !!! "


Rivera membuka mata dengan keringat yang membasahi tubuhnya. Dia segera bangun sambil memegang kepala nya karena merasa sakit sehabis melihat memori panjang itu.


Seolah baru saja bermimpi sesuatu yang menyeramkan, Rivera merasa merinding di sekujur tubuhnya. Dia melihat cawan doa itu dengan lekat.


"Sialan. Jika aku memiliki adik seperti itu aku akan membakarnya hidup-hidup! " gumam Rivera kesal karena masih merasakan sedikit emosi dari Saintess.


Setelah berkata seperti itu, Rivera pun segera mendekat kearah meja persembahan. Dia melihat cawan doa itu dan meneliti aura jahat yang terpancar sangat kuat.


Matanya menipis setelah mengetahui aura jahat seperti apa yang menyelimuti cawan itu. Dia pun menyeringai sambil berkata...


"Haruskan aku mencoba kemampuan Saintess ku?" Katanya sambil tersenyum.

__ADS_1


Dia pun dengan segera menggunakan kekuatan suci nya dan menyalurkan kekuatan suci itu kepada cawan doa. Dengan memejamkan mata dan keyakinan kuat, Rivera mengeluarkan cahaya suci ekstra sehingga timbul cahaya yang amat teramat terang. Cahaya itu bahkan mampu menerangi seluruh tempat yang ada di sana.


"Hilangkan aura jahat, sucikan aura jahat..."


*Ding


...[Lantai ketiga selesai di bersihkan]...


Rivera membukan matanya dan kemudian sedikit demi sedikit dia melihat tempat yang semulanya gersang telah berubah menjadi hijau dan cerah kembali. Suara burung pun mulai terdengar dari atas pohon yang sudah menghijau kembali.


Tempat itu benar-benar berubah 100 derajat dari sebelumnya. Rivera bahkan sangat kagum dengan kemampuan nya sendiri.


"Tempat ini sangat indah," kagumnya.


Dia terus memandangi penampakan yang begitu indah itu. Sampai tak terasa, seorang wanita cantik mulai keluar menampakan diri dan kemudian berkata...


"Terima kasih sudah membebaskan saya dari kesesatan. Saya adalah Ambrelia, Saintess pulau ini," ujar Ambrelia mengenal kan diri.


Rivera menoleh dengan ekspresi tenang seolah dia sudah menebak jika Ambrelia akan datang dihadapannya.


"Ambrelia, saya sudah menyelesaikan misi. Mengapa portal belun terlihat sampai sekarang? Apakah saya perlu membunuh anda terlebih dahulu?" ujar Rivera menarik pedang.


"T-tidak, Nona. Tolong simpan pedang anda. Saya saat ini sudah mati, jadi saya tidak bisa mati lagi," ujar Ambrelia merasa takut meski dia tahu jika dia sudah mati.


"Itu karena saya belum memberikan hadiah dari perbuatan baik anda, Nona. Saya akan memberikan seluruh kekuatan saya kepada anda," kata Ambrelia percaya diri.


"Tidak perlu,,"


"Ya? "


"T-tapi, Nona. Ini adakah satu-satunya hadiah yang bisa saya berikan kepada anda," ujar Ambrelia kebingungan.


"Maka jangan berikan apapun. Saya tidak membutuhkan apapun selain sebuah pengalaman. Sekarang saya ingin portal, cepat munculkan!! " tegas Rivera meminta portal kembali.


Ambrelia terdiam dengan ekspresi kalut. Dia bingung, apa yang harus dia berikan kepada Rivera sebagai ucapan terima kasih? Sementara Rivera tidak mengharapkan apapun darinya.


"Cepatlah..!! " tegas Rivera kembali sehingga membuat Ambrelia tergesa-gesa membukakan portal untuk Rivera.


"Silahkan, Nona. Saya harap Nona bisa bertambah lebih kuat lagi," ujar Ambrelia menunduk hormat.


"Jadi apakah sekarang saya masih lemah?" datar Rivera.


"B-bukan seperti itu. S-saya, saya...." Ambrelia terlihat salah tingkah karena takut salah bicara dan berujung menyinggung Rivera.

__ADS_1


"Sudahlah, hentikan sikap konyol mu itu. Saya akan kembali," Rivera pun dengan segera memasuki portal tanpa menoleh lagi.


"Hati-hati, Nona,"


...****************...


Rivera membuka mata nya dan mendapati jika dia sedang terbaring di lantai tiga. Dia pun dengan segera bangun dan kemudian berkata "Aktifkan sistem"


*Ding


[HUAAAAA NONA, APA YANG TERJADI?]


"Tenanglah, Kiryu. Tidak ada yang terjadi,"


[Mengapa Sistem tiba-tiba saja terputus? Kiryu yakin jika itu bukan perbuatan dari Nona, kan?]


"Aku terbawa menuju time line yang berbeda, hanya itu saja," jawab Rivera berusaha menjelaskan.


[Wah Nona, apa yang terjadi padamu. Lebih baik Nona segera keluar dari menara!]


"Baiklah-baiklah. Tolong bukakan portalnya,"


[Baiklah, nona]


Portal pun muncul. Rivera segera memasuki portal sehingga dirinya kembali kekamarnya lagi. Dia pun dengan segera merebahkan diri ke sofa karena rasa lelah akibat tekanan mental yang telah di bagi Ambrelia kepadanya.


Rivera menghirup napas panjang sambil sesekali berdengus.


"Buka Shop sistem,"


*Ding


Shop sistem terbuka dan menunjukkan beberapa item-item dan kemampuan baru. Bahkan terdapat Elixir dengan kegunaan dan efek berbeda dari Elixir sebelumnya. Sontak saja, Rivera yang sudah bersemangat dengan Elixir baru ity pun dengan segera membeli sebanyak 5 botol untuk dia minum sebagai pengganti air.


Dia bisa saja turun untuk mengambil air, namun Rivera sangat malas saat ini dan memilih untuk membeli Elixir sebagai pengganti air.


Dengan segera dia meneguk Elixir itu sehingga habis tak tersisa. Satu persatu dari kelima botol Elixir pun telah habis tak tersisa. Rivera yang sudah penasaran akan efek dari Elixir baru ini pun dengan segera melihat status kemampuan miliknya.


" !! "


"Jadi Elixir ini memiliki efek menambah stat dan hp. Boleh juga," gumam Rivera merasa puas pada Elixir yang dia beli seharga 10.000 GOLD perbotol itu.


^^^To be Continued~^^^

__ADS_1


__ADS_2