
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...~Kekaisaran Obelion~...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kekaisaran yang dikenal sebagai kekaisaran besar dengan keamanan yang kuat itu, kini sudah hancur lebur. 70% bangunan hancur dan perlu dilakukan pembangunan ulang.
Para pekerja mulai bergotong royong untuk membangun kekaisaran kembali. Bahkan banyak sekali bantuan yang berdatangan dari kerajaan-kerajaan tetangga dengan mengirimkan para pekerja untuk pembangunan kembali kekaisaran.
Banyak sekali yang sudah dirubah. Dimulai dari tatanan hukum kekaisaran, para petinggi kekaisaran dan bahkan diberlakukannya penghapusan menara sihir.
Banyak sekali hari-hari berlalu dengan suka cita dari para penduduk. Mereka menjalani hari-hari mereka dengan senyuman cerah.
Sudah 5 tahun waktu berlalu...
Kekaisaran semakin maju, banyak perubahan hukum yang dijalankan oleh Alexander. Semenjak terjadinya pemberontakan itu, Alexander berubah menjadi pribadi yang ramah dan juga baik hati.
Selama 5 tahun penuh itu, para rakyat kekaisaran Obelion hidup dengan mengenang sang pahlawan cilik misterius. Sang pahlawan yang bahkan tidak mereka ingat, apa bentuk wajahnya.
Mereka bahkan mendirikan patung sang pahlawan cilik di tengah-tengah kota kekaisaran Obelion. Bahkan dibangun sebuah sekolah khusus yang dijadikan sebagai sekolah sejarah sang pahlawan cilik.
Sekolah Miiroas~
Itulah nama sekolah tersebut. Sekolah itu dibangun semenjak 1 tahun dari kejadian kelam itu. Alexander lah yang membangun sekolah tersebut, sebagai bentuk terima kasih kepada sang pahlawan kecil misterius.
Saat ini, di Miiroas School~
Ada sebuah kelas khusus yang digunakan untuk pengajaran tentang sejarah kelam, terjadinya pemberontakan Animos dan menara sihir.
Ada sekitar 100 murit yang berusia rata-rata sekitar 10-12 tahun. Mereka dengan antusias mendengarkan penjelasan guru mereka tentang sikap superior dari sang pahlawan cilik.
"Beliau mengayunkan pedang nya dengan gerakan kecil, menebas leher sang penghianat itu sehingga sang penghianat berhasil dikalahkan..!! Beliau adalah seorang pahlawan suci, pahlawan yang layak untuk kita banggakan dan selalu kita kenang...!! " jelas seorang pria lanjut usia seraya dengan air matanya yang berlinangan.
"Baiklah, sampai disini saja materi yang saya jelaskan. Jika ada pertanyaan silahkan tanyakan pada saya," lanjutnya.
Para murid dengan antusias mereka mencoba untuk berebutan. Mereka mengangkat tangan mereka dan saling dorong mendorong pada teman sebangku.
__ADS_1
"Sudah-sudah..!! Hentikan, mengapa kalian jadi ribut. Baiklah, saya akan memilih. Kalau begitu... hah.. anda, silahkan apa yang ingin anda tanyakan pada saya? " ujar sang Guru, menunjuk seorang murid laki-laki yang memiliki rambut pirang.
Murid laki-laki itu berdiri dengan ekspresi kegirangan.
"Guru, apakah saya akan bisa seperti pahlawan cilik itu? Saya ingin sekali menjadi pahlawan hebat seperti nya..!! " kata anak laki-laki itu bersemangat.
Begitu dia mengatakan itu, semua orang mendadak menoleh padanya lalu mulai menertawainya seolah-olah berkata "Dasar bodoh..!! "
Anak laki-laki itu memanyunkan bibirnya dengan sikap masa bodoh, berusaha untuk menunggu jawaban yang akan diberikan oleh sang guru.
"Baiklah, semuanya tolong diam..! " tegas sang guru sehingga keadaan kelas mulai menghening.
"Pertanyaan yang bagus, tuan muda. Tidak semua orang bisa menjadi seperti pahlawan cilik kita, tapi jika orang itu berusaha dengan sangat keras, maka dia akan menjadi hebat seperti pahlawan cilik kita. Mungkin akan jauh lebih hebat..."
"Namun, tidak semua orang hebat yang ingin menjadi seorang pahlawan. Justru pahlawan kita yang merupakan seorang anak kecil malah maju untuk menyelamatkan seluruh umat manusia," jelasnya dengan senyuman bangga.
Diikuti oleh semua muritnya yang sedang mendengarkan dengan fokus dan mata berbinar mereka.
"Aku ingin seperti dirinya, aku akan berjuang dengan keras..!! "
Banyak sekali cita-cita dan tekat besar yang dimiliki oleh para murid itu. Sang guru hanya tersenyum mendengarnya, sembari menatap dengan tatapan bangga.
"Baiklah, masih ada yang ingin ditanyakan? "
"Saya guru," jawab seorang anak perempuan yang memiliki rambut panjang bewarna merah.
"Silahkan, nona muda,"
"..Apakah benar jika kejadian besar itu ada hubungannya dengan putri pembawa sial yang ikut menghilang setelah kejadian itu..?!" tanya anak perempuan itu dengan ekspresi kesal dengan sorot mata penuh kebencian.
Sontak saja itu mengundang banyak perhatian. Para murid mulai berbisik dan ikut dalam cocok logi sang anak perempuan itu. Mereka berbisik dan turut mempertanyakan kebenarannya.
Sang guru terpatung, dia bingung ingin menjelaskan apa kepada anak-anak muridnya. Dia berpikir sejenak dan sesaat kemudian dia mulai berbicara.
"Kejadian itu murni dari pemberontakan yang dilakukan oleh menara sihir. Tidak ada bukti nyata bahwa putri ke-4 ikut terlibat kedalam pemberontakan itu.. " jelas sang guru.
"Tapi, dia adalah pembawa sial. Aku tetap menduga jika dia lah penyebab semua kesialan itu. Untung saja pahlawan cilik kita adalah orang suci, maka orang pembawa sial sepertinya akan kalah..!!"
__ADS_1
"Iya itu benar..!! Orang-orang yang bekerja di tempat ku juga bilang begitu. Putri keempat adalah pembawa sial,"
"Jangan-jangan dia lah penyebab dari pemberontakan, karena dia tidak terima sudah dikucilkan oleh orang-orang"
"Ibuku juga berkata bahwa dia sudah dibuang oleh kaisar, jadi dia ingin balas dendam untuk menghancurkan kekaisaran,"
"Wah sangat jahat..! Apakah dia keturunan iblis..!"
Banyak sekali opini buruk yang mereka lontarkan untuk Rivera. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan oleh sang guru, karena rumor seperti itu sudah tersebar selama 5 tahun penuh.
Tidak ada cara untuk menghentikan rumor itu karena sudah tersebar diseluruh kekaisaran bahkan kerajaan-kerajaan tetangga.
Bahkan kejadian itu sudah banyak sekali dijadikan sebuah novel dengan judul cerita yang menjatuhkan nama Rivera.
Contohnya, seperti novel yang menceritakan tentang seorang gadis polos dan seorang gadis penjahat. Mereka dengan terang-terangan menggunakan nama Rivera sebagai tokoh sang penjahat itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beralih pada sebuah tempat luas, dengan padang ilalang yang menjulang tinggi. Ilalang-ilalang bergoyang diterpa hangat oleh angin yang berdius, membuat suasana hangat sehingga mampu untuk menenangkan hati dan pikiran.
Tempat indah itu adalah lantai ke 50 menara. Tempat yang menjadi saksi bisu pertarungan sengit Rivera dengan seekor monster ular berkepala manusia.
*BOOMMM... suara keras terdengar memekakan telinga. Dan tidak lama, muncul lah seorang perempuan cantik, memegang pedang besarnya seraya berlari mengejar seekor monster yang mencoba untuk lari darinya.
"JANGAN LARI KAU BAJINGAN..!! "pekik perempuan itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Rivera.
Rivera telah tumbuh dengan baik. Kini dia sudah menginjak usia 16 tahun. Dan semakin banyak dia tumbuh, semakin besar pula kekuatan yang dia kumpulkan.
*SLASHH.... monster itu terbelah menjadi 2 tanpa sempat melakukan perlawanan apapun.
Rivera berhenti, dan tidak lupa dia mulai mengambil inti core dan memasukan inti core itu kedalam tas selempang yang dia bawa.
*Ding
...[Lantai 50 berhasil dibersihkan]...
^^^To be Continued~^^^
__ADS_1